Jenis Lemak Yang Meningkatkan Dan Melemahkan Kekuatan Otak (Brain Power)


Jenis Lemak Yang Dapat Meningkatkan Kekuatan Otak (Brain Power)

JENIS LEMAK MENGUATKAN OTAK

Beberapa jenis lemak yang dapat meningkatkan kekuatan otak (brain power) adalah:

1. DHA merupakan jenis asam lemak esensial Omega-3. DHA banyak didapatkan pada makanan laut (seafood) atau melalui suplemen tambahan yang biasanya diekstraksi dari minyak ikan hiu (shark-oil). 

2. EPA merupakan lemak otak yang mengandung Omega-3 dengan potensi tinggi yang didapatkan banyak pada ikan atau dengan makan kapsul minyak ikan.

3. Asam Linolenat merupakan jenis asam lemak Omega-3 rantai pendek yang di dalam tubuh manusia akan diubah menjadi Omega-3 rantai panjang yang sangat dibutuhkan oleh otak. Bisa didapatkan pada sayuran hijau, biji-bijian, dan tumbuhan berserat lainnya.

4 Lemak tidak jenuh (monunsaturated fatty acids) yang terdapat dalam minyak zaitun. Di dalamnya terkandung suatu antioksidan yang tidak dapat meningkatkan dan menyebabkan hambatan-hambatan vaskular serta telah lama ditemukan untuk meningkatkan memori.

JENIS LEMAK MELEMAHKAN OTAK

Beberapa jenis lemak yang dapat memperlemah kemampuan otak Anda, adalah:

1. Lemak hewani yang jenuh, terdapat dalam daging, susu, kacang-kacangan, dan keju.

2. Minyak sayur yang terhidrogenisasi atau "jalantah" seperti mentega (margarin), bumbu selada, gorengan.

 3. Asam-asam lemak jenis trans (trans fatty acids), margarin, fast foods, seperti ayam dan kentang goreng. 

4. Kelebihan minyak sayur Omega-6, seperti gorengan, minyak jagung, jenis minyak sayur lainnya.

Carol E. Greenwood, pernah mengadakan penelitian mengenai efek atau pengaruh lemak terhadap fungsi dan kinerja otak, dan hasilnya menunjukkan bahwa jika seseorang makan daging yang mengandung kadar lemak jenuh yang tinggi dapat menyebabkan kelambatan dalam proses belajar, terutama berkaitan dengan melemahnya sistem memori otak. Tentu saja yang dimaksud diet daging berkadar lemak jenuh ini dalam jangka waktu yang lama dan terus-menerus sehingga bersifat kumulatif. Proses pelambatan belajar yang disebabkan oleh lemak hewan jenuh tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut: Bahwa ketika seseorang sedang belajar, maka terjadi ekspansi atau penambahan jumlah dendrit yang pada akhirnya memperbanyak sinapsis antar sel otak. Penambahan sinapsis ini menjadi indikator baik tidaknya sistem memori seseorang Dalam hal ini, justru lemak jenuh ternyata dapat menghambat ekspansi dendrit tersebut, sehingga otomatis dapat mengganggu sistem memori.

Data lain menunjukkan bahwa lemak jenis Omega-6 juga tidak boleh mendominasi sel-sel otak. Lemak tersebut dapat melumpuhkan bahkan mematikan sel-sel otak, sehingga pada akhirnya dapat menurunkan kapasitas mental seseorang. Jenis lemak yang sangat direkomendasikan sebagai “makanan yang tepat untuk otak" adalah lemak Omega-3 yang banyak terkandung dalam lemak ikan-ikan laut seperti salmon, tuna, sardines, dan mackerel. Omega-3 juga berperan sebagai neutralizer terhadap keberadaan Omega-6 dalam sel otak. Sehingga Hibbeln, seorang peneliti otak, menyimpulkan bahwa Omega-3 merupakan jenis lemak yang dapat memelihara dan mempertahankan fleksibilitas membran sel otak, dan sebaliknya 

bahwa lemak hewani justru menyebabkan membran sel otak menjadi lebih kaku dan mengeras. Hibbeln juga menunjukkan bahwa lemak ikan (Omega-3) ini juga dapat membantu pengaturan serotonin, sebagai salah satu jenis neurotransmiter yang berperan dalam memelihara mood seseorang, sehingga lemak ini dapat menurunkan tingkat depresi, perilaku ilmpusil dan perilaku-perilaku lainnya yang membahayakan jiwa seseorang seperti keinginan bunuh diri dan perilaku kekerasan.

Fakta menunjukkan bahwa para pelaku tindak kekerasan dan bunuh diri tersebut biasanya memiliki kadar serotonin yang rendah. Lemak jenis Omega-3 memiliki 2 (dua) jenis asam lemak spesifik yaitu:

1. DHA (docosahecsanoic acid). Ini dikenal sebagai "the king of the brain fats" atau lemak utama dalam sel otak. DHA memainkan peranan sangat penting dalam mengatur biokimiawi otak, karena 50% komposisi lemak yang menyusun membran sel otak adalah lemak jenis DHA.

2. EPA (eicosapentanoic acid). Lemak jenis ini sudah lama dikenal sebagai lemak yang sangat berperan dalam mencegah penyakit jantung sehingga bersifat kardioprotektif. Namun penelitian terbaru menunjukkan bahwa EPA inipun sangat membantu fungsi otak, meskipun memang faktanya bahwa sel otak yang normal memiliki kandungan EPA yang sedikit. 

Di Jepang, pemerintah tidak tinggal diam membiarkan masyarakatnya tidak peduli terhadap perkembangan otak mereka. 20 jenis makanan yang berbeda harus difortifikasi dengan DHA, salah satu jenis lemak yang sangat penting untuk fungsi otak. Seperti untuk susu formula bayi dan makanan untuk para ibu hamil diwajibkan mengandung DHA sebagai langkah untuk mengoptimalkan perkembangan otak sejak janin dan bayi. Kondisi ini lebih ditunjang lagi dengan kebiasaan masyarakat Jepang menjadikan ikan laut mentah sebagai menu makanan utama dan bagian dari gaya hidup mereka sehari-hari. 

Ilmuwan Jepang K. Myanaga juga menemukan fakta bahwa DHA dapat mempercepat efisiensi fungsi otak yang dihubungkan dengan gelombang otak alfa yang merupakan jenis gelombang otak yang menimbulkan kondisi seseorang kondusif dan tepat untuk belajar. 

Yang jelas pemeberian Omega-3 yang cukup dan adekat harus dimulai sejak bayi masih dalam kandungan ibu. Otak yang normal tidak mungkin dapat terjadi bilamana tanpa disertai konsumsi asam lemak Omega-3 yang cukup. Jika terjadi kondisi defisiensi atau kekurangan zat tersebut, maka tak ada kesempatan lagi untuk memperbaiki efek defisiensi tersebut pada sistem saraf yang sudah terbentuk. Rendahnya konsumsi Omega-3 pada bayi dapat menyebabkan kondisi defisiensi dengan konsekuensi gangguan sistem saraf yang fatal dan tidak dapat diperbaiki kembali (irreversible).

Air Susu Ibu (ASI) diperkirakan mengandung DHA 3 kali lebih banyak dibandingkan dengan susu sapi. Namun jika kondisi ASI sangat minimal, maka diperlukan sekitar 200 mg DHA setiap harinya bagi ibu menyusui agar dapat mengkompensasi kebutuhan otak bayi terhadapnya. 


Baca Juga

Bagikan Artikel



Komentar