Pola Pengembangan Paragraf Deskripsi


Pola Pengembangan Paragraf Deskripsi


Setelah Anda memahami bagaimana ciri paragraf deskripsi, langkah selanjutnya yang harus Anda pelajari adalah bagaimana pola pengembangan dan pendekatan paragraf tersebut. Kedua hal tersebut penting mengingat untuk dapat menulis paragraf deskripsi, tentu harus ada teknik dan pendekatan yang dikuasai.

Pola pengembangan tersebut terdiri atas 3 hal, yakni (a) pola pengembangan paragraf deskripsi spasial, (b) pola pengembangan deskripsi subjektif, dan (c) pola pengembangan deskripsi objektif.


a. Pola pengembangan paragraf deskripsi spasial

Yang dimaksud dengan pola pengembangan paragraf deskripsi spasial adalah bahwa paragraf yang dikembangkan dengan menggambarkan objek khusus ruangan, benda, atau tempat. berikut adalah contoh lain paragraf deskripsi spasial.

Contoh 3

Jalan Cabe Raya, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan adalah jalan yang rawan kemacetan. Setiap pagi, menjelang jam kerja, jalan yang menghubungkan Pamulang/Parung ke Lebak Bulus disemuti para pengendara motor dan pengguna mobil yang beriringan laksana bebek yang berbaris, kadang rapi kadang pula tidak. Iringan tersebut lebih kerap diselingi dengan "adu otot" untuk berebut celah yang sedikit longgar, mulai dari pertigaan Gaplek, Merica, Cirendeu, dan PDK. Semuanya merasa memiliki keterbatasan waktu sehingga harus terburu-buru. Sementara itu, tak kalah serunya adalah angkot D15 dan 106 yang dengan seenaknya menjadi raja, menjadi yang paling benar dengan alasan setoran dan kemudian menyerobot jalan orang. Sering mereka memaksa pemobil memberikan ruang untuk mereka yang awalnya tidak mau mengantre, memilih jalur kanan, dan kemudian memaksa minta jalur pengguna lainnya. Jika Anda mengendarai mobil dan situasi benar-benar "mengunci", lebih baik matikan mesin dan nikmati kemacetan tersebut disertai keikhlasan hati agar Anda menjadi tenang. Jika tidak, kunci roda atau bogem mentah sering menjadi alternatif terakhir. Alhasil, jarak Pamulang-Lebak Bulus yang waktu tempuh normalnya 25-30 menit acap kali berubah menjadi 1 2 jam.


b. Pola pengembangan paragraf deskripsi subjektif

Yang dimaksud dengan pola pengembangan paragraf deskripsi subjektif adalah pengembangan paragraf yang menggambarkan objek seperti tafsiran atau kesan perasaan penulis. Contoh pola pengembangan ini mudah ditemukan pada media massa nasional yang mengupas tentang kuliner, misalnya yang penulis kutip dari Rubrik Tren Santap di Kompas Minggu, 7 Agustus 2011 berjudul "Rasa Italia di Cirendeu" tulisan Budi Suwarna berikut ini.

Contoh

Sensasi rasa Italia cukup otentik terhidang di Signora Pasta. Tak usah jauh-jauh ke Palermo, namun cukup di Cirendeu, Tangerang Selatan. Sang pemilik. Pria Italia bernama Giuseppe Coglitore alias Pino dan Maria sang istri, akan menyambut tamu bagai kawan lama.

Bruchetta menjadi pembuka santap malam kami, Senin (1/8) lalu. Selanjutnya, kami menyantap beberapa menu lainnya seperti fusilli al tonno, gnocchi al podomoro, dan tentu saja pizza. Kami memilih pizza al Quattro dan signora pizza yang merupakan menu signature di restoran ini. Kulit pizza-nya tipis dengan taburan keju. Ketika masuk ke mulut. Pizza itu terasa lembut. Rasa gurih dan asinnya sungguh pas. Hampir tidak ada satu rasa yang meneror sendirian di lidah.


C. Pola pengembangan paragraf deskripsi objektif

Yang dimaksud dengan pola pengembangan paragraf deskripsi objektif adalah pengembangan paragraf dengan mendasarkan pada penggambaran objek dengan apa adanya atau sebenarnya. Untuk lebih jelasnya simaklah contoh kutipan berikut ini.

Pak Ridwan sudah mulai berdagang soto di sini semenjak medio 80'an; ia termasyhur sebagai salah satu pelopor soto Betawi daging goreng. Bukan hanya dagingnya yang digoreng setelah direbus, tapi juga seluruh bala jeroannya (usus, paru, dan babat). Tak heran apabila kegurihannya bertambah. Kuahnya yang tak didominasi kunyit seperti lazimnya soto Betawi, melainkan merah menyala oleh kandungan cabe merah yang substansial membuatnya tambah berkarakter.

Satu hal lagi yang lain dari lain: soto daging ini disajikan di atas piring, dan bukan di dalam mangkuk. Ini membuat jumlah dagingnya bertambah (dan juga harganya-Rp 35.000 per porsi!)

Jam makan siang adalah jam tersibuk-cobalah datang awal kalau Anda tak ingin berkelahi atau menunggu sampai bangkotan (kapasitas rumah makan ini sekitar 55 sampai 60 pelanggan). la juga salah satu contoh legenda yang secara fisik tak mencolok, rumah makan ini terletak sekitar 300 meter dari perempatan jalan Ciputat-Pondok Indah. la berada di sebelah kanan apabila Anda datang dari arah Pasar Jumat atau Lebak Bulus. Warnanya hijau, papan namanya nyaris tak kelihatan. Pelayanan super efisien menjamin bahwa aliran pengunjung cepat dan lancar. (Soto Betawi Sambung Nikmat oleh Laksmi Pamuntjak)

(http://igfg. vivanews.com/news/read/175596 soto betawi sambung nikmat 9 Agustus 2011)













sumber: Keterampilan Menulis, M. Yunus dkk., 2013, universitas terbuka hal. 5.9




Baca Juga

Komentar