Sejarah Asal Mula Wanita Karir


Sejarah Asal Mula Wanita Karir
wanita karir

Sejak zaman purba ketika manusia masih mencari penghidupan dengan Cara berburu dan meramu, seorang wanita sesungguhnya sudah bekerja, sementara suami pergi berburu, di rumah ia menyediakan makanan dan mengolah hasil buruan untuk ditukarkan dengan bahan yang dapat dikonsumsi oleh kelurga karena sistem perekonomian yang berlaku pada masyarakat purba adalah barter maka pekerjaan perempuan meski sepertinya terlibat dalam bidang domestik namun sebenarnya mengandung nilai ekonomi yang sangat tinggi. Kemudian ketika masyarakat berkembang menjadi masyarakat agraris hingga kemudian industri, keterlibatan perempuan sangat besar, bahkan dalam masyarakat berladang berbagai suku di dunia, yang menjaga ternak dan mengelola ladang dengan baik, itu adalah perempuan bukan laki-laki. Hal ini menunjukan keterlibatan perempuan sejak zaman dulu.

          Pada masa kenabianpun sudah ada wanita yang berkiprah didalam bidang kenegaraan, yaitu pemimpin sebuah negeri yang didalamnya terdapat suatu kaum yaitu kaum saba, seperti yang difirmankan Allah swt dalam al- Qur’an Surat An-Naml ayat 22

Artinya: Sungguh kumendapati ada seseorang perempuan yang memerintahkan mereka dan dianugerahi segala sesuatu serta memliki singgahan yang besar.

Ayat diatas menggambarkan bahwa telah terjadi dalam sejarah kehidupan manusia seseorang perempuan memimpin sebuah negara, yaitu yang dikenal dengan ratu balqis dan kaumnya bernama kaum saba.

           Dan begitu pula dimasa kenabian, disebutkan didalam sejarah ada dua   seorang wanita yang kedunya berkecimpung dibidang yang berbeda yaitu bidang bisnis perdagangan  dan bidang sosial kemasyarakatan, yang tidak lain kedua wanita tersebut adalah istri Rasulullah SAW yakni:

Siti Khadijah ra.

        Rasulullah SWT mempunyai seorang istri yang tidak hanya berdiam diri bersembunyi didalam kamarnya sebaliknya, dia adalah seorang wanita yang aktif dalam dunia bisnis  bahkan sebelum beliau menikahinya, tidak berarti istrinya berhenti dari aktifitasnya bahkan harta hasil jerih payah Khadijah ra amat banyak menunjang dakwah dimasa awal tentu tidak bisa dibayangkan kalau sebagai pembisnis, sosok khadijah ra adalah tipe wanita rumahan yang tidak tahu dunia luar sebab bila demikian bagaimana dia bisa menjalankan bisnisnya itu dengan baik sementara dia tidak punya akses informasi  sedikitpun dibalik tembok rumahnya. Disini kita bisa paham bahwa seorang istri nabipun punya kesempatan untuk keluar rumah mengurus bisnisnya, bahkan setelah memiliki anak sekalipun sebab sejarah mencetak bahwa khadijah ra dikaruniai anak dari Rasul.

.Aisyah ra.

         Sepeninggalan khadijah ra, Rasulullah beristrikan Aisyah ra, seorang wanita cerdas, muda dan cantik yang kiprah ditengah masyarakat tidak diragukan lagi, posisinya sebagai istri tidak menghalanginya aktif ditengah masyarakat semasa Rasulullah masih hidup, beliau sering sekali ikut keluar madinah  ikut berbagai operasi peperangan. Dan sepeninggalan Rasulullah, guru daripada sahabat yang mampu memberikan penjelasan dan keterangan tentang ajaran agama islam. Bahkan Aisyah ra pun tidak mau ketinggalan untuk ikut peperangan, sehingga perang itu disebut perang jamal (perang unta) karena saat itu Aisyah ra naik unta.

        Dan dipenghujung abad ke 20 banyak kaum wanita yang memegang peran penting dalam berbagai aspek kehidupan kemajuan yang dicapai kaum wanita tidak terbatas pada wanita- wanita non muslim saja, tetapi juga oleh wanita muslimah, bahkan ada wanita muslimah yang memegang tampak kekuasaan dinegara besar dan berdaulat, seperti Benazir Bhuto (pernah menjadi perdana menteri pakistan) Gagum khalida (perdana menteri banglades) dan ibu Megawati Soekarno Putri ( mantan presiden RI).
Baca Juga

Bagikan Artikel



Komentar