Alat Ungkap Masalah (AUM) (Pengertian, Manfaat, Kelebihan dan Kelemahan AUM)


(a)  Pengertian Alat Ungkap Masalah (AUM)


AUM atau alat ungkap masalah merupakan instrumen non tes dalam kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling yang digunakan untuk mengungkapkan aspek-aspek permasalahan yang sedang dihadapi individu atau konseli. Pada perkembangannya, kondisi permasalahan individu atau konseli pada kehidupan sehari-harinya secara umum dapat diungkapkan melalui AUM Umum dan kondisi-kondisi permasalahan khusus yang dialami individu terutama tentang masalah kegiatan belajar yang dilakukannya dapat diungkapkan dengan AUM PTSDL. Keseluruhan AUM yaitu AUM Umum dan AUM PTSDL sepenuhnya dimanfaatkan untuk pelaksanaan kegiatan pelayanan BK oleh Guru BK atau Guru BK.

Sejak perkembangan terakhir, di Indonesia, instrumen untuk mengungkapkan permasalahan-permasalahan umum yang dialami individu, yang berkaitan dengan pelayanan BK merupakan terjemahan/adaptasi instrumen yang dikembangkan Ross L. Mooney revisi tahun 1950 yaitu 63. 

Mooney Problem Check List (MPCL). Prayitno dkk. kemudian menyusun instrumen yang sejenis dengan MPCL untuk dapat dimanfaatkan dalam pelayanan BK yaitu Alat Ungkap Masalah (AUM) yang lebih disesuaikan dengan kondisi di Indonesia atau di tanah air, yang tetap memperhatikan format dan kandungan isi MPCL. AUM Umum sebagai alat ungkap masalah merupakan instrumen non-tes dalam kegiatan pendukung pelayanan BK guna mengungkapkan masalah-masalah umum yang dialami oleh siswa (Prayitno, 2008:5).

Secara lebih khusus, instrumen pelayanan BK di Indonesia yang digunakan untuk mengungkapkan masalah-masalah kegiatan belajar yang dialami individu atau siswa adalah terjemahan dari instrumen Survey of Study Habits and Attitudes (SSHA), pengembangannya William F. Brown dan Wayne H. Holtzman sejak tahun 1953. Selanjutnya tahun 1965, SSHA diadaptasi dan divalidasi di Bandung oleh Prayitno dan tahun 1982, alat atau instrumen ini dilakukan pengembangan lagi oleh Marjohan di Padang dengan memvalidasi SSHA versi baru yang dikenal dengan instrumen Pengungkapan Sikap dan Kebiasaan Belajar (PSKB).

PSKB pada perkembangannya dipandang belum secara penuh mampu mengungkapkan sikap dan kebiasaan belajar individu atau siswa, yang kemudian disempurnakan lagi  melalui  program  SP-4  menjadi  AUM PTSDL. Prayitno (2008:5) menjelaskan bahwa, “AUM PTSDL sebagai alat ungkap masalah merupakan instrumen non-tes dalam kegiatan pendukung pelayanan BK untuk mengungkapkan masalah-masalah khusus yang berkaitan dengan upaya dan penyelenggaraan kegiatan belajar siswa”. Aspek komponen kegiatan belajar yang diungkapkan AUM PTSDL yaitu prasyarat penguasaan materi pelajaran (P), keterampilan belajar (T), sarana belajar (S), kondisi diri pribadi (D), dan kondisi lingkungan dan sosio- emosional (L).

(b)  Manfaat Alat Ungkap Masalah (AUM)

Menurut  Gantina  (2016:  135)  Manfaat  pengunaan  AUM adalah:
Guru BK lebih mengenal peserta didiknya yang membutuhkan bantuan segera
Guru  BK   memiliki  peta  masalah  individu  maupun kelompok
Hasil   AUM   dapat   digunakan   sebagai landasan penetapan layanan BK yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan peserta didik
Peserta  didik  dapat  memahami  apakah dirinya memerlukan bantuan atau tidak 

(c)  Kelebihan dan Kelemahan Alat Ungkap Masalah (AUM)


Kelebihan AUM (Gantina, 2016: 134) adalah (1) Pelaksanaan AUM bisa dilakukan secara individual, kelompok maupun klasikal, (2) Instrumen AUM memiliki validitas dan reliabiltas tinggi, (3) Memudahkan peserta didik mengenali masalah yang sedang atau pernah dialaminya dan (4) Adanya software AUM mempermudah dan mempercepat guru BK mengolah data.

Kelemahan AUM adalah membutuhkan waktu yang banyak untuk pengolahan hasil, sebagai konsekuensi dari bannyakknya jumlah bidang masalah dan jumlah butir pernyataan masalah yang tersedia.


sumber :
Isrofin, Binti. 2019. Modul 1 Asesmen Kebutuhan Peserta Didik dan Sekolah. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 

jangan lupa menyelipkan link web ini juga :)
Baca Juga

Bagikan Artikel



Komentar