Prinsip Prinsip Pengelolaan Kelas


 

Prinsip Prinsip Pengelolaan Kelas
Kelas merupakan suatu kelompok orang yang melakukan aktivitas belajar secara bersama-sama, dengan bimbingan dan pengajaran dari guru. Pengertian ini jelas meninjaunya dari segi anak didik, karena dalam pengertian tersebut ada frase "kelompok orang". Pendapat ini sejalan dengan pendapat Suharsimi Arikunto yang mengemukakan pengertian kelas dari segi anak didik. Lebih mendalam Suharsimi Arikunto mengatakan: di dalam didaktik terkandung suatu pengertian umum mengenai kelas, yaitu sekelompok siswa yang pada waktu yang sama menerima pelajaran yang sama dari guru yang sama.


1. Menurut MJ Cooper

Ada 5 (lima) pengertian pengelolaan kelas yang dihimpun oleh MJ Cooper (1977) dengan menggunakan berbagai sudut pandang (lalu Muhammad Azhar:1993):

a.  Pengelolaan kelas dipandang sebagai proses untuk mengontrol tingkah laku siswa. Pandangan ini bersifat otoritatif hingga secara lebih khusus dikatakannya bahwa "Pengelolaan kelas adalah separangkat kegiatan guru untuk menciptakan dan mempertahankan ketertiban suasana kelas".

b. Definisi yang kedua adalah definisi yang dipandangnya bersifat permisif. "Pengelolaan kelas adalah seperangkat kegiatan guru untuk memaksimalkan kebebasan siswa".

c. Pandangan ke-3 didasarkan pada prinsip pengubahan tingkah laku siswa hingga dalam hal ini guru dituntut untuk mengembangkan tingkah laku murid yang 'diinginkan' kemudian 'menghilangkan/mengurangi' yang tidak diinginkan. Pandangan ini berpendapat bahwa "Pengelolaan kelas adalah seperangkat kegiatan guru untuk mengembangkan tingkah laku siswa yang diinginkan dan mengurangi atau meniadakan tingkah laku yang tidak diinginkan."

d. Definisi ke-4 memandang pengelolaan kelas sebagai proses penciptaan iklim sosio-emosional yang positif di dalam kelas hingga definisinya berbunyi: "Pengelolaan kelas ialah seperangkat kegiatan guru untuk mengembangkan hubungan interpersonal yang baik dan iklim sosio-emosional kelas yang positif.

e. Pandangan yang ke-5 bertolak dari anggapan bahwa kelas merupakan sistem sosial dengan proses kelompok sebagai intinya. Definisinya adalah sebagai berikut. "Pengelolaan kelas adalah seperangkat kegiatan guru untuk menumbuhkan dan mempertahankan organisasi kelas yang efektif”.

           Dengan demikian pengelolaan kelas adalah kemampuan guru untuk menciptakan dan menjaga kondisi belajar yang optimal dan mengendalikannya bila terjadi hal-hal yang dapat mengganggu suasana pembelajaran.

PRINSIP PRINSIP PENGELOLAAN KELAS

        Sebagai upaya memperkecil masalah gangguan dalam pengelolaan kelas, beberapa prinsip-prinsip pengelolaan kelas dapat dipergunakan sebagai berikut.

1) Hangat dan Antusias

        Suasana hangat dan antusiasme guru diperlukan dalam proses belajar mengajar. Guru yang hangat dan penuh keakraban dengan anak didik selalu menunjukkan semangat tanggung jawab dan keinginannya untuk melaksanakan tugasnya depan guru dengan sebaik-baiknya, hal ini akan berhasil dalam mengimplementasikan pengelolaan kelas.

2)  Tantangan

          Tantangan dapat diberikan kepada siswa dengan menggunakan kata-kata, tindakan, cara kerja atau bahan-bahan dalam rangka meningkatkan gairah anak didik untuk belajar sehingga mengurangi kemungkinan muncul-nya tingkah laku yang menyimpang. Tantangan juga, akan dapat menarik perhatian anak didik untuk dapat menambah dan mengendalikan gairah belajar mereka.

3) Bervariasi

        variasi dalam penggunaan alat atau media, atau alat bantu, gaya mengajar guru, pola interaksi antara guru dan siswa akan dapat mengurangi munculnya gangguan dalam proses pembelajaran, serta dapat meningkatkan perhatian siswa. Apalagi bila penggunaannya bervariasi disesuaikan serta situasi dan kondisi yang dibutuhkan. Dengan variasi seperti yang telah disebutkan di atas merupakan kunci untuk tercapainya pengelolaan kelas yang efektif dan menghindari kejenuhan belajar di kalangan siswa.

4) Keluwesan

         keluwesan tingkah laku guru untuk mengubah strategi mengajarnya dapat mencegah kemungkinan munculnya gangguan dari siswa serta menciptakan iklim belajar mengajar yang efektif. Keluwesan pengajaran dapat mencegah munculnya gangguan seperti keributan siswa,tidak ada perhatian, tidak mengerjakan tugas, dan sebagainya.

5) Penekanan pada Hal-hal yang positif

         Dalam mengajar dan mendidik, guru harus menekankan serta mengarahkan siswa berpikir dan berbuat kepada hal-hal yang positif dan menghindari pemusatan perhatian anak didik pada hal-hal yang negatif Penekanan tersebut dapat dilakukan dengan pemberian penguatan yang positif, serta kesadaran guru dalam menghindari kesalahan yang dapat mengganggu jalannya proses belajar mengajar.

6) Penanaman Disiplin Diri

          Disiplin belajar siswa dan disiplin kelas menjadi tujuan akhir dari pengelolaan kelas. Dan guru mengupayakan agar siswa dapat mengembangkan disiplin diri sendiri. Karena itu, guru sebaiknya selalu mendorong anak didik untuk melaksanakan disiplin diri sendiri dan guru sendiri hendaknya menjadi teladan mengenai pengendalian diri dan pelaksanaan tanggung jawab. Dan menjadi tuntutan kepada guru untuk selalu berdisiplin dalam segala hal bila ingin anak didiknya ikut berdisiplin dalam berbagai hal.




__________________________

Sumber

Lalu Muhammad Azhar, 1993, proses belajar mengajar pola CBSA, Surabaya; usana offset

Syaiful Bahri djamarah & aswan Zain, 2002, strategi belajar mengajar, Jakarta; Rineka cipta

Supardi dkk, 2009, profesi keguruan, Jakarta; diadit media.

Ahmad rohani, 2004 pengelolaan pengajaran, Jakarta, Rineka cipta.





       


Baca Juga

Bagikan Artikel



Komentar