Perbedaan Narasi Fakta Dan Narasi Fiktif


Perbedaan Narasi Fakta Dan Narasi Fiktif


1. Narasi Fakta

Jika sebelumnya sudah di sebutkan perbedaan antara narasi ekspositoris dan narasi sugestif, maka narasi pun dapat dibedakan atas dasar fakta dan fiktifnya. Narasi yang berdasarkan pada fakta atau nonfiktif ada beberapa bentuk khusus, yaitu (a) otobiografi dan biografi yang bersisi sejarah riwayat hidup seorang tokoh, (b) anekdot dan insiden yang dialami oleh seorang tokoh, (c) sketsa, dan (d) profil. Sementara itu, semua jenis karya sastra termasuk narasi fiktif atau rekaan. Untuk itu marilah kita bicarakan empat bentuk narasi khusus yang berdasarkan fakta tersebut.

A. Otobiografi dan biografi

Perbedaan antara otobiografi dan biografi terletak pada narator (pengisah, pencerita)-nya, yaitu siapa yang berkisah atau bercerita dalam wacana itu Narator dalam otobiografi adalah tokohnya sendiri, sedangkan narator dalam biografi adalah orang lain. Keduanya mempunyai kesamaan, yaitu menyampaikan kisah yang menarik mengenai kehidupan dan pengalaman pengalaman pribadi. Otobiografi dan biografi dapat ditulis secara ringkas untuk keperluan penerbitan dalam media massa cetak atau elektronik, seperti majalah, surat kabar, dan internet; ditulis sangat ringkas untuk lema ensiklopedia. Namun, dapat juga ditulis utuh tersendiri melalui penelitian yang panjang menjadi sebuah buku otobiografi atau biografi

B. Anekdot dan insiden

Anekdot dan insiden sering berfungsi sebagai bagian dari otobiografi biografi, atau sejarah seorang tokoh Anekdot dan insiden mengisahkan suatu rangkaian tindak-tanduk atau perbuatan dalam suatu unit waktu tersendiri. Atas alasan ini sebenarnya anekdot dan insiden dapat dikeluarkan dari induk ceritanya tanpa mengganggu kesatuan cerita induknya Oleh sebab itu, anekdot dan insiden dapat ditulis sebagai narasi yang independen, kisah yang berdiri sendiri. 

C. Sketsa

Sketsa adalah suatu bentuk wacana yang singkat dan dikembangkan dengan menggunakan detail-detail yang terpilih berdasarkan suatu kerangka perbuatan yang naratif Tujuan utama sketsa adalah menyajikan hal-hal yang penting dari suatu peristiwa atau kejadian secara garis besar dan selektif, dan bukan untuk mengisahkan sesuatu kejadian secara lengkap. 

D. Profil

Kata profil diturunkan dari bahasa Latin: pro + filo, pro berarti 'di muka atau ke muka'; dan filum berarti 'garis', 'benang', atau 'kerangka'. Dalam bahasa Indonesia kata profil berarti: (1) pandangan dari samping (tentang wajah orang): (2) lukisan gambar orang dari samping: sketsa biografis. (3) penampang (tanah, gunung, daerah, dan sebagainya): (4) grafik atau ikhtisar yang memberikan fakta tentang hal-hal yang khusus (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2001:897).

Seperti yang tercermin dalam pengertian istilah yang dipergunakan untuk menyebut wacana ini, profil memperlihatkan ciri-ciri utama dari seorang tokoh yang dikisahkan berdasarkan suatu kerangka yang telah digariskan di muka atau sebelumnya. Profil seriang berhasil meninggalkan kesan yang dominan mengenai subjeknya. Bila kita selesai membaca sebuah profil yang baik, kita merasakan bahwa kita telah berjumpa dengan suatu kepribadian dari individu yang sesungguhnya. 

2. Narasi Fiktif

yaitu karangan yang mengisahkan hal-hal yang bersifat khayal atau imajinasi. Contoh: cerpen, novel, dongeng, dan hikayat.  

A. Cerpen 

merupakan salah satu jenis karya sastra yang memaparkan kisah atau cerita mengenai manusia beserta seluk beluknya lewat tulisan pendek dan singkat. 

B. Novel

 adalah karangan prosa yang panjang, mengandung rangkaian cerita kehidupan seseorang dengan orang-orang di sekitarnya serta menonjolkan watak dan sifat setiap pelaku. Biasanya, cerita dalam novel dimulai dari peristiwa atau kejadian terpenting yang dialami oleh tokoh cerita, yang kelak mengubah nasib kehidupannya.

C. dongeng

 adalah cerita yang tidak benar-benar terjadi, terutama tentang kejadian zaman dulu yang aneh-aneh. 

D. Hikayat 

adalah karya sastra lama berbentuk prosa yang mengisahkan kehidupan keluarga istana atau kaum bangsawan, orang-orang ternama, orang suci di sekitar istana dengan segala kesaktian, keanehan dan mukjizat tokoh utamanya. Hikayat kadang mirip cerita sejarah atau berbentuk riwayat hidup, yang didalamnya banyak terdapat hal-hal yang tidak masuk akal dan penuh keajaiban.



Baca Juga

Komentar