Kedatangan Nenek Moyang Bangsa Indonesia


Kedatangan Nenek Moyang Bangsa Indonesia

Sejak zaman es pulau pulau di kawasan nusantara masih saling terhubung. Hal ini memungkinkan adanya migrasi manusia dan fauna dari Asia ke kawasan nusantara. Perpindahan tersebut di awali dari binatang-binatang Asia yang selanjutnya di ikuti oleh manusia. Berdasarkan hasil penelitian yang terjadi pada kala pleistosen. Ditemukannya situs paleontologi tertua didaerah Bumiayu yang terletak di sebelah selatan Tegal (Jawa Tengah) danRancah di sebelah timur Ciamis   (Jawa   Barat)   yaitu   mastodon   bumiayuensis   (spesies   gajah)   dan rhinoceros sondaicus (spesies badak), merupakan bukti bahwa terjadi migrasi dari Asia ke Indonesia. Proses migrasi yang terjadi pada masa pleistosen inilah yang menyebabkan wilayahIndonesia mulai dihuni oleh manusia.

Proses migrasi tersebut berlangsung secara bertahap. Dari segi fisik, manusia dapat di kelompokkan ke dalam kelompok ras Mongoloid dan ras Austroloid. Ras Austrolid merupakan penghuni pertama sebelum kedatangan dari Asia. Namun tingkat adapsi mereka rendah sehingga budaya dan kehidupan mereka tidak mampu bertahan lama. Bahkan keturunan ras Austroloid nampaknya tidak ada yang mampu bertahan di Jawa. Namun masih didapati di Suku Anak Dalam atau Kubu Sumatra Tengah dan sebagian besar Indonesia Bagian Timur.

Berdasarkan proses gelombang migrasinya, masa pra aksara setidaknya terbagi menjadi tiga gelombang besar antara lain:

a.      Migrasi Vedda

Gelombang migrasi pertama ke Indonesia dilakukan oleh bangsa Melanesia atau disebut juga dengan Papua Melanosoide yang merupakan rumpun bangsa Melanosoide/Ras Negroid.Paul dan Frizt Sarasin mengemukakan bahwa penduduk asli Indonesia adalah suatu ras yang berkulit gelap dan bertubuh kecil. Ras ini pada awalnya mendiami Asia Bagian Tenggara  yang  saat itu masih bersatu sebagai daratan pada zaman es atau periode glasial. Namun, setelah periode es berakhir dan es mencair, maka daratan tersebut kemudian terpisah oleh Laut Tiongkok Selatan dan Laut Jawa. Akibatnya, daratan yang tadinya bersatu   kemudian   terpisah   menjadi   daratan   utama   Asia   dan   Kepulauan Indonesia.   Penduduk   asli   tinggal   di   daerah   pendalaman   dan   penduduk pendatang tinggal di daerah pesisir. Penduduk asli itu  disebut sebagai suku bangsa Vedda oleh Sarasin. Ras yang masuk dalam kelompok ini adalah suku bangsa Hieng di Kamboja, Miaotse, Yao-Jen di Cina, dan Senoi di Semenanjung Malaya.

Orang Vedda kemudian menyebar ke Timur dan mendiami wilayah Papua, Sulawesi Selatan, Kei, Seram, Timor Barat, Flores Barat, dan terus ke timur, tapi sebagian ada juga yang menyebar ke arah barat dan menghunipulau Sumatra.

b.      Migrasi Bangsa Proto Melayu

Setelah kedatangan orang Vedda ke Nusantara, kemudian disusul oleh kedatangan dua gelombang besar manusia yang dikenal sebagai Proto Melayu dan Deutro Malayu. Proto Melayu diyakini sebagai nenek moyang orang Melayu Polinesia yang tersebar dari Madagaskar sampai pulau-pulau paling timur di Pasifik. Mereka diperkirakan datang dari Cina bagian selatan. Ras Melayu ini mempunyai ciri-ciri rambut lurus, kulit kuning kecoklatan-coklatan, dan bermata sipit. Dari Cina bagian selatan (Yunan) mereka bermigrasi ke Indocina dan Siam, kemudian ke Kepulauan Indonesia. Mereka itu mula-mula menempati pantai- pantai Sumatera Utara, Kalimantan Barat, dan Sulawesi Barat. Migrasi yang dilakukan oleh suku bangsa Proto Melayu dilakukan dengan menggunakan perahu bercadik satu. Peristiwa tersebut terjadi sekitar 3000 SM. Suku bangsa Proto Melayu, antara lain suku Nias, Gayo, dan Alas di Sumatera Utara, Batak di Sumatera, Kubu di Sumatera, Dayak di Kalimantan, dan Toraja di Sulawesi.

c.      Migrasi Bangsa Deutro Melayu

Nenek moyang bangsa Indonesia dari golongan Melayu Muda (Deutro Melayu) tiba di kepulauan Indonesia sekitar tahun 500 SM. Migrasi yang dilakukan oleh suku bangsa Deutro Melayu dilakukan dengan menggunakan perahu bercadik dua. Nenek moyang tersebut datang sambil membawa kebudayaan logam yang berasal dari Dongson, Vietnam Utara. Kebudayaan logam tersebut antara lain; candrasa, nekara, manik-manik, arca, dan bejana perunggu. Jalur penyebaran nenek moyang bangsa Indonesia dari golongan ini dimulai dari daratan Asia ke Thailand, Malaysia Barat, dan berlanjut ke tempat-tempat di Indonesia. Gelombang terakhir nenek moyang ini masih tergolong ras Austronesia. Selanjutnya, semakin berkembang ras Papua- Melanesoid, Austronesia, dan sisa ras Austro-Melanesoid melahirkan bermacam-macam suku bangsa yang tersebut di seluruh pelosok Indonesia.

Bangsa Deutro Melayu berkembang menjadi suku-suku yang ada sampai saat ini, seperti Melayu, Minang, Jawa, Sunda, dan lain-lain. Dalam perkembangan selanjutnya,   Proto-Melayu   dan   Deutero   Melayu   berbaur,   sehingga   sulit dibedakan.   Walaupun   demikian,   nenek   moyang   bangsa   Indonesia   dapat dikatakan serumpun yaitu keturunan penduduk asli dan dua gelombang migrasi dariutara.

Perdebatan tentang asal usul nenek moyang bangsa Indonesia sampai saat ini masih terus berkembang. Para ahli masih silang pendapat tentang asal nenek moyang bangsa Indonesia. Beberapa pendapat tersebut, sebagai berikut.

a.      JL. Moens

Moens berpendapat bahwa bangsa Indonesia berasal dari daerah Mongol dan terdesak oleh bangsa-bangsa yang lebih kuat. Akibatnya mereka menyebar ke arah selatan hingga sampai ke wilayahIndonesia. 

b.      Kroom

H. Kroom menyatakan bahwa asal-usul bangsa Indonesia dari daerah Cina Tengah,  karena  pada  daerah  Cina  Tengah  terdapat  sumber-sumber  sungai besar. Mereka menyebar ke wilayah Indonesia sekitar tahun 2000 SM sampai tahun 1500SM.

c.      H. Kern

Kern berpendapat bila nenek moyang bangsa Indonesia berasal dari daratan Asia. Ilmuwan asal Belanda ini menyebut jika hasil penelitiannya menunjukan bahwa bahasa-bahasa yang dipakai oleh suku-suku di Indonesia, Mikronesia, Polinesia,   dan   Melanesia,   mempunyai   akar   yang   sama,   yaitu   bahasa Austronesia.  Dengan  fakta  itu,  ia  menyimpulkan  bahwa  bangsa  Indonesia berasal  dari  satu daerah  yang  sama dengan bangsa-bangsa  lain  di  wilayah Austronesia. Menurutnya, nenek-moyang bangsa Indonesia menggunakan perahu-perahu bercadik menuju ke kepulauan Indonesia. Pendapat Kern ini didukung  oleh  adanya  persamaan  nama  dan  bahasa  yang  dipergunakan  di daerah Campa dengan Indonesia. Selain nama geografis, istilah-istilah binatang dan alat perang pun banyak kesamaannya.

d.      JLA. Brandes

Brandes berpendapat jika suku-suku yang mendiami kepulauan Indonesia mempunyai kesamaan secara etnik, fisik, maupun  bahasa  dengan  beberapa bangsa yang mendiami daerah-daerah yang melintang dari utara di Pulau Formosa (Taiwan), barat di Pulau Malagasi (Madagaskar), selatan di Jawa dan Bali, serta timur di tepi pantai barat Amerika.

e.      Gorys Keraf

Gorys Keraf berpendapat bahwa bangsa Indonesia memiliki kebudayaan yang lebih  maju  dibandingkan  kebudayaan  bangsa-bangsa  lain  di  sekitarnya.  Ini berarti bahwa Indonesia adalah induk dari bangsa-bangsa lain yang ada di wilayah Austronesia seperti Malaysia, Thailand, Madagaskar, dan Selatan Indochina. 

f.       R. Moh. Ali

R. Moh. Ali menyatakan bahwa bangsa Indonesia berasal dari daerah Yunan. Nenek moyang bangsa Indonesia berasal dari hulu-hulu sungai besar di Asia yang datang ke Indonesia secara bergelombang. Gelombang pertama dari tahun 3000-1500 SM dengan ciri-ciri kebudayaan Neolitikum dengan perahu bercadik satu. Gelombang yang kedua terjadi dari tahun 1500-500 SM dengan ciri-ciri menggunakan perahu bercadikdua.

g.      Sultan Takdir Alisyahbana

Sultan Takdir Alisyahbana mengemukakan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang bernenekmoyangkan bangsa melayu. Pendapatnya ini didasari oleh rumpun bahasa keduanya yang memiliki kesamaan yangsignifikan.

h.      Moh.Yamin

Moh. Yamin menentang semua pendapat yang dikemukakan oleh para ahli. Ia berpendapat  bahwa  asal  bangsa  Indonesia  adalah  dari  Indonesia  sendiri. Bahkan bangsa-bangsa lain yang ada di wilayah Asia berasal dari Indonesia. Pendapat Moh. Yamin didukung oleh suatu pernyataannya tentang Blood UndBreden Unchiroyang berarti adalah daerah dan tanah bangsa Indonesia adalah berasal dari Indonesia sendiri. Ia menyatakan bahwa fosil dan artefak lebih banyak dan lengkap ditemukan di wilayah Indonesia dibandingkan dengan daerah-daerah lainnya di Asia. Misalnya dengan penemuan manusia purba sejenis Homo Soloensis dan Homo Wajakensis tidak diketemukan di daerah- daerah lain di Asia, termasuk Asia Tenggara (Indochina).

Berdasarkanpendapat para ahli tersebut dan bukti peninggalan serta penghuni wilayah yang mendiami saat ini, maka dapat disimpulkan beberapa teori tentang asal usul kedatangan nenek moyang bangsa Indonesia antara lain:

a.  Teori Yunan

Teori ini menyatakan bahwa penduduk Indonesia barasal dari Yunan Cina Selatan. Hal ini di dasarkan dari hasil penelitian terhadap serumpunan bahasa dan alat alat yang diketemukan. Seorang ahli bahasa H.Kern menyatakan ada keserumpunan bahasa di dataran Asia Tenggara dan Polinesia. Menurut pendapatnya, tanah asal orang-orang yang mempergunakan bahasa Austronesia, termasuk bahasa Melayu, harus dicari di daerah Campa, Vietnam, Kamboja, dan daratan sepanjang pantai sekitarnya. 

Hal ini menimbulkan dugaan bahwa nenek moyang  bangsa  Indonesia  berasal  dari  daerah  Cina  Selatan  yaitu  didaerah Yunan. Selain itu, R. Von Heine Geldern yang melakukan penelitian  tentang distribusi dan kronologi beliung serta kapak lonjong yang ada di Indonesiatiba pada kesimpulan bahwa alat-alat tersebut merupakan hasil persebarankomplek kebudayaan  bacson-hoabinh  yang  ada  di  daerah  Tonkin  (Indocina)  atau sekarang di sebut Vietnam.

Teori ini didukung oleh beberapa sarjana seperti R.H Geldern, J.H. CKern, J.RFoster, J.R Logan, Slamet Muljana, dan Asmah Haji Omar. Secara keseluruhan, alasan-alasan yang menyokong teori ini adalah adanya Kapak Tua yang ditemukan di wilayah Indonesia memiliki kemiripan dengan Kapak Tua yang terdapat di Asia Tengah. Hal ini menunjukkan adanya migrasi penduduk dari Asia Tengah ke Kepulauan Indonesia.

Adanya persebaran Bahasa Melayu yang berkembang di Indonesia serumpun denganbahasayang ada di Kamboja. Hal ini menunjukkan bahwa penduduk di Kamboja  mungkin  berasal  dari  dataran  Yunan  dengan  menyusuri  Sungai Mekong. Arus perpindahan ini kemudian dilanjutkan ketika sebagian darimereka melanjutkan perpindahan dan sampai ke wilayah Indonesia. Kemiripan bahasa Melayu dengan bahasa Kamboja sekaligusmenandakan pertaliannya dengan Dataran Yunan. Kedatangan mereka ke Kepulauan Indonesia ini melalui tiga gelombang utama, yaitu perpindahanorang Negrito, Melayu Proto, dan juga Melayu Deutro.

Orang Negrito merupakan penduduk paling awal di KepulauanIndonesia.Mereka diperkirakan sudah mendiami kepulauan ini sejak1000 SM. Halini didasarkan pada hasil penemuan arkeologi di Gua Cha,Kelantan, Malaysia.Orang Negrito in i kemudian menurunkan orangSemang, yang sekarangbanyak terdapat di Malaysia.Orang Negritomempunyai ciri-ciri fisik berkulitgelap, berambut keriting, bermatabundar,  berhidung  lebar,  berbibir  penuh,serta  ukuran  badan yangpendek.

Perpindahan  orang  Melayu  Proto  ke  Kepulauan  Indonesiadiperkirakanterjadi pada 2.500 SM. Mereka mempunyai peradaban yang lebih maju daripada orang Negrito. Hal ini ditandai dengan kemahirannya dalam bercocok tanam. Untuk kemampuan beradaptasi mereka lebih mampu menyesuaikan diri dengan alam sekitar, sehingga mampu bertahan hidup.

Perpindahan orang Melayu Deutro merupakan gelombang  perpindahan orang Melayu kuno kedua yang terjadi pada 1.500 SM. Mereka merupakan manusia yang hidup di pantai dan mempunyai kemahiran  dalam berlayar. Cikal bakal inilah yang menjadikan bangsa Indonesia mempunyai kemampuan baik dengan pelayaran. Tidak heran jika ada yang mengatakan jika nenek moyang kita adalah seorang pelaut.

b.  Teori Indonesia

Teori  ini  menyatakan  bahwa  asal  mula  manusia  yang  menghuni  wilayah Indonesia adalah bukan bersal dari luar akan tetapi memang sejak dahulu di Indonesia telah di huni oleh manusia Jawa kuno. Hal ini di perkuat adanya penemuan manusia pra aksara homo soloensis, homo wajakensis dan pithecanthropus erectus di Trinil Ngawi. Selain itu bangsa Melayu dan bangsa Jawa mempunyai tingkat peradaban yang tinggi. Taraf ini hanya dapat dicapai setelah perkembangan budaya yang lama. Hal ini menunjukkan bahwa orang Melayu tidak berasal dari mana-mana, tetapi berasal dan berkembang di Indonesia.

Alasan lain yang memperkuat teori Indonesia adalah  bahasa yang berkembang di Indonesia yaitu rumpun bahasa Austronesia,mempunyai perbedaan yang sangat jauh dengan bahasa yang berkembangdi Asia Tengah yaitu bahasa Indo - Eropa. Sehingga dengan asumsi tersebut dapat di katakan bahwa penduduk bangsa Indonesia adalah asli dari manusia Jawa kuno.

Selanjutnya untuk memperkuat teori diatas seorang peneliti K.Himly tidak setujudengan pendapat yang mengatakan bahwabahasaMelayu serumpun dengan bahasa Champa (Kamboja). Baginya,persamaan yang berlaku di kedua bahasa tersebut adalah suatu fenomenayang bersifat “kebetulan”.

Namun sayangnya teori Indonesia ini kurang banyak di terima masyarakat. Yang mendukung teori Indonesia ini antara lain J. Crawford, K. Himly, Sutan Takdir Alisjahbana, dan GorysKeraf.

c.  Teori of Afrika

Teori  ini  menyatakan  bahwa  asal  mula  manusia  yang  menghuni  wilayah Indonesia berasal dari Afrika. Bahkan teori ini berasumsi bahwa dari Afrika inilah akhirnya mereka menyebar keseluruh benua di dunia dengan berbagai ras dan adaptasinya. Akhirnya masing-masing ras menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungannya.

Apabila kita bersandar padateori ini, maka bisa dikatakan bahwa manusia yang hidup di Indonesia sekarang ini merupakan hasil dari proses migrasi manusia modern yang berasal dari Afrikatersebut. Hasil penelitian terbaru menunjukkan bahwa  fosil-fosil  manusia  pra  aksara  yang  ditemukan  di  Indonesia  atau khususnya di daerah Jawa Tengah dan JawaTimur tidak mempunyai hubungan langsung dengan manusia modern.

Yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana dengan keberadaan manusia Jawa yang telah ada sebelumnya? Menurut teori ini, manusia Jawa seperti meganthropuspalaeojavanicus, erectus, homo soloensis, homo wajakensis, dan sebagainya telah mengalami kepunahan. Mereka pada akhirnya digantikan oleh komunitas manusia yangberasal dari Afrika yang melakukan proses migrasi hingga sampai di Kepulauan Indonesia.

Namun demikian teori ini tidak mampu menjawab penyebab pasti kepunahan manusia Jawa atau “java man” tersebut. Bahkan umur fosil homo erectus terakhir yang ditemukan di Ngandong danSambung Macan(Jawa Tengah) sekitar 30.000 sampai 50.000 TH masih mampu bertahan. Maka sangat sulit teori ini diterima. Untuk kepunahan mereka hanya memperkirakan bahwa kepunahannya manusia Jawa  hanya  karena keterbatasan  strategi dalam  menghadapi letak geografis alam. Nampaknya teori ini masih sangat jarang diikuti oleh para ahli arkeologi. Namun namanya teori, ya tetap perlu terus dikaji dan disosialisasikan, sehinggadapat memperkaya rujukan tentang sejarah kepurbakalaan.



source: modul belajar mandiri pppk IPS Sejarah,Pembelajaran 1.Kehidupan Ma syarakat Indonesia pada Masa Pra-aksara, Kemdikbud

Baca Juga

Bagikan Artikel



Komentar