Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kebijakan Moneter : Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Instrumen Kebijakan Moneter

Kebijakan Moneter : Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Instrumen Kebijakan Moneter

Pengertian dan Fungsi Kebijakan Moneter

Pengertian kebijakan moneter banyak dikemukakan oleh para ahli ekonomi seperti yang dikemukakan oleh Nopirin (1992) yang menyatakan kebijakan moneter adalah tindakan yang dilakukan oleh penguasa moneter (biasanya bank sentral) untuk mempengaruhi jumlah uang yang beredar dan kredit yang pada gilirannya akan mempengaruhi kegiatan ekonomi masyarakat.

Dari defenisi yang telah diuraikan di atas, dapat disimpulkan bahwa ekonomi moneter adalah langkah-langkah pemerintah yang dilaksanakan oleh bank sentral (di Indonesia Bank sentral adalah Bank Indonesia) untuk mempengaruhi (mengubah) jumlah penawaran uang dalam perekonomian melalui pendekatan suku bunga yang bertujuan mendorong stabilitas dan pertumbuhan ekonomi, termasuk di dalamnya stabilitas harga dan tingkat pengangguran yang rendah, dengan maksud untuk mempengaruhi pengeluaran agregat, ditujukan untuk mendukung tercapainya sasaran ekonomi makro, yaitu pertumbuhan ekonomi yang tinggi, stabilitas harga, pemerataan pembangunan, tingkat pengangguran yang rendah, dan keseimbangan neraca pembayaran.

Menurut Sethi dalam Putong (2013), kebijakan moneter berfungsi untuk:

1.   Mendapatkan dan mengambil manfaat dari struktur tingkat suku bunga yang paling sesuai 

2.   Meraih perimbangan yang tepat antara permintaan dan penawaran uang

3. Menyediakan fasilitas kredit yang tepat bagi perekonomian dan menghentikan perkembangan yang tidak semestinya, serta mengarahkan penyaluran kredit kepada yang layak menerimanya seperti UKM

4.   Pendirian, pelaksanaan dan perluasan lembaga keuangan

5.   Manajemen hutang

Jenis Kebijakan Moneter

Untuk mengendalikan stabilitas ekonomi di suatu negara maka pemerintah melalui Bank Sentral dapat melakukan dua cara yaitu dengan cara langsung atau tidak  langsung.  Kebijakan  moneter  yang dilakukan secara langsung oleh bankmsentral dengan cara menentukan peredaran uang atau kredit perbankan, sedangkan kebijakan moneter tidak langsung dilakukan oleh Bank Sentral dengan cara mempengaruhi kemampuan bank-bank umum dalam memberikan kredit. Pengaturan jumlah uang beredar pada masyarakat diatur dengan cara menambah atau mengurangi jumlah uang beredar. Kebijakan moneter berdasarkan laporan tahunan Bank Indonesia dapat digolongkan menjadi dua, yaitu:

a.  Kebijakan Moneter Ekspansif/Monetary Expansive Policy

Kebijakan Moneter Ekspansif/Monetary Expansive Policy atau dikenal

juga sebagai kebijakan uang longgar (easy money policy) yaitu suatu kebijakan yang dilaksanakan dengan cara menambah jumlah uang yang beredar di masyarakat. Dampak dari kebijakan ini adalah mengatasi inflasi, meningkatkan daya beli measyarakat dan mengurangi penganggguran.

Penerapan kebijakan Moneter Ekspansif ini terdiri dari:

1)  Politik Diskonto (Menurunkan tingkat suku bunga pada bank umum)

2)  Giro Wajib  Minimum/GWM  (Menurunkan giro wajib minimum pada bank umum) 

3)  Operasi  Pasar  Terbuka  (Open  Market  Operation/membeli  SBI  dan SBPU)

4)  Politik Kredit Longgar (Pemberian Kredit Longgar)

b.  Kebijakan Moneter Kontraktif (Monetary Contractive Policy)

Kebijakan Moneter Kontraktif (Monetary Contractive Policy) atau juga dikenal sebagai kebijakan uang ketat (tight money policy), yaitu suatu kebijakan dalam rangka mengurangi atau memperketat jumlah uang yang beredar.   Kebijakan ini dilakukan untuk mengatasi inflasi. Kebijakan moneter kontraktif terdiri dari:

1)  Politik  Diskonto (Menaikkan tingkat suku bunga pada bank umum)

2)  Giro Wajib Minimum/ GWM (Menaikkan giro wajib minimum pada bank umum)

3)  Operasi  Pasar  Terbuka (Open  Market  Operation/  menjual  SBI  dan SBPU)

Instrumen Kebijakan Moneter

Terdapat beberapa instrumen yang dapat digunakan oleh bank sentral agar tujuan kebijakan moneter dapat dicapai. Secara umum kebijakan moneter dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu kebijakan moneter kuantitatif dan kebijakan moneter kualitatif (Putong: 2013).


Posting Komentar untuk "Kebijakan Moneter : Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Instrumen Kebijakan Moneter"