Pengaturan dan Penataan Ruang Kelas



Pengaturan dan Penataan Ruang Kelas
Pengaturan dan Penataan Ruang Kelas


Termasuk kegiatan pengelolaan kelas adalah pengaturan ruang belajar (kelas) yang memungkinkan siswa dapat belajar secara berkelompok dan memudahkan guru bergerak secara leluasa guna memberi bantuan baik secara individual maupun kelompok dalam pelaksanaan KBM, sehingga mampu menciptakan suasana belajar  yang menggairahkan, dalam pengaturan ruang kelas Hal-hal yang perlu mendapat perhatian, adalah :

1. Ukuran dan bentuk kelas
2. Ukuran dan bentuk bangku/kursi/meja
3. Jumlah siswa dalam satu kelas.
4. Jumlah kelompok dalam satu kelas.
5. Jumlah anggota dalam satu kelompok
6. Komposisi siswa dalam kelompok (misalnya ; pria -wanita)

       Dalam masalah penataan ruang kelas ini uraian akan diarahkan pada pembahasan masalah pengaturan tempat duduk pengaturan alat-alat pengajaran, penataan keindahan dan kebersihan kelas, dan ventilasi serta tata cahaya.

1. Pengaturan Tempat Duduk 


       Dalam belajar siswa memerlukan tempat duduk. Tempat duduk mempengaruhi siswa dalam belajar. Bila tempat duduknya bagus, tidak terlalu rendah, tidak terlalu besar, bundar, persegi empat panjang, sesuai dengan keadaan tubuh siswa, maka siswa akan dapat belajar dengan tenang.
      Bentuk dan ukuran tempat yang digunakan sekarang bermacam-macam, ada yang satu tempat duduk dapat diduduki oleh beberapa orang, ada pula yang hanya dapat diduduki oleh seorang siswa. Sebaiknya tempat duduk siswa itu ukurannya jangan terlalu besar agar mudah diubah-ubah formasinya. Ada beberapa bentuk formasi tempat duduk yang dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan. Apabila pengajaran itu akan ditempuh dengan cara berdiskusi, maka formasi tempat duduknya sebaiknya berbentuk melingkar. Jika pengajaran ditempuh dengan metode ceramah, maka tempat duduknya sebaiknya berderet memanjang ke belakang.
       Sudirman N (1991; 318) mengemukakan beberapa contoh formasi tempat duduk, yaitu posisi berhadapan, posisi setengah lingkaran, dan posisi berbaris ke belakang.
       

2. Pengaturan Alat-alat Pengajaran 


        Di antara alat-alat pengajaran di kelas yang harus diatur adalah sebagai berikut:
a. Perpustakaan Kelas : Sekolah yang maju ada perpustakaan di setiap kelas, Pengaturannya bersama-sama siswa.
b. Alat-alat Peraga media Pengajaran : Alat peraga atau media pengajaran semestinya diletakkan di kelas agar memudahkan dalam penggunaannya, Pengaturannya bersama-sama siswa.
c. Papan Tulis, Kapur Tulis, dan lain-lain : Ukurannya Disesuaikan, Warnanya harus kontras , Penempatannya memperhatikan estetika dan terjangkau oleh semua siswa.
d.  Papan Presensi Siswa : Ditempatkan di bagian depan sehingga dapat dilihat oleh semua siswa. Difungsikan sebagaimana mestinya.

3. Penataan Keindahan dan Kebersihan Kelas


a. Hiasan dinding (pajangan kelas) 

    hendaknya dimanfaatkan untuk kepentingan pengajaran, misalnya
- Burung Garuda
- Teks Proklamasi
- Slogan pendidikan 
- Para pahlawan 
- Peta/globe

b. Penempatan lemari 

- Untuk buku di depan 
- alat-alat peraga di belakang

c. Pemeliharaan kebersihan

- Siswa bergiliran untuk membersihkan kelas
- Guru memeriksa kebersihan dan ketertiban di kelas.

4. Ventilasi dan Tata Cahaya


- Ada ventilasi yang sesuai dengan ruangan kelas.
- Sebaiknya tidak merokok.
- Pengaturan cahaya perlu diperhatikan
- Cahaya yang masuk harus cukup
- Masuknya dari arah kiri, jangan berlawanan dengan bagian depan.

        Berkaitan dengan usaha membuat pajangan kelas, ada beberapa hal yang perlu dipahami oleh guru, yaitu.
a.  Mengapa kita memamerkan pajangan kelas?
b.  Kapan direncanakan pajangan kelas?
c. Pekerjaan siapa yang seharusnya dipajang?
d. Dimana hasil pekerjaan diletakkan?
e.  Apa yang diperlukan guru untuk mengadakan pajangan yang baik?

        Akhirnya, untuk memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya bagi siswa dalam belajar, hal-hal berikut kiranya dapat dijadikan pegangan, yaitu:
1) Mengatur tempat duduk siswa harus mencerminkan belajar efektif. Bangku disediakan yang memungkinkan dipindah-pindah atau diubah tempatnya
2) Ruangan kelas yang bersih dan segar akan menjadikan siswa bergairah belajar
3) Memelihara kebersihan dan kenyamanan suatu kelas/ruang belajar, sama artinya dengan mempermudah siswa menerima pelajaran.



___________________________
sumber
Lalu Muhammad Azhar, 1993, proses belajar mengajar pola CBSA, Surabaya; usana offset
Syaiful Bahri djamarah & aswan Zain, 2002, strategi belajar mengajar, Jakarta; Rineka cipta
Baca Juga

Komentar