Postingan

RPP micro teaching seleksi guru Bahasa Arab MP UIN 2021

  Berikut ini adalah RPP micro teaching seleksi Guru Bahasa Arab MP UIN dengan :KD Mendemonstrasikan yang melibatkan tindak tutur memberi dan meminta informasi terkait dengan waktu dengan memperhatikan susunan gramatikal الترتيب العدد baik secara lisan maupun tulisan RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan      : ......................................... Mata Pelajaran                 : Bahasa Arab  Kelas/Semester                 : VIII/Ganjil  Materi Pokok                 : الساعة Sub Pokok Bahasan            : Mufradat dan hiwar terkait waktu  الساعة  dan tarkib tentang الترتيبي العدد Alokasi Waktu                     :     1 X Pertemuan ( 3 x 40 Menit ) A.  Kompetensi Dasar 1 Memahami fungsi sosial, struktur teks dan unsur kebahasaan (bunyi, kata, dan makna) dari teks yang berkaitan dengan tema : الساعة yang melibatkan  tindak tutur memberi dan meminta informasi terkait waktu dengan memperhatikan susunan gramatikal : الترتيبي العدد 2 Mendemonstrasikan ti

Konsep Dan Prinsip Assessment, Teknik Penilaian Berbasis Kelas, Dan Umpan Balik

 1.   Unsur Pertimbangan dan Prosedur Penetapan KKM Kriteria Ketuntasan Minimal yang selanjutnya disebut KKM adalah kriteria ketuntasan belajar yang ditentukan oleh satuan pendidikan dengan mengacu pada standar kompetensi lulusan, mempertimbangkan karakteristik peserta didik, karakteristik mata pelajaran, dan kondisi satuan pendidikan. Dalam menetapkan KKM, satuan pendidikan harus merumuskannya secara bersama antara Kepala Sekolah, pendidik, dan tenaga kependidikan lainnya. KKM dirumuskan setidaknya dengan memperhatikan tiga aspek: karakteristik peserta didik (intake), karakteristik mata pelajaran (kompleksitas materi/kompetensi), dan kondisi satuan pendidikan (daya dukung) pada proses pencapaian kompetensi. Secara teknis prosedur penentuan KKM mata pelajaran pada Satuan Pendidikan dapat dilakukan antara lain dengan cara sebagai berikut: a. Menghitung jumlah  Kompetensi Dasar  (KD)  setiap  mata  pelajaran pada masing-masing tingkat kelas dalam satu tahun pelajaran. b. Menentukan n

Model Pembelajaran Aktif dalam Pembelajaran PJOK : Gaya Mengajar oleh Muska dan Mosston

Gambar
  1.   Spektrum Gaya Mengajar oleh Muska dan Mosston Pada  tahun  1966,  Muska  Mosston telah  membuat sumbangan yang  sangat monumental terhadap metodologi pengajaran pendidikan jasmani. Mosston telah mengidentifikasi bahwa dalam pengajarannya cara guru bisa  dibedakan dari bagaimana ia memperlakukan dan melibatkan peserta didik dalam pembelajaran. Cara guru melibatkan peserta didik ini akhirnya lajim disebut gaya mengajar (teaching style), yang bergerak dari gaya yang disebut komando hingga gaya pengajaran diri sendiri.  Pemilahan gaya pengajaran menurut Mosston lebih berupa sebuah kontinum, dengan spektrum gayanya didasarkan pada jumlah pembuatan keputusan yang diberikan guru pada peserta didik. Kontinum berarti berangkai secara bersinambung dari satu titik ke titik lain, tanpa ada pemisahan yang jelas. Dengan demikian, gaya  yang  satu  lebih  dibedakan dari  gaya  lainnya  oleh  besarnya pemberian kesempatan dari guru kepada peserta didik dalam hal mengambil keputusan. Pada ujung

Prosedur Perumusan Tujuan Pembelajaran

Gambar
  prinsip dimana tujuan pembelajaran harus mengandung unsur-unsur yang disebut sebagai ABCD. ❖  A: Audience artinya SIAPA yang menjadi sasaran dari pembelajaran kita. Audience bisa siapa saja peserta pembelajaran, misalnya: peserta pelatihan, santri, mahapeserta didik. Dalam hal ini, audience kita adalah peserta didik. ❖  B: Behaviour adalah PERILAKU apa yang kita harapkan dapat ditunjukkan oleh peserta didik setelah mengikuti pembelajaran.  Perilaku ini dirumuskan dengan kata kerja yang kita tuliskan setelah frase pendahuluan (peserta didik dapat…). Perilaku menggambarkan ranah dari pembelajaran. Oleh sebab itu posisinya penting dalam merumuskan tujuan pembelajaran Contoh perilaku ini adalah: menendang bola (psikomotor), memahami peraturan pertandingan basket (kognitif), menunjukkan dukungan (afektif). ❖ C: Condition merupakan KONDISI dimana perilaku (behavior) tersebut ditunjukkan oleh peserta didik.  Misalnya, secara berpasangan dengan temannya, dalam permainan 3 on 3, menghindari r

Keterampilan Berpikir Kritis alam pembelajaran PJOK

Gambar
  1.   Pengertian Keterampilan Berpikir Kritis Memang sulit diamati secara langsung bahwa kegiatan yang diikuti oleh peserta didik dalam pembelajaran PJOK dapat meningkatkan kemampuan berpikir peserta didik. Namun demikian dapat ditegaskan di sini bahwa pendidikan jasmani yang efektif mampu merangsang kemampuan berpikir dan daya analisis peserta didik ketika terlibat dalam kegiatan-kegiatan fisiknya. Pola-pola permainan yang memerlukan tugas-tugas tertentu akan menekankan pentingnya kemampuan nalar peserta didik dalam hal membuat keputusan. Taktik dan strategi yang melekat dalam berbagai permainan pun perlu dianalisis dengan baik untuk membuat keputusan yang tepat dan cepat. Secara tidak langsung, keterlibatan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran pendidikan jasmani merupakan latihan untuk menjadi pemikir dan pengambil keputusan yang mandiri. Dalam kegiatan pendidikan jasmani banyak sekali adegan pembelajaran yang memerlukan diskusi terbuka yang menantang penalaran peserta didik. T

Komponen Tujuan Pembelajaran

Gambar
Dalam aliran teori psikologi behaviorisme diseyogyakan pembelajaran memiliki tujuan. Merujuk pada tulisan Hamzah B. Uno (2008) berikut ini dikemukakan beberapa pengertian yang dikemukakan oleh para ahli. Robert F. Mager (1962) mengemukakan bahwa tujuan pembelajaran adalah perilaku yang hendak dicapai atau yang dapat dikerjakan oleh peserta didik pada kondisi dan tingkat kompetensi tertentu.  Sementara  itu,  Oemar  Hamalik  (2005)  menyebutkan  bahwa  tujuan pembelajaran adalah suatu deskripsi mengenai tingkah laku yang diharapkan tercapai oleh peserta didik setelah berlangsung pembelajaran. Menurut Lukmanul Hakim (2008) yang dimaksud dengan tujuan pembelajaran adalah arah atau sasaran yang hendak dituju oleh proses pembelajaran.  Dalam setiap kegiatan sepatutnya mempunyai tujuan. Karena tujuan menuntun kepada apa yang hendak dicapai, atau sebagai gambaran tentang hasil akhir dari sesuatu kegiatan. Dengan mempunyai gambaran jelas tentang hasil yang hendak dicapai itu dapatlah diupayaka

9 Events of Instruction dari Gagne / sembilan tahap pembelajarannya Gagne

Gambar
Pembelajaran gerak memiliki ragam pengertian yang banyak sekali di antaranya seperti yang disampaikan oleh Coker (1998; 3), yaitu; pembelajaran merupakan perubahan yang permanen secara relatif pada kapabilitas seseorang untuk melakukan keterampilan gerak sebagai hasil dari latihan dan pengalaman. Belajar merupakan proses perubahan perilaku secara relatif permanen, sebagai hasil dari pengalaman. Perubahan perilaku tersebut dapat diamati dalam waktu yang relatif lama.  Segaris dengan pengertian belajar yang telah disampaikan di atas,  disebutkan pula oleh Anne Shumway-Cook dan Marjorie (2001:27) dalam Motor Learning and Recovery of Function, bahwa pembelajaran merupakan proses memperoleh pengetahuan tentang dunia. Sedangkan pengertian pembelajaran gerak pada lanjutan penjelasannya adalah serangkaian proses yang berkaitan dengan latihan dan pengalaman untuk perubahan permanen yang relatif dalam kapabilitas menghasilkan pelaksanaan (execution) keterampilan. Teori belajar gerak lainnya dike

Taxonomy of Learning

artikel ini menyajikan banyak tabel ada baiknya menggunakan versi deksop Walaupun pada tabel-tabel digambarkan tingkat kemampuan (pengetahuan, sikap, dan keterampilan) secara hirarki yang dapat kita gunakan sebagai cara untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasi, namun perlu disadari bahwa setiap peserta didik memiliki karakteristik yang unik sehingga dapat saja ditemui perbedaan sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan perkembangannya.  Tabel Level Pengetahuan dari Taxonomy Bloom K n owledge •   Mengamati dan mengingat kembali infor m a s i •   Menje l as ka n fakta dan termi n o l ogi •   Menyebut ta n ggal, t e mpat, dan kej a d i a n •   Menyebut peraturan dan kategori K a ta kunc i : menul i s secara berturutan, men j e l as k an, mengi d entifikasi, men u n j ukkan, memberi l a be l , menamai C o mprehension •   Memah a mi infor m asi •   Mendap a t k an makna dari sebuah i n formasi •   Mengi n ter p retasika