KETERAMPILAN DASAR YANG HARUS DIMILIKI GURU DALAM BELAJAR MENGAJAR


KETERAMPILAN DASAR YANG HARUS DIMILIKI GURU DALAM BELAJAR MENGAJAR




Beberapa keterampilan yang harus dimiliki guru dalam kegiatan pembelajaran

         Kegiatan pembelajaran mutlak harus dirancang dan dilaksanakan guru di dalam maupun di luar kelas secara profesional. Guru merupakan profesi. Sebagai profesi, pekerjaan sebagai guru mensyaratkan sejumlah keterampilan-keterampilan. Keterampilan itu hanya mungkin didapatkan dari sebuah proses pendidikan dan latihan dari Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan serta pendidikan dan latihan lanjutan yang diberikan oleh instansi dan organisasi terkait yang berkompeten.
        Pendapat yang menyatakan bahwa mengajar adalah proses penyampaian atau penerusan pengetahuan, sudah mulai ditinggalkan oleh banyak orang. Kini, mengajar lebih sering dimaknai sebagai perbuatan yang kompleks, yaitu penggunaan secara integratif sejumlah keterampilan untuk menyampaikan pesan. Pengintegrasian keterampilan-keterampilan yang dimaksud dilandasi oleh seperangkat teori dan diarahkan oleh suatu wawasan. Sedangkan aplikasinya secara unik dalam arti secara simultan dipengaruhi oleh semua komponen belajar mengajar. Komponen yang dimaksud yaitu: tujuan yang ingin dicapai, pesan yang ingin disampaikan, subjek didik, fasilitas dan lingkungan belajar, serta yang tidak kalah pentingnya keterampilan, kebiasaan serta wawasan guru tentang diri dan misinya sebagai pendidik. Agar proses pembelajaran dapat berlangsung dengan baik, maka pengajar harus memberdayakan diri sendiri dan para siswanya. Siswa diharapkan mempunyai kompetensi yang diajarkan. Mereka diposisikan sebagai subjek belajar, sedangkan guru sebagai fasilitator.
          menurut Allen and Ryan (1969) dalam bukunya micro Teaching ada 14 (komponen keterampilan mengajar).
l . Stimulus Variation (Variasi Stimulus)
2. Set Induction (Siasat memulai/mengawali pengajaran)
3. Closure (Siasat mengakhiri/menutup pengajaran)
4. Silence and Non Verbal Cues (Isyarat/sasmita)
5. Reinforcement of Studen partisipation  (Penguatan pada keterlibatan pelajar dalam pengajaran)
6. Fluency in Asking Questions (Kefasihan bertanya)
7. Probing Questions (Pertanyaan melacak/menggali)
8. Higher Order Questions (Pertanyaan tingkat tinggi)
9. Divergent Questions (Pertanyaan divergen belum pasti)
10. Recognizing attending Behavior (Mengenal tingkah laku yang tampak) 
11. Illustrating and Use of Example (Pengilustrasian dan penggunaan contoh)
12. Lecturing (Berceramah)
13. Planned Repetition (Pengulangan yang direncanakan)
14. Completeness of Communication (Kelengkapan berkomunikasi).       
         Guru yang profesional adalah guru yang dapat melakukan tugas mengajarnya dengan baik. Dalam mengajar diperlukan keterampilan-keterampilan yang dibutuhkan untuk kelancaran proses belajar mengajar secara efektif dan efisien. Keterampilan guru dalam proses belajar mengajar antara lain: 
(1) keterampilan membuka dan menutup pelajaran, 
(2) keterampilan menjelaskan, 
(3) keterampilan bertanya, 
(4) keterampilan memberi penguatan, 
(5) keterampilan menggunakan media pembelajaran, 
(6)keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil 
(7) keterampilan mengelola kelas 
(8) keterampilan mengadakan variasi, dan 
(9) keterampilan keterampilan mengajar perorangan dan kelompok kecil. 

A. KETERAMPILAN MEMBUKA DAN MENUTUP PELAJARAN.


1. Keterampilan Membuka Pelajaran
        Keterampilan membuka pelajaran ialah kegiatan yang dilakukan oleh guru dalam kegiatan pembelajaran untuk menciptakan prakondisi murid agar minat dan perhatiannya terpusat pada apa yang akan dipelajarinya. Dengan demikian usaha tersebut akan memberikan efek yang positif bagi kegiatan pembelajaran. Dengan kata lain, kegiatan yang dilakukan oleh guru dimaksudkan untuk menciptakan suasana mental siswa agar terpusat pada hal hal yang dipelajarinya. Kegiatan membuka pelajaran tidak hanya dilakukan oleh guru pada awal jam pelajaran, tetapi juga pada awal setiap penggal kegiatan inti pelajaran yang diberikan selama jam pelajaran itu. Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara mengemukakan tujuan yang akan dicapai, menarik perhatian siswa, memberi acuan, dan membuat kaitan antara materi pelajaran yang telah dikuasai oleh siswa dengan bahan yang akan dipelajarinya.
  
a. Tujuan keterampilan membuka pelajaran, yaitu untuk: 
1) membantu siswa mempersiapkan diri agar sejak semula sudah dapat membayangkan pelajaran yang akan dipelajarinya. 
2) menimbulkan minat dan perhatian siswa pada apa yang akan dipelajari dalam kegiatan belajar mengajar.
 3) membantu siswa agar mengetahui batas-batas tugas yang akan dikerjakan. 
4) membantu siswa agar mengetahui hubungan antara pengalaman-pengalaman yang telah dikuasainya dengan hal-hal baru yang akan dipelajari atau yang belum dikenalnya.

b. Komponen-komponen dalam keterampilan membuka pelajaran, yaitu: 
1) menarik perhatian siswa, diantaranya dengan cara: 
a) melakukan variasi dalam mengajar. 
b) menggunakan alat bantu mengajar. 
c) melakukan variasi dalam pola interaksi. 
2) memotivasi siswa, diantaranya dengan cara: 
a) menimbulkan kehangatan dan keantusiasan. 
b) menimbulkan rasa ingin tahu. 
c) mengemukakan ide yang bertentangan. 
d) memperhatikan minat siswa.  
3) memberi acuan, diantaranya dengan cara: 
a) mengemukakan tujuan dan batas-batas tugas. 
b) mengajukan pertanyaan-pertanyaan. 
c) menyarankan langkah-langkah yang harus ditempuh siswa dalam kegiatan pembelajaran. 
4) membuat kaitan, diantaranya dengan cara menghubungkan minat, pengalaman, dan hal-hal yang dikenal oleh siswa ketika guru melakukan kegiatan pembelajaran.

2. Keterampilan Menutup Pelajaran 
        Kegiatan menutup pelajaran (closoure) adalah kegiatan mengakhiri pelajaran dengan cara menyimpulkan secara menyeluruh tentang kompetensi apa yang telah dikuasai serta keterkaitannya dengan kompetensi-kompetensi yang dikuasai dan dipersyaratkan pada proses pembelajaran sebelumnya.    
  Keterampilan menutup pelajaran ialah kegiatan yang dilakukan oleh guru untuk mengakhiri pelajaran. 

a. Tujuan keterampilan menutup pelajaran, yaitu untuk: 
1) mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam mempelajari materi pelajaran. 
2) mengetahui tingkat keberhasilan guru dalam membelajarkan pada siswa.
3) membantu siswa agar mengetahui hubungan antara pengalaman-pengalaman yang telah dikuasainya dengan hal-hal yang baru saja dipelajarinya. 

b. Komponen keterampilan menutup pelajaran, yaitu: 
1) meninjau kembali penguasaan inti pelajaran atau membuat ringkasan 
2) mengevaluasi, dengan cara: 
a) mendemonstrasikan keterampilan. 
b) mengaplikasikan ide baru. 
c) mengekspresikan pendapat siswa sendiri. 
d) memberi soal-soal lisan maupun tulisan. 
e) mengadakan pengayaan, tugas mandiri, maupun tugas terstruktur.

3. Prinsip-prinsip keterampilan Membuka dan Menutup Pelajaran, yaitu: 
a. Bermakna  
            Usaha untuk menarik perhatian siswa atau memotivasi siswa harus sesuai dengan isi dan tujuan pelajaran. Cerita singkat atau lawakan yang tidak ada hubungannya dengan pelajaran hendaknya dihindarkan. 
b. Berurutan dan Berkesinambungan 
       Kegiatan ini dilakukan oleh guru dalam memperkenalkan / merangkum kembali pelajaran sebagai bagian dari kesatuan yang utuh. Perwujudan prinsip berurutan dan berkesinambungan ini memerlukan adanya suatu susunan bahan pelajaran yang tepat, sesuai dengan minat siswa, ada kaitan logis antara satu bagian dengan lainnya, sehingga dapat disusun rantai kognisi yang jelas dan tepat.

B. KETERAMPILAN MENJELASKAN 


      Menjelaskan merupakan salah satu kegiatan guru terpenting dalam proses pembelajaran. Untuk mengasah keterampilan kognitif diperlukan cara menjelaskan ,cara menerapakan nilai dan sikap perlu dijelaskan, dan agar siswa terampil mengerjakan atau melakukan sesuatu maka perlu penjelasan terlebih dahulu.  Karena guru harus menguasai dengan Keterampilan menjelaskan.
          Keterampilan menjelaskan dalam pembelajaran ialah keterampilan menyajikan informasi secara lisan yang diorganisasi secara sistematis untuk menunjukkan adanya hubungan antara satu bagian dengan bagian yang lainnya, misalnya antar sebab dan akibat, definisi dengan contoh atau dengan sesuatu yang belum diketahui. Penyampaian informasi yang terencana dengan baik dan disajikan dengan urutan yang cocok, merupakan ciri utama kegiatan menjelaskan. Pemberian penjelasan merupakan suatu aspek yang sangat penting dalam kegiatan seorang guru. Interaksi di dalam kelas cenderung dipenuhi oleh kegiatan pembicaraan, baik oleh guru sendiri, oleh guru dan siswa, maupun antara siswa dengan siswa.

 1. Tujuan keterampilan menjelaskan, yaitu: 
a. Membimbing murid memahami materi yang dipelajari 
b. Melibatkan murid untuk berpikir dengan memecahkan masalah-masalah 
C. Untuk memberikan balikan kepada murid mengenai tingkat pemahamannya dan untuk mengatasi kesalahpahaman mereka. 
d. Membimbing murid untuk menghayati dan mendapat proses penalaran serta menggunakan bukti-bukti dalam pemecahan masalah. 
e. Menolong siswa untuk mendapatkan dan memahami hukum, dalil, dan prinsip-prinsip umum secara objektif dan bernalar.

2. Komponen-komponen keterampilan menjelaskan, yaitu 
a. Komponen merencanakan 
      Penjelasan yang diberikan oleh guru perlu direncanakan dengan baik, terutama yang berkenaan dengan isi pesan dan penerima pesan.
1) isi pesan (materi) meliputi: analisis masalah secara keseluruhan. dalam hal ini termasuk mengidentifikasikan unsur-unsur apa yang akan dihubungkan dalam penjelasan tersebut; penemuan jenis hubungan yang ada antara unsur unsur yang dikaitkan tersebut; penggunaan hukum atau generalisasi yang sesuai dengan hubungan yang telah ditentukan.
 2) penerima pesan :Merencanakan suatu penjelasan harus mempertimbangkan penerima pesan. Penjelasan yang disampaikan tersebut sangat bergantung pada kesiapan anak yang mendengarkannya. Hal ini berkaitan erat dengan jenis kelamin, usia, kemampuan, latar belakang, sosial, dan lingkungan belajar. Oleh karena itu, dalam merencanakan suatu penjelasan harus selalu mempertimbangkan faktor-faktor tersebut diatas.
b. Penyajian suatu penjelasan 
       Penyajian suatu penjelasan dapat ditingkatkan hasilnya dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut. 
1) Kejelasan 
     Penjelasan hendaknya diberikan dengan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh siswa dan penggunaan ucapan-ucapan dan menghindari istilah-istilah lain yang tidak dapat dimengerti oleh siswa. 
2) Penggunaan contoh dan ilustrasi 
       Dalam memberikan penjelasan sebaiknya menggunakan contoh-contoh yang ada hubungannya dengan sesuatu yang dapat ditemui oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari.
3) Pemberian tekanan 
        Dalam memberikan penjelasan, guru harus mengarahkan perhatian siswa agar terpusat pada masalah pokok dan mengurangi informasi yang tidak penting. Dalam hal ini guru dapat menggunakan tanda atau isyarat lisan, seperti "yang terpenting", "perhatikan baik-baik konsep ini" atau "perhatikan yang ini agak susah" 
4) Penggunaan balikan 
      Guru hendaknya memberi kesempatan kepada siswa untuk menunjukkan pemahaman, keraguan, atau ketidak mengertiannya ketika penjelasan itu diberikan. Berdasar kan balikan itu guru perlu melakukan penyesuaian dalam penyajiannya, misalnya kecepatannya, memberi contoh tambahan atau mengulangi kembali hal-hal yang penting. Balikan tentang sikap siswa dapat dijaring bersamaan dengan pertanyaan yang bertujuan menjaring balikan tentang pemahaman mereka.

3. Prinsip-prinsip keterampilan menjelaskan, yaitu 
a. Penjelasan dapat diberikan pada awal, di tengah, ataupun di akhir jam pertemuan (pelajaran), tergantung pada keperluannya. Penjelasan itu dapat juga diselingi dengan tujuan pembelajaran. 
b. Penjelasan harus relevan dengan tujuan pembelajaran. 
c. Guru dapat memberikan penjelasan apabila ada pertanyaan dari siswa ataupun yang direncanakan oleh guru sebelumnya. 
d. Materi penjelasan harus bermakna bagi siswa 
e. Penjelasan harus sesuai dengan kemampuan dan karakteristik siswa 

C. KETERAMPILAN BERTANYA



       Brown, dalam Hasibuan (1994) menyatakan bahwa bertannya alah setiap pernyataan yang mengkaji atau menciptakan ilmu  pada diri siswa. Cara untuk mengajukan pertanyaan yang berpengaruh positif bagi kegiatan belajar siswa merupakan suatu hal yang tidak mudah. Oleh sebab itu, seorang guru hendaklah berusaha agar memahami dan menguasai penggunaan keterampilan bertanya.
        Model dan metode pembelajaran apa pun yang digunakan seorang guru, bertanya merupakan kegiatan yang selalu merupakan bagian yang tidak terpisahkan.
        Keterampilan bertanya dibedakan atas keterampilan mengajar bertanya tingkat dasar dan keterampilan mengajar bertanya tingkat lanjut. Keterampilan bertanya tingkat dasar mempunyai komponen dasar yang perlu diterapkan dalam mengajukan segala jenis pertanyaan. Keterampilan bertanya tingkat lanjut merupakan lanjutan dari keterampilan bertanya dasar dan berfungsi untuk mengembangkan kemampuan berpikir Siswa dan mendorong mereka agar dapat mengambil inisiatif sendiri.

1. Tujuan pertanyaan yang diajukan kepada siswa, yaitu:
a. Membangkitkan minat dan rasa ingin tahu siswa terhadap suatu masalah yang sedang dibicarakan.
b. Memusatkan perhatian siswa pada suatu masalah Yang sedang dibahas.
c. Mendiagnosis kesulitan-kesulitan khusus yang menghambat siswa dalam belajar.
d. Mengembangkan cara belajar siswa aktif.
e. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengasimilasikan informasi.
f. Mendorong siswa mengemukakan pendapat dalam diskusi.
g. Menguji dan mengukur hasil belajar.

2. Komponen-komponen keterampilan bertanya, yaitu:

a. Keterampilan bertanya tingkat dasar
  1) penggunaan pertanyaan secara jelas dan singkat dengan menggunakan kata-kata yang mudah dipahami oleh Siswa sesuai dengan taraf perkembangannya
2) pemberian acuan, sebelum memberikan pertanyaan,  kadang-kadang guru perlu memberikan acuan berupa pernyataan yang berisi informasi yang relevan dengan jawaban yang diharapkan dari siswa,
3) pemindahan giliran. adakalanya satu pertanyaan perlu dijawab oleh lebih dari seorang siswa, karena jawaban belum benar atau belum memadai. untuk itu guru dapat menggunakan teknik pemindahan giliran, mula-mula guru mengajukan pertanyaan kepada seluruh kelas, kemudian memilih salah seorang siswa untuk menjawab, dengan cara menyebut namanya atau dengan menunjuk siswa itu.
4) penyebaran. untuk melibatkan siswa sebanyak-banyaknya di dalam pelajaran, guru perlu menyebarkan giliran untuk  menjawab pertanyaan secara acak. ia hendaknya berusaha agar siswa mendapat giliran secara merata. 
5) pemberian waktu berpikir. setelah mengajukan pertanyaan kepada seluruh siswa, guru perlu memberi waktu beberapa detik untuk berpikir sebelum menunjuk salah  seorang siswa untuk menjawabnya.
  6) pemberian tuntunan. bila seorang siswa memberikan jawaban salah atau tidak dapat memberikan jawaban, guru hendaknya memberikan tuntunan kepada siswa itu,  agar ia dapat menemukan sendiri jawaban yang benar.

b, Keterampilan bertanya tingkat lanjutan
1) pengubahan tuntunan tingkat kognisi dalam menjawab pertanyaan. Pertanyaan yang dikemukakan oleh guru dapat mengandung proses mental yang berbeda-beda dari proses mental yang rendah sampai proses mental yang tinggi. Oleh karena itu dalam mengajukan pertanyaan, guru hendaknya berusaha mengubah tuntunan tingkat kognisi dalam menjawab pertanyaan dari tingkat yang paling rendah, yaitu: evaluasi ingatan, pemahaman, penerapan, analisis, dan sintesis.
2) Pengaturan urutan pertanyaan. Untuk mengembangkan tingkat kognisi dari yang sifatnya Lebih rendah ke arah Lebih tinggi dan kompleks, guru hendaknya dapat mengatur urutan pertanyaan yang diajukan kepada siswa.
3) Penggunaan pertanyaan pelacak. Jika jawaban yang diberikan oleh siswa dinilai benar oleh guru, tetapi masih dapat ditingkatkan menjadi sempurna, guru dapat mengajukan pertanyaan-pertanyaan pelacak kepada siswa tersebut.
4) Peningkatan terjadinya interaksi. Agar siswa Iebih terIihat secara pribadi dan Iebih bertanggung jawab atas kemajuan dan hasil diskusi, guru hendaknya mengurangi atau menghilangkan peranan sebagai penanya sentral dengan cara mencegah pertanyaan dijawab oleh seorang siswa. Dan jika siswa mengajukan pertanyaan, guru tidak segera menjawab, tetapi melontarkan kembali kepada siswa Iainnya.

3. Prinsip-prinsip keterampilan bertanya, yaitu:
a. Kehangatan dan antusias
Peningkatan, partisipasi siswa dalam proses pembelajaran, guru perlu menunjukkan sikap, baik pada waktu mengajukan pertanyaan maupun ketika menerima jawaban dari siswa. Sikap dan gaya guru termasuk suara, ekspresi wajah, gerakan, dan posisi badan menampakkan ada tidaknya kehangatan dan keantusiannya.
b. Kebiasaan yang perlu dihindari
1) jangan mengulang-ulang pertanyaan apabila siswa tak mampu menjawabnya.
2) jangan mengulang-ulang jawaban siswa
3) jangan menjawab sendiri pertanyaan yang diajukan sebelum siswa memperoleh kesempatan untuk menjawabnya.
4) usahakan agar siswa tidak menjawab pertanyaan secara serempak, karena guru tidak mengetahui dengan pasti   siapa yang menjawab dengan benar dan siapa yang salah.
5) menentukan siswa yang harus menjawab sebelum mengajukan pertanyaan. oleh karena itu pertanyaan hendaknya ditujukan lebih dulu kepada seluruh siswa baru kemudian   guru menunjuk salah seorang untuk menjawab.
6) pertanyaan ganda. guru kadang-kadang mengajukan pertanyaan yang sifatnya ganda, menghendaki beberapa jawaban atau kegiatan yang harus dilakukan oleh siswa.

D. KETERAMPILAN MEMBERI PENGUATAN


         Keterampilan dasar penguatan adalah segala bentuk respons guru yang merupakan bagian dari upaya modifikasi tingkah laku guru terhadap tingkah laku siswa, yang bertujuan untuk memberikan informasi atau umpan balik bagi siswa atas perbuatan atau responsnya terhadap stimulus yang diberikan guru sebagai suatu dorongan atau koreksi.
Penguatan adalah respon terhadap suatu tingkah laku yang dapat meningkatkan kemungkinan berulangnya kembali tingkah laku tersebut.

 1. Tujuan keterampilan memberi penguatan, yaitu:
  a. Meningkatkan perhatian siswa pada pelajaran
b. Meningkatkan motivasi belajar siswa
c. Memudahkan siswa untuk belajar
d. Mengeliminir tingkah laku siswa yang negatif dan membina tingkah laku positif siswa.

  2. Komponen-komponen keterampilan penguatan, yaitu:
a. Penguatan verbal
Penguatan verbal biasanya diutarakan dengan menggunakan kata-kata pujian, penghargaan persetujuan,   dan sebagainya. Misalnya: "pintar sekali", "bagus", "betul",  "seratus buat Nani".
 b. Penguatan non verbal
Penguatan ini meliputi beberapa hal, seperti:
1) penguatan berupa gerakan mimik dan badan, misalnya: acungan jempol, senyuman, kerut kening, wajah cerah. 
2) penguatan dengan cara mendekati, misalnya: guru duduk dekat siswa, berdiri di samping siswa, berjalan dl sisi siswa.
3) pengaturan dengan kegiatan menyenangkan. dalam hal ini guru dapat menggunakan kegiatan-kegiatan yang disenangi Oleh siswa sebagai penguatan. Misalnya, apabila siswa dapat menyelesaikan pekerjaan dengan baik, maka dia dapat diminta untuk membantu teman Iainnya.
4) penguatan berupa simbol dan benda, misalnya kartu bergambar lencana, bintang dari plastik.
5) penguatan tak penuh, yang diberikan apabila siswa memberi jawabannya sebagian yang benar. Dalam hal ini guru tidak boleh langsung menyalahkan siswa, tetapi sebaiknya memberikan penguatan tak penuh, misalnya ”ya, jawabanmu sudah baik, tetapi masih dapat sempurnakan" sehingga siswa tersebut mengetahui bahwa jawabannya tidak seluruhnya salah, dan ia mendapat dorongan untuk menyempunakannya.

3. Prinsip-prinsip keterampilan penguatan, yaitu:
a. Kehangatan dan antusias
b. Kebermaknaan  
c. Menghindari respon yang negatif 
d. Penguatan pada perseorangan
e. Penguatan pada kelompok siswa  
f. Penguatan yang diberikan dengan segera
g. Penguatan yang diberikan secara variatif,

E. KETERAMPILAN MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN


      Media pembelajaran adalah sarana pembelajaran yang digunakan sebagai perantara dalam proses pembelajaran untuk mempertinggi efektivitas dan efisiensi dalam mencapai tujuan pembelajaran.

 1. Tujuan keterampilan menggunakan media pembelajaran, yaitu:
a. Memperjelas penyajian pesan agar terlalu verbalistis
b. Mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan daya Indera
c. Memperlancar jalannya proses pembelajaran
d. Menimbulkan kegairahan belajar
e. Memberi kesempatan kepada siswa untuk berinteraksi langsung dengan lingkungan dan kenyataan
f. Memberi kesempatan pada siswa untuk belajar secara mandiri sesuai dengan kemampuan dan minatnya.

2. Komponen-komponen keterampilan menggunakan media pembelajaran, yaitu:
a. Media audio, yaitu media yang digunakan sebagai alat bantu pembelajaran yang mempunyai sifat dapat didengarkan oleh siswa, seperti radio.
b. Media visual, yaitu media yang digunakan sebagai alat bantu dalam pembelajaran yang mempunyai sifat dapat dilihat oleh siswa, seperti peta.
c. Media audio visual, yaitu media yang digunakan sebagai alat bantu dalam pembelajaran yang mempunyai sifat dapat dilihat dan didengar oleh siswa, seperti TV Edukasi.

3. Prinsip-prinsip keterampilan menggunakan media pembelajaran, yaitu:
a. Tepat guna, artinya media pembelajaran yang digunakan sesuai dengan kompetensi dasar.
b. Berdaya guna, artinya media pembelajaran yang digunakan mampu meningkatkan motivasi siswa
c. Bervariasi, artinya media pembelajaran yang digunakan mampu mendorong sikap aktif siswa dalam belajar

F. KETERAMPILAN MEMBIMBING DISKUSI KELOMPOK KECIL


      Diskusi kelompok kecil adalah suatu proses percakapan yang teratur dan melibatkan sekelompok orang dalam interaksi tatap muka yang bebas dan terbuka, dengan tujuan berbagai informasi atau pengalaman, mengambil keputusan, memecahkan suatu masalah. Jadi, pengertian keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil ialah keterampilan melaksanakan kegiatan membimbing siswa agar dapat melaksanakan diskusi kelompok kecil dengan efektif.

1. Tujuan keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil, yaitu: 
a. Siswa dapat memberi informasi atau pengalaman dalam menjelajahi gagasan baru atau masalah yang harus dipecah kan Oleh mereka.
b. Siswa dapat mengembangkan pengetahuan dan kemampuan untuk berpikir dan berkomunikasi.
c. Siswa terlibat dalam perencanaan dan pengambilan keputusan

2. Komponen-komponen keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil, yaitu:
a. Memusatkan perhatian siswa pada tujuan dan topik diskusi
b. Memperjelas masalah maupun usulan/pendapat
c. Menganalisis pandangan/pendapat siswa 
d. Meningkatkan usulan siswa
e. Menyebarluaskan kesempatan berpartisipasi
f. Menutup diskusi

3. Prinsip-prinsip keterampilan membimbing diskusi kelompok  kecil, yaitu:
a. Diskusi hendaknya berlangsung dalam ”iklim terbuka". Hal ini ditandai dengan adanya keantusiasan berpartisipasi,  kehangatan hubungan antar pribadi, kesediaan menerima, dan mengenal lebih jauh topik diskusi, dan menghargai  pendapat orang Iain. Dengan demikian semua anggota kelompok mempunyai keinginan untuk mengenal dam dihargai, dapat merasa aman dan bebas mengemukakan pendapat.
b. Perlu perencanaan dan persiapan yang matang, meliputi:
1) topik yang dipilih hendaknya sesuai dengan tujuan Yang akan dicapai, minat, dan kemampuan siswa. 
2) masalah hendaknya mengandung jawaban yang kompleks, bukan jawaban tunggal. 
3) adanya informasi pendahuluan yang berhubungan dengan topik tersebut agar para siswa memiliki latar belakang pengetahuan yang sama. 
4) guru harus benar-benar siap dengan sumber informasi sebagai motivator sehingga mampu memberikan penjelasan dan mengerjakan pertanyaan-pertanyaan yang dapat memotivasi siswa. 

G. KETERAMPILAN MENGELOLA KELAS


        Keterampilan pengelolaan kelas penting untuk dukuasai oleh siapapun yang menerjunkan dirinya ke dalam dunia pendidikan terutama guru.
     Pengelolaan kelas adalah keterampilan guru menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal dan mengembalikannya apabila terjadi gangguan dalam proses belajar mengajar. 

1. Tujuan keterampilan mengelola kelas, yaitu: 
a. Mendorong siswa mengembangkan tingkah lakunya sesuai tujuan pembelajaran. 
b. Membantu siswa menghentikan tingkah lakunya yang menyimpang dari tujuan pembelajaran. 
c. Mengendalikan siswa dan sarana pembelajaran dalam suasana pembelajaran yang menyenangkan untuk mencapai tujuan pembelajaran. 
d. Membina hubungan interpersonal yang baik antara guru dengan siswa dan siswa dengan siswa, sehingga kegiatan pembelajaran menjadi efektif.

2. Komponen-komponen keterampilan mengelola kelas, yaitu: 
a. Keterampilan yang berhubungan dengan penciptaan dan pemiliharaan kondisi belajar yang optimal (bersifat preventif) Keterampilan ini berkaitan dengan kemampuan guru dalam mengambil inisiatif dan menngendalikan kegiatan pembelajaran, sehingga berjalan secara optimal, efisien, dan efektif 
b. Keterampilan yang berhubungan dengan pengembangan kondisi belajar yang optimal. Keterampilan ini berkaitan dengan respon guru terhadap gangguan siswa yang berkelanjutan. Dalam hal ini guru dapat mengadakan tindakan remedial untuk mengembalikan kondisi belajar yang optimal

 3. Prinsip-prinsip keterampilan mengelola kelas, yaitu: 
a. Memodifikasi tingkah laku. Guru hendaknya menganalisis tingkah laku siswa yang mengalami masalah dan memodifikasi tingkah laku tersebut dengan mengaplikasikan pemberian penguatan secara sistematis. 
b. Guru dapat menggunakan pendekatan pemecahan masalah kelompok dengan cara: memperlancar tugas-tugas, memelihara kegiatan kelompok, memelihara semangat siswa, dana menangani konflik yang timbul. 
c. Menemukan dan memecahkan tingkah laku yang menimbulkan masalah. Guru dapat menggunakan seperangkat cara untuk mengendalikan tingkah laku keliru yang muncul, dan ia mengetahui sebab-sebab dasar yang mengakibatkan ketidak patutan tingkah laku tersebut serta berusaha untuk menemukan pemecahannya.

H. KETERAMPILAN MENGADAKAN VARIASI


      Kehidupan akan lebih menarik jika penuh dengan variasi Begitu dalam kegiatan belajar mengajar. Variasi dalam kegiatan belajar mengajar adalah perubahan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan motivasi para siswa serta mengurangi kejenuhan dan kebosanan. Keterampilan mengadakan variasi ini dapat dipakai untuk penggunaan keterampilan mengajar yang lain, seperti dalam menggunakan keterampilan bertanya ,memberi penguatan, menjelaskan dan sebagainya. 

1. Tujuan keterampilan mengadakan variasi, yaitu: 
a. Menimbulkan dan meningkatkan perhatian siswa kepada aspek-aspek pembelajaran.
 b. Memupuk tingkah laku yang positif terhadap guru dan sekolah dengan berbagai cara mengajar yang lebih hidup dan lingkungan belajar yang lebih baik.

2. Komponen-komponen keterampilan mengadakan variasi, yaitu: 
a. Variasi dalam gaya mengajar, yang meliputi penggunaan variasi suara, pemusatan perhatian siswa, kesenyapan guru, mengadakan kontak pandang dan gerak, gerakan badan dan mimik, serta pergantian posisi guru di dalam kelas. 
b. Variasi dalam penggunaan media pembelajaran, meliputi: media yang dapat dilihat, media yang dapat didengar, media yang dapat diraba, serta media yang dapat didengar, dilihat dan diraba 
c. Variasi pola interaksi dan kegiatan siswa. Mulai dari kegiatan yang didominasi oleh guru samapai kegiatan mandiri yang dilakukan oleh siswa. 

3. Prinsip-prinsip keterampilan mengadakan variasi, yaitu: 
a. Variasi hendaknya digunakan dengan suatu maksud tertentu yang relevan dengan tujuan yang hendak dicapai. Penggunaan variasi yang wajar dan beragam sangat dianjurkan. Sedangkan pemakaian yang berlebihan akan menimbulkan kebingungan dan dapat mengganggu proses belajar mengajar. 
b. Variasi harus digunakan dengan lancar dan berkesinambunga sehingga tidak akan merusak perhatian siswa dan tidak mengganggu pelajaran. 
C. Variasi harus direncanakan secara baik dan secara eksplisit dicantumkan dalam rencana pelajaran atau satuan pelajaran. 

I. KETERAMPILAN MENGAJAR PERORANGAN DAN KELOMPOK. 


1. Tujuan mengajar perorangan dan kelompok kecil, yaitu: 
a. Tujuan keterampilan mengajar perorangan 
1) memberikan rasa tanggungjawab yang lebih besar kepada siswa 
2) mengembangkan daya kreatif dan sifat kepemimpinan pada siswa. 
3) memberi kesempatan kepada siswa untuk belajar lebih aktif.
4) membentuk hubungan yang lebih akrab antara guru dan siswa, maupun antara siswa dengan siswa. 

b. Tujuan keterampilan mengajar kelompok kecil 
1) meningkatkan kualitas pembelajaran melalui dinamika kelompok 
2) memberi kesempatan memecahkan masalah untuk berlatih memecahkan masalah dan cara hidup secara rasional dan demokratis. 
3) memberi kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan sikap sosial dan semangat gotong royong. 

2. Komponen-komponen keterampilan mengajar perorangan dan kelompok kecil, yaitu: 
a. Keterampilan merencanakan dan melakukan kegiatan pembelajaran
       Hal ini berhubungan dengan pengembangan program/ kurikulum. Guru harus terampil menbuat perencanaan pembelajaran yang sesuai dengan Program dan kebutuhan siswa, serta mampu melaksanakan rencana tersebut. Dengan demikian guru dituntut mampu dan terampil mendiagnosis kemampuan akademik siswa, gaya belajar, kecenderungan minat dan tingkat disiplin siswa. Berdasarkan analisis tersebut, guru diharapkan mampu menetapkan kondisi dan tuntutan belajar yang memungkinkan siswa memikul tanggung jawab sendiri alam belajar.
b. Keterampilan mengorganisasi
Selama kegiatan pembelajaran perorangan/
kelompok kecil berlangsung, guru berperan sebagai organisator. Guru bertugas dan memonitor kegiatan pembelajaran dari awal sampai akhir.
c. Keterampilan mengadakan pendekatan secara pribadi
Salah satu ciri dalam pengajaran perorangan/ kelompok kecil ialah terjadinya hubungan yang sehat dan akrab antara guru dengan siswa, dan siswa dengan siswa. Hal ini akan terjadi apabila guru dapat menciptakan suasana yang terbuka sehingga benar-benar merasa bebas dan leluasa untuk mengemukakan pendapatnya. Di samping itu siswa mempunyai keyakinan bahwa guru akan selalu siap mendengarkan atau memperhatikan pendapatnya dan bersedia membantu apabila diperlukan.
d. Keterampilan membimbing dan memudahkan belajar
Mengajar perorangan/kelompok kecil berarti memberi kesempatan kepada siswa untuk belajar sendiri. Agar siswa benar-benar dapat belajar dan tujuan pembelajaran dapat tercapai, guru harus terampil dalam membantu siswa agar mudah belajar dan tidak mengalami patah semangat.
3. Prinsip-prinsip keterampilan mengajar perorangan dan kelompok kecil, yaitu:

a. Prinsip-prinsip keterampilan mengajar perorangan, yaitu:
1) guru perlu mengenal siswa secara pribadi, sehingga kondisi belajar dapat diatur dengan tepat.
2) siswa bekerja bebas dengan bahan yang telah siap pakai, seperti: modul, paket belajar, atau dengan bahan yang telah disiapkan oleh guru sendiri.
3) tidak semua mata pelajaran cocok disajikan secara perorangan.

b. Prinsip-prinsip keterampilan mengajar kelompok kecil, yaitu
1) mengajar di dalam kelompok kecil yang bercirikan:
a) memiliki keanggotaan yang jelas.
b) terdapat kesadaran kelompok.
c) memiliki tujuan bersama.
d) saling tergantung dalam memenuhi kebutuhan.
e) ada interaksi dan komunikasi antar anggota.
f) ada tindakan bersama.

2) kualitas kelompok diharapkan dapat berperan secara Positif, apabila syarat-syarat kelompok dipenuhi, yaitu : 
a) terjadi hubungan yang akrab di antara sesama anggota
b) terjadi hubungan yang erat dan kompak di antara anggota kelompok
c) para anggota memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi
d) para anggota memiliki rasa kebersamaan yang kuat

3) Pedoman pelaksanaan
a) Pembentukan kelompok, yang meliputi:
(1) Sebaiknya jumlah anggota kelompok antara 5-7 orang dengan pertimbangan bahwa semakin banyak anggota, maka semakin berkurang efektivitas dan aktivitas belajar setiap anggota.
(2) Pembentukan kelompok berdasarkan minat, pengalaman, dan prestasi belajar.
b) Perencanaan tugas kelompok
Tugas yang dimaksud dapat bersifat paralel maupun komplementer  
c) Persiapan dan perencanaan
Guru perlu menyiapkan dan merencanakan pengaturan tempat, ruangan, alat, sumber belajar yang memungkinkan terjadinya proses pembelajaran secara efektif bagi setiap kelompok.
4) Pelaksanaan, yang meliputi beberapa hal berikut.  
a) pelajaran diawali dengan pertemuan klasikal,   untuk memberikan informasi umum kepada  semua siswa,
b) guru mempersilahkan masing-masing kelompok untuk melaksanakan tugas di tempat yang tersedia.
C) guru melakukan supervisi dan mengikuti perkembangan proses pembelajaran dalam kelompok.




____________________
Sumber
Udin Syaefudin Saud, 2010, pengembangan profesi guru, Bandung, Alfa Beta
Supardi dkk, 2009, profesi keguruan, Jakarta; diadit media.
Ahmad rohani, 2004 pengelolaan pengajaran, Jakarta, Rineka cipta.

Baca Juga

Bagikan Artikel



Komentar