Konsep Strategi Mengajar Bahasa Arab Dasar



Konsep Strategi Mengajar Bahasa Arab Dasar

1.    Definisi Strategi Mengajar


       Istilah strategi pada mulanya di gunakan dalam dunia kemiliteran. Strategi berasal dari bahasa yunani “ strategos” yang berarti jendral atau panglima, sehingga strategi sebagai ilmu kejendralan atau ilmu kepanglimaan. Strategi dalam ilmu kemiliteran berarti cara penggunaan seluruh kekuatan militer untuk mencapai tujuan perang. Tujuan perang itu sendiri  tidak ditentukan  oleh militer, tetapi oleh politik. Sekali tujuan sudah ditetapkan oleh pelatih. Maka militer harus memenangkannya.

        Menurut Ensiktopedia pendidikan, strategi ialah The art of bringing forces to the battle field in favourable position. Dalam pengertian ini  strategi adalah suatu seni, yaitu seni membawa pasukan kedalam medan tempur dalam posisi yang paling menguntungkan. Dalam perkembangan yang selanjutnya strategi tidak lagi hanya seni, tetapi sudah merupakan ilmu pengetahuan  yang dapat di pelajari. Dengan demikian istilah strategi yang diterapkan dalam dunia pendidikan, khususnya dalam kegiatan belajar pengajaran adalah suatu seni dan ilmu untuk membawakan pengajaran di kelas sedemikian rupa sehingga tujuan yang telah diterapkan dapat dicapai  secara efektif dan efesien.[1]

        Dalam dunia pendidikan, strategi diartikan sebagai A plan, method, or series ofactivities designed to achieves a particural educational goal (J.R. David, 1976)  jadi, dengan demikian strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiaan yang di desain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.[2]

        Dalam konteks pengajaran, setrategi dimasukan sebagai daya upaya guru dalam menciptakan suatu sistem linkungan yang memungkinkan terjadinya proses mengajar agar tujuan pembelajaran yang telah di rumuskan dapat tercapai dan behasil guna. Karena itu, seorang guru di tuntut memeliki kemampuan mengatur secara umum komponen-komponen pembelajan. Sehinggaterjalin keterkaitan pungsi antar komponen pembelajaran yang dimaksud. Strategi berarti pola kegiatan belajar mengajar yang diambil untuk mencapai tujuan secara efektif. Untuk melaksanakan tugas secara preposional, guru memerlukan wawasan yang mantap tentang kemungkinan-kemungkinan strategi belajar mengajar yang sesuai dengan tujuan belajar yang telah di rumuskan, baik dalam efek intruksional, tujuan belajar yang di rumuskan eksplisit dalam proses belajar mengajar maupun dalam arti efek pengiring misalnya kemampuan berpikir kritis, kreatif, sikap terbuka setelah siswa mengikuti diskusi kelompok kecil dalam proses belajarnya.[3]

2.    Konsep Dasar Strategi Mengajar


        Tugas utama guru adalah membelajarkan siswa, yaitu mengkondisikan siswa agar belajar aktif sehingga potensi dirinya (kognitif, afektif, dan konatif) dapat berkembang dengan maksimal. Dengan belajar aktif, melalui partisipasi dalam setiap kegiatan pembelajaran, akan terlatih dan terbentuk kompetensi yaitu kemampuan siswa untuk melakukan sesuatu yang sifatnya positif yang pada akhirnya akan membentuk life skill sebagai bekal hidup dan penghidupannya. Agar hal tersebut di atas dapat terwujud, guru seyogianya mengetahui bagaimana cara siswa belajar dan menguasai berbagai cara membelajarkan siswa. Model belajar akan membahas bagaimana cara siswa belajar, sedangkan model pembelajaran akan membahas tentang bagaimana cara membelajarkan siswa dengan berbagai variasinya sehingga terhindar dari rasa bosan dan tercipta suasana belajar yang nyaman dan menyenangkan.Dihubungkan dengan belajar mengajar , strategi biasa diartikan sebagai pola-pola umum kegiatan guru anak didik dalam perwujudan kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang telah digariskan. Ada tiga konsep dasar yang harus di pahami oleh guru ialah:

1.     Menetapkan spesifikasi dan kualifikasi perubahan prilaku
2.     Menentukan pilihan berkenaan dengan pendekatan terhadap masalah belajar   mengajar, dan memilih dan prosedur, metode dan teknik belajar mengajar.
3.     Norma dan kreteria keberhasilan kegiatan belajar mengajar.[4]





[1] W. Gulo, Strategi Belajar Mengajar, (Jakarta: PT Grasindo, April  2oo4), Cet. II Hal. 11
[2] Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, (Jakarta: PT Media Group, Maret 2010), Cet VII, Hal. 126
[3] Ahmad Supri, Strategi Belajar Mengajar dan Micro Teaching, (Jakarta: PT Ciputat Pres, Maret, 2007), Cet II, Hal. 1
[4] Abu Ahmad dan Joko Tri Prasetyo, Strategi Belajar Mengajar, (Bandung: CV Pustaka Setia, Desember, 1997), Hal. 15
Baca Juga

Bagikan Artikel



Komentar