Langkah Menerapkan Desain Pembelajaran Model ASSURE


Desain Pembelajaran Model ASSURE
Desain Pembelajaran Model ASSURE



A.MODEL ASSURE

Sharon E. Smaldino, James D. Russel, Robert Heinich, dan Michael Molenda (2005) mengemukakan sebuah model desain sistem pembelajaran yang diberi nama ASSURE. Sama seperti model desain sistem pembelajaran yang lain, model ini Dikembangkan untuk menciptakan aktivitas pembelajaran yang efektif dan efisien, khususnya pada kegiatan pembelajaran yang menggunakan media dan teknologi.
     Model ASSURE lebih difokuskan pada perencanaan pembelajaran untuk digunakan dalam situasi pembelajaran di dalam kelas secara aktual. Model desain sistem pembelajaran ini terlihat lebih sederhana jika dibandingkan dengan model desain sistem pembelajaran yang lain, seperti model Dick dan Carey. Model yang dikemukakan oleh Dick dan Carey pada umumnya diimplementasikan pada sistem pembelajaran dengan skala yang lebih besar. Dalam mengembangkan model desain sistem pembelajaran ASSURE, penulis -Smaldino, Russel, Heinich, dan Molenda - mendasari pemikirannya pada pandangan pandangan Robert M. Gagne (1985) tentang peristiwa pembelajaran atau "Events of Instruction". Menurut Gagne, desain pembelajaran yang efektif harus dimulai dari upaya yang dapat memicu atau memotivasi seseorang untuk belajar. Langkah ini perlu diikuti dengan proses pembelajaran yang Sistematik, penilaian hasil belajar, dan pemberian umpan balik tentang pencapaian hasil belajar secara kontinu.
    Model desain pembelajaran ini merupakan singkatan dari komponen atau langkah penting yang terdapat didalam nyayaitu: menganalisis karakteristik siswa (analyze learner characteristics); menetapkan tujuan pembelajaran (state performance objectives); memilih metode, media dan bahan pelajaran (select methods, media and materials, utilize materials); mengaktifkan keterlibatan siswa (requires learner participation); evaluasi dan revisi (evaluation and revision).
  Model pembelajaran ini lebih berorientasi kepada pemanfaatan media dan teknologi dalam menciptakan proses dan aktivitas pembelajaran yang diinginkan. Pemanfaatan model desain pembelajaran ASSURE perlu dilakukan tahap demi tahap (sistematik) dan menyeluruh (holistik) agar dapat memberikan hasil yang optimal yaitu terciptanya pembelajaran sukses. Pada dasarnya model desain pembelajaran ASSURE dapat diimplementasikan dalam beragam "setting" pendidikan-formal dan informal. Model desain pembelajaran ini akan memberikan dampak yang lebih positif apabila diaplikasikan dalam skala "micro" seperti program pembelajaran yang berlangsung di kelas dan program pelatihan. Model desain pembelajaran ASSURE dapat digunakan untuk menetapkan pengalaman belajar yang dapat membantu siswa dalam mencapai kompetensi yang diinginkan. Langkah awal dari model desain pembelajaran ini adalah mengenal siswa sebagai individu yang akan menempuh program pembelajaran. Dengan mengenal dan mengetahui "profil" siswa yang akan menempuh proses belajar, guru, instruktur, pelatih dan perancang program pembelajaran dapat menentukan kompetensi yang sesuai dan perlu dicapai.

B.LANGKAH LANGKAH MODEL ASSURE

Supaya mendekatkan pada pemahaman. Berikut ini dikemukakan penjelasan dari tiap komponen yang terdapat pada model assure

1.Analize learner character (Menganalisis pembelajar/ siswa)

Model ASSURE memberikan kepada pendekatan yang sistematis untuk menganalisis karakteristik para siswa yang memengaruhi kemampuan mereka untuk belajar. Analisis tersebut menyediakan informasi yang memungkin kan Anda secara strategis merencanakan pelajaran yang disesuaikan agar memenuhi kebutuhan spesifik para siswa Anda.
   Faktor kunci yang diperhatikan dalam analisis pemelajar adalah sebagai berikut:
•Karakteristik umum
•Kompetensi dasar spesifik
•Gaya belajar
Faktor pertama, karakteristik umum, mencakup deskriptor, seperti usia, gender, kelas, dan faktor budaya atau sosioekonomi.
Faktor kedua, kompetensi dasar spesifik, merujuk pada pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki pemelajar atau yang belum dimiliki: keterampilan prasyarat, keterampilan target, dan sikap.
Faktor ke tiga, gaya belajar, merujuk pada spektrum sifat sifat psikologis yang memengaruhi bagaimana siswa Anda merasakan dan merespons stimulus yang berbeda, seperti kecerdasan jamak, preferensi dan kekuatan perseptual, kebiasaan memproses informasi, motivasi, dan faktor-faktor fisiologis.

2.State performance objektive ( menyatakan standar dan tujuan)

Tujuan pembelajaran dapat diperoleh dari silabus atau kurikulum, informasi yang tercatat dalam buku teks, atau dirumuskan sendiri oleh perancang atau instruktur setelah melalui proses penilaian kebutuhan belajar atau learning need assessment. Tujuan pembelajaran merupakan rumusan atau pernyataan yang mendeskripsikan tentang kompetensi pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang akan dimiliki oleh siswa setelah menempuh proses pembelajaran.
Smaldino, lowther, russell (2012) menyatakan bahwa tujuan belajar merupakan pernyataan dari apa yang akan dicapai para pembelajar, bukan bagaimana mata pelajaran di ajar akan.  Smaldino dkk.  Juga membuat daftar periksa tujuan “ABCD”
ABCD dari tujuan yang dinyatakan dengan baik memberikan Anda proses yang mudah diikuti untuk menentukan tujuan belajar. Proses dimulai dengan menyebutkan audiensi (Audience) yang menjadi sasaran tujuan. Proses itu kemudian memerinci perilaku (Behavior) yang harus ditampilkan dan kondisi (Condition) di mana perilaku tersebut akan diamati. Akhirnya, proses itu memerinci tingkat (Degree) sampai di mana pengetahuan atau kemampuan baru harus dikuasai-kriteria yang dengannya kemampuan dapat dinilai.

3.select methods, media and materials, utilize materials (memilih strategi,  teknologi media dan material)

  Smaldino dkk memaparkan ketika mengidentifikasi strategi pengajaran untuk mata pelajaran harus memilih dua jenis strategi: strategi yang berpusat pada guru dan strategi yang berpusat pada siswa.
•Strategi guru adalah kegiatan yang  akan gunakan untuk mengajarkan mata pelajaran, sebagai misal, menyajikan sebuah konsep dengan menampilkan sebuah video atau membaca sebuah kisah, atau menunjukkan bagaimana menkonjugasi sebuah kata kerja.
•Strategi yang berpusat pada siswa merupakan kegiatan yang melibatkan siswa dalam belajar aktif seperti membahas kelebihan dan kekurangan sebuah topik
Kemudian Dalam hal memilih teknologi dan media yang sesuai bukanlah menjadi hal yang mudah perlu mempertimbangkan sumber daya yang tersedia,  keberagaman siswa,  dan tujuan belajar spesifik yang dicapai.
Ketika telah memilih strategi dan jenis teknologi dan media yang diperlukan dalam mata pelajaran berikutnya adalah memilih materi yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan mata pelajaran. Langkah ini biasanya melibatkan tiga pilihan: (1) memilih materi yang tersedia, (2) mengubah materi yang ada, atau (3) merancang materi baru.

4.requires learner participation (mengharuskan partisipasi siswa)

   Agar berlangsung efektif dan efisien proses pembelajaran memerlukan adanya keterlibatan mental siswa secara aktif dengan materi atau substansi yang sedang dipelajari. Pemberian latihan merupakan contoh bagaimana melibatkan aktivitas mental siswa dengan materi yang sedang dipelajari. Siswa yang terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran pada umumnya akan dengan mudah mempelajari materi pembelajaran. Setelah aktif melakukan proses pembelajaran, pemberian umpan balik yang berupa pengetahuan tentang hasil belajar akan memotivasi siswa untuk mencapai prestasi belajar yang lebih tinggi.

5.evaluation and revision (mengevaluasi dan merevisi )

     Langkah terakhir dalam model assure yaitu evaluasi dan merevisi efektifitas dan efisiensi pembelajaran serta menilai pencapaian hasil belajar siswa
Smaldino dkk.  Menjelaskan bahwa Metode dalam menilai prestasi bergantung pada sifat dari tujuan belajar. Beberapa tujuan belajar mengharuskan kemampuan kognitif yang relatif sederhana sebagai misal, menyebut hukum Ohm, membedakan kata sifat dari kata keterangan, atau merangkum prinsip Deklarasi Kemerdekaan. Tujuan belajar seperti itu semua bermanfaat bagi ujian tertulis konvensional. Tujuan lainnya mungkin membutuhkan perilaku pemrosesan (misalnya, membuat bagan kalimat, menyelesaikan persamaan kuadrat, atau mengelompokkan binatang), pembentukan produk (misalnya, ukiran, komposisi tertulis, presentasi PowerPoint, atau sebuah portofolio) Tujuan belajar semacam ini membutuhkan penilaian yang lebih autentik dan komprehensif, seperti evaluasi berdasar-kinerja yang mengharuskan para siswa menampilkan pembelajaran mereka secara alamiah.





-----------------------------
Sumber:
Sharon e. Smaldino, deborah l.  Lowther,  james d.  Russell,  instuctional technology and media for learning,  edisi ke 9 (jakarta; kencana, 2012)
Benny a. Pribadi,  model desain sistem pembelajaran, (jakarta; dian rakyat, 2009)
Benny a. Pribadi,  model  assure untuk mendesain pembelajaran sukses, (jakarta; dian rakyat, 2011)

Baca Juga

Komentar