Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Distribusi : Pengertian, tujuan, proses , Faktor Pemilihan Saluran Distribusi, dan Fungsi Distribusi)

Materi Distribusi (Pengertian; tujuan ; proses ; Faktor Pemilihan Saluran Distribusi ;dan Fungsi Distribusi)


Pengertian Distribusi

Nisa (2019) menjelaskan bahwa distribusi merupakan kegiatan ekonomi yang menjembatani antara kegiatan produksi dan kegiatan konsumsi. Pelaku kegiatan distribusi dinamakan distributor. Barang yang sudah dihasilkan oleh produsen supaya sampai ke tangan konsumen memerlukan adanya lembaga yang biasa disebut dengan distributor. Meskipun dalam kenyataan tidak selamanya barang yang dihasilkan produsen untuk sampai ke konsumen harus melewati distributor. Akan tetapi, dalam perekonomian modern suatu kegiatan distribusi memegang peranan yang penting. Lebih-lebih dengan makin majunya teknologi transportasi yang mengakibatkan hubungan antar bangsa menjadi lebih dekat. Hal ini mengakibatkan  peranan  distribusi  makin  penting  karena  barang  yang  ada didalam negeri tetapi juga konsumen yang ada diluar negeri.

Perkembangan teknologi  informasi  juga semakin  mendorong  berkembangnya sektor distribusi dalam kegiatan ekonomi masyarakat. Dengan memanfaatkan internet, semakin banyak bermunculan jasa distribusi barang antar individu yang jauh lebih fleksible dan sebelumnya tidak pernah dilakukan melalui jasa distribusi barang konvensional. Contohnya seperti Gojek, Grab, Uber, Maxim, dan sebagainya.

Kegiatan untuk menjual atau memasarkan hasil-hasil produksi barang dan jasa kepada konsumen yang disebut juga sebagai saluran distribusi (channel of distribution) merupakan struktur bisnis dari organisasi yang saling bergantung yang  menjangkau dari titik awal suatu produk sampai ke  pelanggan  dengan tujuan memindahkan produk ke tujuan konsumen terakhir.

Saluran distribusi itu melakukan sejumlah tugas, yaitu:

1) Melakukan pengumpulan dan penyebaran informasi melalui riset pemasaran tentang potensi konsumen, pesaing, dan kekuatan lainnya dalam lingkungan pemasaran.

2) Melakukan pengembangan dan penyebaran komunikasi mengenai penawaran barang atau jasa.

3) Melakukan komunikasi mengenai minat membeli oleh anggota saluran distribusi ke produsen.

4) Melakukan usaha untuk mencapai persetujuan akhir mengenai harga dan hal hal lain sehubungan dengan penawaran.

tujuan distribusi

Distribusi yang dilakukan memiliki beberapa tujuan, antara lain:

1) Menyampaikan barang atau jasa dari produsen ke konsumen

2) Mempercepat sampainya hasil produksi ke tangan konsumen

3) Tercapainya pemerataan produksi

4) Menjaga kontinuitas produksi

5) Meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi

6) Meningkatkan nilai guna barang dan jasa

proses distribusi

Proses penyaluran produk akan memberikan dampak yang besar pada jumlah pembelian produk dan membawa keuntungan bagi perusahaan. Oleh karena itu penting bagi perusahaan untuk melaksanakan proses distribusi dengan baik. 

Proses logistik perusahaan memindahkan barang dari produsen kepada konsumen dan dari satu tempat ke tempat lain melalui sebuah saluran yang disebut saluran distribusi. Penyaluran produk ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan konsumen dan harus tepat agar tidak mengecewakan konsumen.

Proses distribusi melibatkan berbagai pihak seperti produsen, distributor, dan pedagang. Untuk lebih jelasnya terkait dengan kegiatan distribusi bisa dilihat dalam video yang tersedia di link berikut: https://bit.ly/2JlQnrk. Melalui distribusi, produsen dapat terbantu untuk menyalurkan barang dan jasa yang mereka hasilkan kepada konsumen dan di pihak lain konsumenpun akan terbantu memperoleh kemudahan menemukan barang dan jasa yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhannya.

Distribusi barang dari produsen sampai ke tangan konsumen dilakukan dengan tiga cara, yaitu sebagai berikut:

1) Distribusi langsung

Dalam distribusi langsung, hasil produksi dapat disalurkan ke tangan konsumen tanpa melalui suatu perantara apapun. Contohnya: Penjual mie ayam menjual langsung mie ayamnya kepada  konsumen dengan cara berkeliling kampung, sebuah warung yang menjual makanan dan minuman di suatu kampung.

2) Distribusi tidak langsung

Dalam distribusi tidak langsung, hasil produksi dapat disalurkan ke tangan konsumen dengan menggunakan sebuah perantara, seperti agen, pedagang besar, dan pedagang eceran. Contohnya: suatu pabrik mengekspor kayu ke negara lain seperti Malaysia, China, dan lain sebagainya dengan menggunakan agen tertentu, suatu pabrik baju menjual hasil produksinya dengan menggunakan pedagang eceran.

3) Distribusi semi langsung

Distribusi semi langsung menggunakan saluran distribusi dalam penyampaian   barangnya,   namun   saluran   distribusi   tersebut   masih menjadi bagian dari produsen tersebut. 

Saluran distribusi dapat dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu pe dagang dan agen.

1. Pedagang

Pedagang  adalah  orang  atau  perusahaan  yang  usahanya memperjualbelikan barang-barang dagangan dan ikut memiliki barang tersebut, meskipun kepemilikannya tidak secara fisik. Secara umum pedagang dapat dikategorikan dalam 3 (tiga) jenis :

(a) Produsen yang sekaligus menjual hasil produksinya kepada konsumen.

(b)  Pedagang besar  disebut  juga  wholeseller (grosir)  adalah  pihak  yang membeli   barang-barang   dagangan   dan   menjualnya   kembali   kepada pedagang besar lain, pengecer atau produsen bukan ke konsumen.

Fungsi grosis yang utama adalah mengumpulkan dan menyebarkan. Grosir berbeda dengan agen karena grosir membeli dan  memiliki  produk yang ditangani. Grosir dengan pelayanan penuh memberikan kredit, informasi pasar, dan saran-saran seperti penetapan harga kepada pelanggan. Para pedagang   kecil   hampir   tidak   dapat   dapat   beroperasi   tanpa   adanya pelayanan dari grosir.

(c) Pedagang Kecil/Retailer/Pengecer

Pengecer adalah suatu perusahaan yang membeli barang-barang dari produsen atau grosir kemudian menjualnya kepada konsumen. Penjualan eceran meliputi semua kegiatan yang berkaitan dengan penjualan barangbarang dan jasa untuk konsumen terakhir. Adapun lembaga-lembaga yang berniaga secara eceran adalah:

d) Toserba (department store). Toserba biasanya merupakan toko yang besar dan dikelompokkan ke dalam  departemen-departemen  (bagian bagian) yang didirikan di dalam kota atau di pusat-pusat perbelanjaan.

e) Supermarket  (Swalayan).  Setiap  konsumen  dapat  melayani  sendiri, memilih dan menentukan barang yang akan dibeli sesuai kemampuan dengan  pembayaran  dilakukan  secara  kontan.  Biasanya  swalayan 

menyediakan berbagai barang kebutuhan mulai dari makanan, obat- obatan, daging, peralatan rumah tangga, elektronik, dan sebagainya.

f) Toko Khusus. Pada setiap pusat pembelajaan biasanya tersedia toko - toko yang menjual barang-barang khusus, seperti: toko makanan, kedai caffe, toko sepatu, toko pakaian, toko mainan, dan sebagainya.

2. Agen atau Perantara Dagang

Perantara dalam perdagangan sering disebut agen, yaitu lembaga yang melaksanakan perdagangan dengan menyediakan jasa-jasa atau fungsi khusus yang berhubungan dengan penjualan atau distibusi barang, tetapi tidak memiliki hak atas barang yang diperdagangkan.

Pedagang perantara (agen/midleman) adalah pedagang perantara yang tidak membeli dan memiliki  barang  yang mereka  jual.  Fungsi utama  agen  adalah melakukan  penjualan  bagi  produsen.  Agen  biasanya  dibayar  dengan  suatu komisi berdasarkan volume penjualan. Makelar (broker), agen penjualan, dan agen produsen digolongkan sebagai perantara agen.

Faktor Pemilihan Saluran Distribusi

Pemilihan dan penentuan saluran distribusi bukan suatu hal yang mudah karena kesalahan dalam memilih saluran distribusi akan dapat menggagalkan tujuan perusahaan yang telah ditentukan. Pemilihan saluran distribusi yang salah dapat menimbulkan penghamburan biaya atau pemborosan. Oleh sebab itu masalah pemilihan saluran distribusi akan sangat penting artinya bagi perusahaan yang menginginkan perkembangan kegiatannya.

Oleh karena pengaruhnya sangat besar terhadap kelancaran penjualan, maka masalah saluran distribusi ini harus benar-benar dipertimbangkan. Dalam hal ini perusahaan atau produsen harus memperhatikan faktor-faktor yang sangat mempengaruhi dalam pemilihan saluran distribusi. Beberapa petunjuk dalam pemilihan saluran distribusi sebagai berikut: 

1) Sifat Barang

Sifat barang itu sendiri dapat dipakai sebagai dasar pertimbangan untuk menetapkan  seluruh  distribusi  yang  harus  ditempuh.  Sifat  barang  ini dapat berupa cepat tidaknya barang tersebut mengalami kerusakan atau yang dapat mempengaruhi turunnya nilai barang berpengaruh dalam penentuan rantai distribusi. Misalnya pada produksi dan  ekspor benih lobster, memerlukan penanganan yang hati-hati dan  kompleks karena sifat benih lobster yang mudah rusak. Berbeda dengan produksi buku tulis yang lebih mudah penanganan distribusinya karena sifatnya yang relatif tidak cepat rusak.

2) Sifat Pembayarannya

Dalam pemasaran barang, ada barang-barang tertentu yang memerlukan penyebaran seluas-luasnya baik secara vertikal maupun horizontal. Biasanya barang-barang tersebut merupakan  kebutuhan  umum, harga perunit rendah serta pembelian dari setiap konsumen relatif kecil, seperti misalnya pasta gigi, sampo, dan sabun mandi.

3) Biaya

Secara umum, mata rantai saluran distribusi yang terlalu panjang akan menimbulkan biaya yang lebih besar dan mendorong harga jual yang tinggi dan selanjutnya dapat menggangu kelancaran penjualan barang - barang tersebut. Hal ini dapat dimaklumi sebab setiap mata rantai menginginkan keuntungan yang layak sebagai imbalan dari kegiatan mereka. Untuk menekan harga penjualan maka perusahaan harus rela untuk mendapatkan keuntungan yang tipis atau mengusahakan agar komisi dari mata rantai tersebut menjadi lebih kecil. Untuk menekan biaya distribusi, perusahaan dapat mempertimbangkan untuk menyediakan unit distribusi sendiri pada bagian pemasarannya daripada harus menggunakan layanan distribusi perusahaan lain. 

4) Modal

Sifat suatu barang terutama barang-barang industri harus dapat mendorong agar  barang tersebut  dapat  diterima  oleh  konsumen  atau lembaga industri. Salah satu caranya adalah menjual barang-barang tersebut secara konsinyasi atau piutang dalam tempo tertentu. Hal ini memerlukan dana yang tidak kecil. Kalau kita menggunakan grosir atau agen mungkin masalah modal sebagaimana kalau kita menjual langsung kepada pengecer.

5) Tingkat Keuntungan

Persaingan  yang  makin  tajam  dapat  mendorong  penjualan  menjadi rendah. Dalam keadaan demikian tingkat keuntungan dari perusahaan menjadi lebih rendah. Apabila perusahaan menggunakan mata rantai saluran distribusi yang sangat panjang, dapat menyebabkan harga ke konsumen  menjadi  lebih  tinggi,  dan  ini menggangu  penjualan  barang tersebut. Perusahaan yang kebetulan tingkat keuntungannya lebih tinggi akan lebih luas dalam menentukan saluran distribusinya, sebab walaupun perusahaan menetapkan mata rantai saluran distribusi yang panjang, tetapi karena keuntungan masih cukup tinggi, maka harga sampai ke konsumen masih dapat bersaing.

Fungsi Distribusi

Awaluddin dan Wijayati (2018)    menyimpulkan bahwa fungi distribusi dikelompokkan menjadi dua, yakni fungsi pokok dan  fungsi tambahan. Yang dimaksud dengan fungsi pokok adalah tugas-tugas yang mau tidak mau harus dilaksanakan. Dalam hal ini fungsi pokok distribusi meliputi:

1) Pengangkutan (Transportasi)

Pada umumnya tempat kegiatan produksi berbeda dengan tempat tinggal konsumen, perbedaan tempat ini harus diatasi dengan kegiatan pengangkutan. Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dan semakin majunya teknologi, kebutuhan manusia semakin banyak. Hal ini mengakibatkan barang yang disalurkan semakin luas, sehingga membutuhkan alat transportasi.

2) Penjualan (Selling)

Di dalam pemasaran barang, selalu ada kegiatan menjual yang dilakukan oleh produsen. Pengalihan hak dari tangan produsen kepada konsumen dapat dilakukan dengan penjualan. Dengan adanya kegiatan ini maka konsumen dapat menggunakan barang tersebut.

3) Pembelian (Buying)

Setiap ada penjualan berarti ada pula kegiatan pembelian. Jika penjualan barang dilakukan oleh produsen, maka pembelian dilakukan oleh orang yang membutuhkan barang tersebut.

4) Penyimpanan (Storing)

Sebelum barang-barang disalurkan pada konsumen biasanya disimpan terlebih dahulu. Dalam menjamin kesinambungan, keselamatan dan keutuhan barangbarang, perlu adanya penyimpanan (pergudangan). Contoh, pembuatan dan pemanfaatan lumbung padi.

5) Pembakuan Standar Kualitas Barang

Dalam setiap transaksi jual-beli, banyak penjual maupun pembeli selalu menghendaki  adanya  ketentuan mutu,  jenis  dan  ukuran  barang  yang akan diperjualbelikan. Oleh karena itu perlu adanya pembakuan standar baik jenis, ukuran, maupun kualitas barang yang akan diperjualbelikan tersebut. Pembakuan (standarisasi) barang ini dimaksudkan agar barang yang akan dipasarkan atau disalurkan sesuai dengan harapan.

6) Penanggung Risiko

Barang yang didistribusikan bisa jatuh dan pecah, maka rusaklah barang yang akan didistribusikan tersebut. Hal ini mungkin saja terjadi pada kegiatan distribusi, maka seorang distributor tentunya akan menanggung risiko. Pada jaman sekarang untuk menanggung risiko yang muncul bisa dilakukan kerjasama dengan lembaga/perusahaan asuransi.

Sedangkan fungsi tambahan distribusi adalah sebagai berikut:

1) Menyeleksi.

Suatu kegiatan ini biasanya diperlukan untuk distribusi hasil pertanian dan produksi yang dikumpulkan dari beberapa pengusaha.

2) Mengepak/ mengemas.

Untuk menghindari adanya suatu kerusakan atau hilang dalam pendistribusian maka barang harus dikemas dengan baik.

3) Memberi Informasi.

Untuk memberi kepuasan yang maksimal kepada konsumen, produsen harus memberi  informasi  secukupnya  kepada perwakilan  daerah  atau kepada konsumen yang dianggap perlu informasi, informasi yang paling tepat bisa melalui iklan.


source: modul belajar mandiri pppk ekonomi Pembelajaran 2. Produksi, Distribusi, dan Konsumsi , kemdikbud

Posting Komentar untuk "Distribusi : Pengertian, tujuan, proses , Faktor Pemilihan Saluran Distribusi, dan Fungsi Distribusi)"