Bentuk- Bentuk Kosakata Bahasa Arab




      Secara umum bentuk kosakata dalam bahasa Arab terbagi dua yang pertama: kosakata yang dapat mengalami perubahan yakni kata yang diambil dari kata yang lain antara keduanya terdapat hubungan makna meskipun lafalnya berubah seperti kata مكتب, حاكم yang berasal dari كتب, حكم, dan sebagainya.

       Yang kedua adalah kosakata yang tidak berubah yaitu kosakata sejak semula sudah mempunyai bentuk dan tidak diambil dari kata-kata lain, misalnya kata شجر, شمس dan sejenisnya.[1] Kata-kata yang mengalami perubahan bentuk  tidak hanya berubah pada bentuknya saja tetapi berubah dengan makna dan pengertianya, misalny kata  فاتحdanمفتوح  ,  kata pertama berarti pembuka atau penakhluk,  sedangkan kata yang kedua berarti terbuka atau  tertakhlukan, cara membentuk kedua kata (isim fa’il dan isim maf’ul)  yang mana tergolong  dalam kata kerja tsulasi mujarad adalah dengan mengikuti wazan   فاعل-مفعول    [2

       Kata-kata yang berasal dari kata kerja lebih dari tiga huruf (ثلاثي مزيد) bentuk isim fa’il dan isim maf’ulnya hanya dibedakan dengan harokat kasrah pada huruf sebelum akhir untuk bentuk isim fa’il dan harakat fathah untuk isim maf’ul seprti kata مطالب jika di baca muthalib berarti bentul isim fai’il yang artiny penuntut, tetapi bila dibaca مطلاب , berarti pembaca menginginkan bentuk maf’ul yang artinya yang di tuntut.[3]

        Sartinah Hardjono dalam bukunya psikologi belajar mengajar bahasa asing mengemukakan bahwa dari semua aspek bahasa asing yang harus dikusai siswa dalam proses belajar mengajar, bahwa bahasa asing adalah aspek kosakata yang dianggap paling penting[4]. Dengan adanya penguasaan bahasa yang memiliki fungsi untuk berkomunikasi dengan baik, maka seorang pelajar bahasa harus manguasai kosakata, karena kosakata akan banyak membantu siswa dalam belajar.















[1] Sukamta, Bahasa Arab, (Jogjakarta: Pokja Akademik UIN Suka, 2005), h. 91
[2] Sayyid Ahmad Al Hasyimi, al Qowa’id al Asasiyah Li al Lugah al ‘Arabiyyah, (Beirut: Dar Al Khotob Al Ilmiyah, 2007) h.239 dan 241
[3] Sukamta, Bahasa Arab, (Jogjakarta: Pokja Akademik UIN Suka, 2005), h. 239 dan 241
[4] Sartina Hardjono, Psikologi Belajar Mengajar Bahasa Asing, (Jakarta: DEPDIKBUD, 1988) h.71

Baca Juga

Komentar