Struktur Paragraf Yang Baik


Struktur Paragraf Yang Baik
 Struktur Paragraf Yang Baik



Bagaimanakah struktur paragraf dalam sebuah karangan itu? Paragraf dibangun setidak-tidaknya atas dua unsur utama, yaitu kalimat topik dan kalimat penjelas. Selain itu, ada juga paragraf yang didukung oleh unsur transisi dan unsur kalimat penegas. Keempat unsur penyusun paragraf tersebut, terkadang muncul secara bersamaan, terkadang pula hanya sebagian yang muncul dalam sebuah paragraf Unsur utama yang tidak dapat ditinggalkan dalam sebuah paragraf adalah kalimat topik dan kalimat penjelas. Bahkan, ada paragraf yang hanya terdiri atas kalimat topik semuanya.

Kalimat topik adalah kalimat yang berisi topik yang dibicarakan pengarang Topik yang dibicarakan pengarang itu biasanya diletakkan sebagai kalimat inti atau kalimat utama dalam satu paragraf. Posisi kalimat topik dalam satu paragraf dapat diletakkan: 

(a) di bagian awal paragraf (sebagai bentuk paragraf deduktif). 

(b) di bagian akhir parag (sebagai bentuk paragraf induktif). 

(c) di bagian awal dan di bagian akhir paragraf (sebagai bentuk paragraf campuran deduktif dan induktif), dan 

(d) tersebar di seluruh paragraf 

berdasarkan posisi kalimat topik Ciri-ciri kalimat topik adalah

a mengandung permasalahan yang potensial untuk diperinci dan diuraikan lebih lanjut

b. merupakan kalimat lengkap yang dapat berdiri sendiri:

c. mempunyai arti yang cukup jelas tanpa harus dihubungkan dengan kalimat lain; dan

d dapat dibentuk tanpa bantuan kata sambung atau frase transisi.

Contoh paragraf yang kalimat topiknya berada di bagian awal paragraf dengan struktur transisi. kalimat topik, kalimat penjelas dan kalimat penegas

(1) Sejak ayahnya meninggal dua tahun lalu, (2) tanggung jawab Miko semakin berat (3) Semua biaya hidup keluarga berada di beban pundaknya. (4) Dia harus menyelesaian utang piutang orang tuanya yang telah meninggal itu. (S) Selain itu, (6) kelanjutan sekolah adik adiknya juga harus dipertahankan. (7) Usaha kecil mengelola tambak ikan peninggalan ayahnya harus pula ia laksanakan. (8) Betum lagi (9) la sehari-hari harus melaut mencari ikan di tengah lautan. (10) Miko benar-benar menjadi tumpuan harapan keluarga nelayan kecil itu.

Contoh paragraf dengan ditandai angka (1) hingga (10) di atas masing masing unsur yang membangun struktur paragraf dapat diterangkan sebagai berikut.

a. Transmisi berupa kata dan kelompok kata sebagai sarana pengait antarkalimat dalam paragraf (1). (5), dan (8) 

b. Kalimat topik yang berpotensi untuk dapat diperinci lebih lanjut (2)

c. Kalimat penjelas atau kalimat pengembang yang menjelaskan atau mengembangkan kalimat topik (3), (4), (6), (7), dan (9) 

d Kalimat penegas yang menegaskan kembali inti paragraf (10)

Masing-masing unsur yang membangun struktur paragraf tersebut baiklah kita jelaskan sebagai berikut

 Transisi adalah mata rantai penghubung antarkalimat dalam paragraf atau antarparagraf dalam satu wacana. Transisi dapat berfungsi sebagai pengait antarkalimat dalam satu paragraf dan dapat pula berfungsi sebagai penghubung jalan pikiran dua paragraf yang berdekatan. Transisi dapat berupa kata atau kelompok kata (frase). Transisi tidak harus ada dalam setiap paragraf.

Jenis transisi dan contohnya sebagai berikut.

a. Transisi kelanjutan: dan lagi. lalu, serta, lagi pula, bahkan, tambahan lagi, kemudian, dan lalu, seterusnya, selanjutnya. Contoh Kemudian, dari balik pintu muncul seorang anak kecil yang menangis mencari ibunya.

b. Transisi urutan waktu: dahulu, kemarin, kini, sekarang, sebelum sesudah, setelah, sementara itu, sedangkan, sehari kemudian, sebulan yang lalu, setahun kemudian, seabad yang lalu Contoh: Sementara itu. Ibu si anak sedang belanja di pasar untuk keperluan pesta ulang tahun kakaknya.

c. Transisi klimaks: paling.........se.......nya, ter......

 Contoh: Terakhir, dia datang ke kampung halamannya sebulan yang lalu. 

d. Transisi perbandingan: sama dengan, seperti, ibarat, bak, bagaikan, laksana, semisal, seumpama, selayaknya. Contoh: Ibarat pinang dibelah dua, dua gadis cantik itu memiliki kemiripan wajah yang sama eloknya 

e. Transisi kontras: tetapi, namun, akan tetapi, namun demikian, biarpun, walaupun, bagaimanapun, sebaliknya. Contoh: Akan tetapi, dua gadis yang memiliki kemiripan wajah yang sama eloknya itu kurang bergaul dengan masyarakat sekitarnya. 

f.Transisi jarak: di sini, di sana, di situ, di samping, di kiri, di kanan, di atas, di belakang, di depan, di bawah, dekat, jauh, sebelah Contoh: Dekat sebelah rumah gubernur, berdiri sebuah monumen tentara pelajar yang berjuang merebut kemerdekaan negeri ini. 

g. Transisi ilustrasi : umpamanya, misalnya, contohnya, teladannya, gambarannya, konkretnya. Contoh: Misalnya, kerja bakti setiap hari Minggu keempat di lingkungan perumahan tempat tinggal sebagai wujud menjaga kebersihan lingkungan

h.  Transisi sebab-akibat : karena, sebab, oleh karena itu, oleh sebab itu. sebab demikian, akibatnya

Contoh: Akibatnya, semua murid yang membolos mendapat hukuman.

i.  Transisi kondisi (pengandaian): jika, jikalau, kalau, andaikata, seandainya. 

Contoh: Andaikata tahun ini tidak naik kelas, hancurlah semua cita-cita Budi melanjutkan sekolah yang lebih tinggi lagi. 

j.Transisi simpulan: simpulannya, ringkasnya, garis besarnya, rangkumannya Contoh: Simpulannya, semua anggota organisasi politik mendapat hak suara menyalurkan aspirasinya dalam pemilihan umum 2014

Sebagian besar kalimat yang terdapat dalam suatu paragraf termasuk kalimat penjelas atau kalimat pengembang. yaitu beberapa kalimat yang menjelaskan atau mengembangkan lebih lanjut kalimat topik

Ciri kalimat penjelas atau kalimat pengembang adalah: 

a. sering merupakan kalimat yang tidak dapat berdiri sendiri (dari segi arti)

b. arti kalimat ini kadang-kadang baru jelas setelah dihubungkan dengan kalimat lain dalam satu paragraf,

c. pembentukannya sering memerlukan bantuan kata sambung dan frase transisi; dan 

d. isinya berupa rincian, keterangan, contoh, dan data tambahan lain yang bersifat mendukung kalimat topik

Kalimat penegas adalah unsur paragraf yang keempat, selain kalimat topik, kalimat penjelas, dan transisi. Ada dua fungsi kalimat penegas, yaitu (1) sebagai pengulang atau menegaskan kembali kalimat topok, dam (2) sebagai daya tarik bagi pembaca untuk dapat segera menemukan maksud penulis. Namun, kehadiran kalimat penegas dalam sebuah paragraf tidak bersifat mutlak. Kalimat penegas hadir apabila penulis merasa memerlukan untuk menegaskan kembali maksud talisannya Biasanya kalimat penegas hadir sebagai penanda bentuk paragraf induktif deduktif atau paragraf campuran

Atas dasar pemahaman unsur-unsur yang membangun paragraf tersebut struktur paragraf dapat terjadi enam kemungkinan sebagai berikut 

a. transisi, kalimat topik, kalimat penjelas, dan kalimat penegas

b. transisi, kalimat topik, dan kalimat penjelas

c. kalimat topik, kalimat penjelas, dan kalimat penegas 

d kalimat topik dan kalimat penjelas,

e. kalimat penjelas dan kalimat topik.

f. semua kalimat topik

Keenam kemungkinan struktur paragraf di atas tentu didasarkan pada kelengkapan unsur dan posisinya di dalam paragraf Jadi, dalam satu paragraf dapat terjadi (1) hanya kalimat topik saja, (2) kalimat topik dan kalimat penjelas. (3) kalimat topik, kalimat penjelas, dan kalimat penegas, (4) transisi, kalimat topik, kalimat penjelas, dan kalimat penegas. (5) transisi, kalimat topik, dan kalimat penjelas, dan (6) Kalimat penjelas dan kalimat topik.



 Menulis, M. Yunus dkk., 2013, universitas terbuka hal. 3.7


Baca Juga

Bagikan Artikel



Komentar