Memperbaiki dan Menyusun Paragraf Deskripsi





Dalam menyusun paragraf, apa pun corak pengembangannya, haruslah selalu memenuhi persyaratan pengembangan paragraf. Menurut Akhadiah dkk. (1999:148) sebuah paragraf yang baik mempunyai tiga syarat, yaitu (1) kesatuan, (2) kepaduan, dan (3) kelengkapan. Ketiga syarat tersebut juga sudah Anda pelajari pada paparan modul awal Buku Materi Pokok ini. 

Dalam menyusun paragraf deskripsi, ketiga syarat tersebut harus hadir. Artinya, jika saat pengembangan terdapat kalimat yang tidak satu ide pokok, tidak menunjukkan kepaduan, dan tidak menunjukkan kelengkapan, maka kalimat-kalimat tersebut tidak dapat disebut membangun paragraf deskripsi. Untuk memperdalam pemahaman Anda, berikut kami sajikan paragraf deskripsi berikut ini.

Contoh 

Petualangan lidah saya berlanjut ke warung tengkleng Bu Edi yang berlokasi di gapura Pasar Klewer. Pasar Klewer adalah salah satu ikon kota Solo yang terkenal. Buka tiap pukul 1.30 siang, warung ini lazim diserbu warga yang hendak menikmati "lundin" (lunch dinner--- makanan di antara makan siang dan malam). Layaknya tempat makan favorit, ia diantre pengunjung jauh sebelum jam buka.

Tengkleng kambing sekilas mirip gulai. Sebagai olahan kental, gulai disuka banyak orang. Perbedaannya terletak pada kuah---tengkleng tidak menggunakan santan. Daging yang masih menempel pada tulang dimasak hingga empuk dan tidak berbau, kemudian disajikan di dalam mangkuk atau piring. Yang unik dari tengkleng adalah kian besar tulangnya, kian disukai, yakni menyedot sumsum yang bercampur bumbu gurih langsung dari batang tulang. Bagi yang tidak menyukai daging yang menempel pada tulang, warung menyediakan daging dari bagian kepala, jeroan, serta otak.

(Dimodifikasi dari "Wisata Kuliner di Kota Batik", Garuda Magazine, 1 Agustus 2010 halaman 118).


Jika Anda cermati dua paragraf tersebut, apakah Anda mengetahui bagian mana yang mengacaukan ciri paragraf yang padu? Ya, Anda benar, kalimat kedua paragraf pertama adalah kalimat yang tidak satu bahasan, sementara kalimat ketiga paragraf pertama belum menggambarkan kemudahan pemaknaan karena konstruksi yang tidak lengkap. Sementara itu, dalam paragraf kedua kalimat kedua juga hadir "mengacaukan" kepaduan makna yang mestinya terjalin. Fokus pada tema yang dibahas menjadi terganggu dengan paparan tentang karakteristik gulai. 

Contoh 

Petualangan lidah saya berlanjut ke warung tengkleng Bu Edi yang berlokasi di gapura Pasar Klewer. Warung yang buka tiap pukul 13.30 ini lazim diserbu warga yang hendak menikmati "lundin" (lunch dinner... makanan di antara makan siang dan malam). Layaknya tempat makan favorit, pengunjung sudah mengantre jauh sebelum warung tersebut dibuka.

Tengkleng kambing sekilas mirip gulai. Perbedaannya terletak pada kuahnya. Jika kuah gulai menggunakan santan, maka tidak demikian dengan kuah tengkleng. Daging yang masih menempel pada tulang dimasak hingga empuk dan tidak berbau, kemudian disajikan di dalam mangkuk atau piring. Yang unik dari tengkleng adalah kian besar tulangnya, kian disukai, karena pelanggan akan menyedot sumsum yang bercampur bumbu gurih langsung dari batang tulang. Bagi yang tidak menyukai daging yang menempel pada tulang, warung tersebut menyediakan daging dari bagian kepala, jeroan, serta otak.

Jika mengacu pada paparan sebagaimana Contoh 12 tentu Anda memahami betul bagaimana prinsip kesatuan, kepaduan, dan kelengkapan, bukan? Penjelasan ini tentu saja sekaligus membantu Anda bahwa ketika akan menulis suatu paragraf deskripsi, batasi pembahasan pada satu topik yang menjadi sentralnya.

untuk membantu mempermudah Anda dalam menyusun paragraf deskripsi, berikut ini disajikan rambu-rambu (Suparno, 2002:4.21) yang dapat Anda ikuti. Karena sifatnya rambu-rambu, Anda pun boleh mencari dalam bentuk dan cara yang mungkin berbeda. Langkah yang harus Anda lakukan setidaknya adalah:

1. Tentukan apa yang akan dideskripsikan: misalnya apakah akan mendeskripsikan orang atau mendeskripsikan tempat; 

2. Rumuskan tujuan pendeskripsian: apakah deskripsi dilakukan sebagai

alat bantu karangan narasi, eksposisi, argumentasi, persuasi atau tujuan lain yang sifatnya reportase;

3. Tetapkan bagian yang akan dideskripsikan: kalau yang dideskripsikan orang, apakah yang akan dideskripsikan itu ciri-ciri fisik, watak, gagasannya, atau benda-benda di sekitar tokoh?, kalau yang dideskripsikan tempat, apakah yang akan dideskripsikan keseluruhan tempat atau hanya bagian-bagian tertentu saja yang menarik? Jadi, dalam tahap ini Anda harus mengumpulkan data dengan mengamati objek yang ditentukan serta menyusunnya ke dalam urutan yang padu;

4. Rinci dan sistematiskan hal-hal yang menunjang kekuatan bagian yang akan dideskripsikan: hal-hal apa saja yang akan ditampilkan untuk membantu memunculkan kesan dan gambaran kuat mengenai sesuatu yang dideskripsikan?, atau pendekatan apa yang akan digunakan penulis?






sumber: Keterampilan Menulis, M. Yunus dkk., 2013, universitas terbuka hal. 5.17


Baca Juga

Bagikan Artikel



Komentar