Ciri khas Statistik ,Ciri dan Sifat data Statistik,


Ciri khas Statistik ,Ciri dan Sifat data Statistik,
Ciri khas Statistik ,Ciri dan Sifat data Statistik, 


A. Ciri Khas Statistik 


        Pada dasarnya Statistik sebagai ilmu pengetahuan memiliki tiga ciri khusus, yaitu: 
 
a Statistik selalu bekerja dengan angka atau bilangan (dalam hal ini adalah data kuantitatif).
Dengan kata lain, untuk dapat melaksanakan tugasnya statistik memerlukan bahan keterangan yang sifatnya kuantitatif. Sehubungan dengan itu, jika statistik dikehendaki untuk dipergunakan sebagai alat analisis bagi data kualitatif (yaitu bahan keterangan yang tidak berwujud angka atau bilangan), maka terlebih dahulu data kualitatif tersebut harus diubah atau dikonversikan menjadi data kuantitatif. Proses pengubahan data kualitatif menjadi data kuantitatif itu dikenal dengan istilah: proses kuantifikasi. Contoh: "Pandai", "Cukup" dan "Kurang" merupakan bahan keterangan yang bersifat kualitatif mengenai prestasi belajar siswa. Untuk dapat dianalisis secara statistik, data kualitatif tersebut harus dikonversikan menjadi data kuantitatif misalnya yang disebut siswa "pandai" adalah mereka yang nilainya 80-100, "cukup" = 60-79; "kurang" = 30-59 "gagal" = 0-29. Atau: siswa yang "pandai" = 5 orang "cukup"=30 orang "kurang" 3 orang, dan seterusnya. 
 
b. Statistik bersifat objektif.
Ini mengandung pengertian bahwa statistik selalu bekerja menurut objeknya, atau bekerja menurut apa adanya. Kesimpulan yang dihasilkan dan ramalan yang dikemukakan oleh statistik sebagai ilmu pengetahuan semata-mata didasarkan data angka yang dihadapi dan diolah, dan bukan didasarkan pada objektivitas atau pengaruh luar lainnya. Itulah sebabnya mengapa statistik sering dikatakan sebagai "alat penilai kenyataan". 
 
c. Statistik bersifat universal.
Ini mengandung pengertian bahwa ruang lingkup atau ruang gerak dan bidang garapan statistik tidaklah sempit. Statistik dapat digunakan dalam hampir semua cabang kegiatan hidup manusia. Dapat disebutkan d sini misalnya, dalam bidang perekonomian dikenal adanya Statistik Perdagangan, Statistik Pertanian dan sebagian dalam bidang Kependudukan kita kenal adanya Statistik Kelahiran, Statistik Nikah, Talak, Cerai dan Rujuk, Statistik Kematian, dan sebagainya; demikian pula kita mengenal adanya Statistik Kriminalitas, Statistik Kecelakaan Lalu-lintas, Statistik Psikologi dan Pendidikan, dan sebagainya. (1) 

B. Ciri-Ciri dan Sifat Data Statistika

           secara lebih rinci, sifat angka dan ciri khas statistika dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Memiliki nilai relatif (relative value) atau nilai semu.
Nilai relatif dari sesuatu angka atau bilangan adalah nilai yang ditunjukkan oleh angka atau bilangan itu sendiri. Contoh: nilai relatif dari angka 5 adalah bilangan 5 itu sendiri.
2. Memiliki nilai batas nyata (true value) atau nilai sebenarnya.
Nilai nyata dari sesuatu angka adalah daerah tertentu dalam suatu deretan angka yang diwakili oleh nilai relatif. Contoh: nilai nyata dari angka 5 adalah daerah antara (5 0,5) sampai dengan (5 + 0,5), yaitu daerah antara 4,5-5,5
3. Memiliki nilai batas bawah relatif, nilai batas atas relatif, nilai batas bawah nyata, dan nilai batas atas nyata.
Contoh: bilangan 40-44. Bilangan 40 disebut batas bawah relatif dan bilangan 44 disebut nilai batas atas relatif. Batas bawah nyatanya adalah 40-0,5=39,5. Sedangkan, nilai batas atas nyatanya adalah 44 + 0,5 = 44,5. Sementara, bilangan 40-44 disebut relatif dan nilai 39,5-44,5 disebut nilai nyata.
4. Data statistik berbentuk kelompok memiliki nilai tengah (midpoint),
yaitu bilangan yang terletak di tengah-tengah deretan bilangan tersebut. Contoh: a. Deretan bilangan 5, 6, 7, 8, dan 9 mempunyai nilai tengah 7.   b. Data kelompok 50-54 mempunyai nilai tengah (50 + 54): 2=52. Sebab, bilangan 52 adalah bilangan yang terletak di tengah-tengah deret bilangan 50,51,52,53 dan 54.
5. Data statistik sebagai data angka.
Proses perhitungan data ini tidak menggunakan pecahan, melainkan sistem desimal. Contoh: pecahan ½ harus diubah menjadi 0,5.
6. Data statistik sebagai data angka.
Proses perhitung an dari data ini menggunakan sistem pembulatan angka tertentu. Contoh: angka 0,1134392 dibulatkan menjadi 0,113 atau angka 0,5109865 dibulatkan menjadi 0,511.  (2)


Sumber:

1. Anas Sudijono, Pengantar Statistik Pendidikan Jakarta: Raja Gr Persada, 2010), hlm. 6.
2.  Fathor rachman utsman,  M.Pd., panduan statistika pendidikan, ( yogyakarta : Divapress, 2013) h. 37-39
Baca Juga

Bagikan Artikel



Komentar