4 Macam Motif Ekonomi Yang Mendorong Perilaku atau Tindakan Ekonomi Manusia


Motif Ekonomi

Ilmu ekonomi pada hakekatnya adalah sebuah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dan alasan-alasan mengapa manusia melakukan tingkah laku (tindakan)   tertentu.   Tindakan   manusia   yang   dilakukan   untuk   memenuhi kebutuhan hidupnya disebut dengan tindakan ekonomi. Tindakan manusia, termasuk tindakan ekonomi didasari oleh motif-motif tertentu. Motif paling mendasar  yang  menyebabkan  manusia melakukan  tindakan  ekonomi  adalah motif untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Manusia adalah makhluk yang tidak pernah merasa puas atas apa yang telah diperolehnya. Hal tersebut merupakan sifat dasar seluruh manusia. Hal itulah salah satunya yang menyebabkan terjadinya kelangkaan. Akibat dari sifat dasar manusia tersebut, maka setiap manusia senantiasa berusaha untuk memaksimalkan kepuasan yang dapat diraihnya melalui berbagai tindakan ekonomi.

Walaupun pada dasarnya manusia adalah makhluk yang cenderung mementingkan kepentingan diri sendiri, namun menurut Adam Smith dalam bukunya “Moral Sentiment” (buku yang ditulis sebelum bukunya yang sangat terkenal dan berpengaruh “An Inquiry Into the Nature and Causes of the Wealth of Nations”), bahwa sifat dasar manusia tersebut akan dibatasi oleh dua hal. 

Pertama, oleh sentimen moral, yaitu keinginan universal manusia untuk menjunjung tinggi harga diri pribadi dan keinginan untuk memperoleh penghargaan  dari  orang  lain.  

Kedua,  oleh  suatu  kebetulan  yang  p ositif  dan menyenangkan bahwa jika masing-masing individu/keluarga/perusahaan /negara berupaya maksimal meraih keuntungan maksimal maka pada akhirnya masyarakat secara keseluruhan pula yang akan merasakan keuntungannya. Sebagai contoh, dalam rangka memperebutkan konsumen, perusahaan- perusahaan saling bersaing untuk menghasilkan produk-produk yang berkwalitas dengan harga yang serendah mungkin. 

Kondisi tersebut pada akhirnya akan menguntungkan  masyarakat  karena  masyarakat  akan  memperoleh  barang - barang yang berkualitas dengan harga murah. Demikian juga sebaliknya, individu atau rumah tangga yang berupaya memaksimalkan keuntungan/kepuasan dari harta  yang  dimilikinya  akan  menyisihkan  sebagian  hartanya  dalam  bentuk tabungan atau investasi pada lembaga-lembaga keuangan. Harta masyarakat yang disimpan dalam lembaga-lembaga keuangan tersebut kemudian dapat dipinjamkan kepada perusahaanperusahaan untuk memperbesar skala usaha mereka.

Sebuah aksioma dalam ilmu ekonomi mengatakan bahwa manusia yang rasional selalu bertindak untuk memaksimalkan kepuasannya. Dengan kata lain berarti bahwa manusia yang rasional senantiasa berusaha memenuhi kepentingan pribadinya. Lawan dari sifat mementingkan kepentingan pribadi adalah sifat altruistik, yaitu sifat mementingkan kepentingan orang lain tanpa memperhatikan kepentingan   sendiri.   Motif-motif   yang   melatarbelakangi   tindakan-tindakan ekonomi manusia terentang diantara dua titik ekstrim tersebut, yaitu “murni untuk kepentingan pribadi” dan “murni untuk kepentingan orang lain”. Dengan kata lain tindakan ekonomi seseorang seyogyanya tidak semata-mata didasari motif untuk memenuhi kepentingan pribadi namun juga memperhatikan kepentingan umum/masyarakat.

Pandangan kontemporer ini berasal dari cabang ilmu mikroekonomi yang disebut dengan   ekonomi   perilaku   (behavioral   economics).   Jika   tindakan-tindakan ekonomi semata-mata didasari oleh kepentingan pribadi dan upaya-upaya untuk memenuhi  kepuasan  semaksimal  mungkin  tanpa  sama  sekali mempertimbangkan kepentingan umum, pada akhirnya kegiatan ekonomi masyarakat akan mengalami kehancuran. Bayangkan jika seluruh pelaku ekonomi, pengusaha, pegawai negeri, pedagang, dan  lain-lain  dalam  rangka mencapai keuntungan/kepuasan maksimal, mereka senantiasa berupaya berlaku curang dalam setiap tindakannya. Jika kondisi tersebut terjadi, diperlukan biaya yang sangat tinggi untuk melakukan pengawasan dan pencegahan, apalagi jika petugas/pelaku pengawasan dan pencegahan itu sendiri juga berlaku curang untuk memaksimalkan kepentingan pribadinya. 

Oleh karena itu, oleh sebagian penulis, motif ekonomi yang mendorong perilaku atau tindakan-tindakan ekonomi manusia dapat dikategorikan sebagai berikut:

1. Motif untuk memenuhi kebutuhan

Pemenuhan kebutuhan merupakan pendorong paling besar bagi manusia untuk   melakukan   kegiatan   ekonomi.   Manusia   bekerja   (melakukan kegiatan produksi) untuk memperoleh penghasilan agar dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidup yang bervariasi (melakukan konsumsi). Sebagian manusia harus bekerja  lebih keras dari  sebagian  yang  lain untuk mencukupi kebutuhan-kebutuhan atau untuk memenuhi keinginan- keinginan  yang  terus berkembang.  Misalnya  seorang  ayah  rela  untuk menambah  jam  kerja ekstra  pada malam  hari  agar dapat membiayai pengobatan anaknya.

2. Motif untuk membantu sesama (sosial)

Selain untuk memenuhi kebutuhan hidup, manusia juga melakukan kegiatan ekonomi (khususnya kegiatan produksi) karena dorongan faktor sosial.  Misalnya,  warga  sebuah  kampung  bergotong-royong  bekerja secara sukarela untuk memperbaiki jembatan yang rusak agar jalur transportasi dan kenyamanan seluruh warga dapat diwujudkan. Atau seseorang   yang   menambah   jam   kerja   harian   agar   dapat   terus melanjutkan pemberian sumbangan rutinnya untuk sebuah pondok pesantren.

3. Motif untuk mendapatkan penghargaan

Selain   untuk  memenuhi   kebutuhan   hidup   dan   kepentingan   sosial, sebagian manusia juga melakukan kegiatan ekonomi karena dorongan untuk memperoleh penghargaan. Misalnya, sebuah pemerintah daerah meningkatkan  layanan-layanan  bagi  masyarakat  seperti  membangun lebih banyak fasilitas umum (taman kota, toilet umum, taman bermain) untuk mendapatkan pengakuan/penghargaan baik dari pemerintah pusat maupun dari  masyarakatnya sendiri.  Contoh  lain,  divisi-divisi  produksi sebuah perusahaan swasta berlomba untuk meningkatkan kualitas produksi, efisiensi produksi, dan hasil penjualan untuk memperoleh penghargaan dari pimpinan perusahaan. 

4. Motif untuk memperoleh kekuasaan

Selain   ketiga  motif  diatas,  sebagian  manusia   melakukan   kegiatan ekonomi  dalam  upaya  mereka  untuk  meraih  kekuasaan.  Misalnya, seorang kepala daerah berupaya meningkatkan layanan masyarakat dan membangun serta memperbaiki fasilitas-fasilitas umum dengan harapan agar  dapat  dipilih  kembali  oleh  masyarakat  dalam  pemilihan  kepala daerah periode berikutnya. Contoh lain, para direktur sebuah perusahaan berupaya   meningkatkan   kinerja   masing-masing   agar   dapat   terpilih menjadi direktur utama perusahaan tersebut.


sumber: modul pppk ekonomi, Pembelajaran 1. Permasalahan Dasar, Motif, Prinsip Ekonomi, dan Pelaku Ekonomi. Kemdikbud


Baca Juga

Bagikan Artikel



Komentar