Inventori Tugas Perkembangan (ITP)


Inventori Tugas Perkembangan (ITP)


a)  Pengertian Inventori Tugas Perkembangan (ITP)


Inventori Tugas Perkembangan (ITP) merupakan instrumen yang dapat digunakan untuk untuk mengukur tingkat perekembangan individu. ITP dikembangkan oleh tim pengembangan dari Universitas Pendidikan Indonesia yang diketua oleh Prof. Sunaryo Kartadinata, M. Pd, dkk. Instrumen ITP ini telah di standarisai (Baku) yang dikembangankan dengan tujuan membantu guru BK menyusun suatu progam layanan yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik di tingkat SD, SMP, SMA dan PT.

b)  Tingkat Pencapain Perkembangan yang ada di ITP


Inventori tugas perkembangan yang dikembangkan oleh Prof Sunaryo, dkk. memiliki tujuh tingkat perkembangan yaitu (Nurhudayana, 2013: 128) 

1) Tingkat  Impulsif  (Imp)  dengan  ciri  kemandirian: menempatkan identitas diri sebagai bagian yang terpisah dari orang lain, pola perilaku menuntut dan bergantung pada lingkungan sebagai ganjaran dan hukuman, beroerientasi sekarang, tidak menempatkan diri sebagai faktor penyebab perilaku.

2)  Tingkat Perlindungan Diri (Pld) dengan ciri kemandirian: peduli terhadap kontrol dan keuntungan yang dapat diperoleh dan berhubungan dengan orang lain, mengikuti aturan secara oportunis dan hedonistic, berfikir tidak logis dan sterotipe, cenderung menyalahkan dan mencela orang lain dan lingkungan.

3)  Tingkat Konformistik (Kof) dengan ciri kemandirian: peduli penampilan diri dan penerimaan sosial, cenderung berfikri sterotipe dan klise, peduli terhadap aturan eksternal, bertindak dengan motif yang dangkal, menyamakan diri dalam ekspresi emosi, kurang instropeksi, perbedaan kelompok didasarkan atas ciri-ciri eksternal, takut tidak diteriam kelompok, tidak sensitif terhadap aturan, merasa berdosa jika melanggar aturan (terutama aturan kelompok)

4)  Tingkat Sadar Diri (Sdi) dengan ciri kemandirian: mampu berfikir alternatif, melihat harapan dan berbagai kemungkinan dalam situasi, peduli untuk mengambil manfaat dari kesempatan yang ada, orientasi pemecahan masalah, memikirkan cara hidup, serta penyesuaian terhadap situasi dan peranan.

5)  Tingkat   Saksama   (Ska)   dengan   ciri   kemandirian   : bertindak atas dasar nilai internal, mampu melihat diri sebagai pembuat pilihan dan pelaku tindakan, mampu melihat keragaman emosi,motif, dan perspekstif diri, peduli akan hubungan mutualistik, memiliki tujuan jangka panjang, cenderung melihat peristiwa dalam konteks sosial, dan berfikiri lebih kompleks dan atas dasar analisis. 

6) Tingkat  Individualistik  (Ind)  dengan  ciri  kemandirian: peningkatan kesadaran invidualitas, kesadaran akan konflik emosional antara kemandirian dengan ketergantungan, menjadi lebih toleran terhadap diri sendiri dan orang lain, mengenal eksistensi perbedaan individual, mampu bersikap toleran terhadap pertentangan dalam kehidupan, membedakan kelompok internal dan kehidupan luar dirinya, mengenal kompleksitas diri dan peduli akan perkembangan dan masalah-masalah sosial.

7)  Tingkat Otonomi (Oto) dengan ciri kemandirian: memiliki pandangan hidup sebagai suati keseluruhan, cenderung bersikap realistik dan objektif terhadap diri sendiri maupun orang lain, peduli akan paham abstrak seperti keadilan sosial, mampu mengintegrasikan nilai-nilai yang bertentangang, peduli kan self fulfillment( pemuasan kebutuhan diri), ada keberanian untu menyelesaiakn konflik internal, respek terhadap kemandirian orang lain, sadar akan adanya saling ketergantungan dengan orang lain, dan mampu mengekspresikan perasaan dengan penuh keyakinan dan keceriaan.

Tingkat perkembangan di atas merupakan struktur perkembangan diri dari yang sederhana sampai kompleks. Umumnya tingkat perkembangan anak usia SD berkisar antara tingkat I dan IV, untuk anak usia SMP antara II dan V, anak usia SMA antara III dan VI dan tingkat usia mahasiswa antara IV dan VII. 

Dalam ITP ada 10 aspek yang diukur untuk peserta didik SD dan SMP, sementara untuk siswa SMA dan PT ada 11 aspek perkembangan. 11 aspek perkembangan ini yang kita kenal dengan Standar Kompetensi Kemandirian Peserta Didik (SKKPD). 11 aspek perkembangan itu adalah : landasan hidup religius, landasan perilaku etis, kematangan emosioanal, kematangan intelektual, kesadaran tanggung jawab, peran sosial sebagai pria dan wanita (gender), penerimaan diri dan pengembangannya, kemandirian perilaku ekonomis, wawasan dan persiapan karir, kematangan hubungan dengan teman sebaya, dan persiapan diri untuk pernikahan dan hidup berkeluarga.

c)  Deskripsi Umum ITP

1)  Bentuk Soal

Terdapat empat perangkat ITP, masing-masing untuk jenjang SD, SLTP, SLTA, dan untuk jenjang PT (Mahasiswa). ITP untuk siswa jenjang SLTP terdiri atas 50 butir rumpun pernyataan, setiap rumpun terdiri atas empat pernyataan (a, b, c, d) yang secara hierarkis menggambarkan kualitas perkembangan yang dicapai siswa. 10 butir dari 50 butir soal tersebut merupakan pengulangan dari nomor-nomor tertentu yang  dimaksudkan untuk menguji konsistensi jawaban siswa.

2)  Pengadministrasian


ITP dapat diadministrasikan secara individual maupun kelompok. Waktu yang diperlukan untuk mengerjakannya berkisar antara 20 sampai 50 menit. Pedoman lengkap pengadministrasian ITP (pelaksanaan, penyekoran, pengolahan, dan penafsirannya) disajikan buku Petunjuk Teknis Penggunaan ITP.

d)  Deskripsi Perangkat Lunak Analisis Tugas Perkembangan 


ATP adalah perangkat lunak berbasis Windows yang dikembangkan untuk mengolah lembar jawaban instrumen ITP. Pengolahan lembar jawaban ITP dengan ATP jauh lebih mudah dan cepat (1 detik untuk 100 lembar jawaban pada komputer Pentium 400) dibandingkan dengan cara manual. Hasil keluaran ATP berbentuk grafik maupun tekstual. Hasil ini dapat digunakan guru bimbingan dan konseling atau guru BK untuk menganalisis tingkat perkembangan siswa secara kelompok maupun individual, dan sebagai dasar pengembangan program bimbingan dan konseling di sekolah. Seperti halnya ITP,  ATP  juga  dikembangkan untuk  empat tingkat jenjang pendidikan, SD, SLTP, SLTA dan perguruan tinggi. ATP dirancang agar dapat dipelajari dengan cepat dan mudah untuk digunakan. Petunjuk penggunaan dan pengoperasian ATP disajikan dalam buku Petunjuk Penggunaan ATP.   Fasilitas utama yang dimiliki perangkat lunak ATP ini adalah:

1.   Data Entry. Data dapat langsung dientri melalui ATP, atau melalui MS Excel kemudian diimpor oleh ATP.
2.   Penyekoran data.  Setelah data  masuk, penyekoran dapat segera dilakukan. Hasil  penyekoran dapat di ekspor  dalam  format MS-Excel  untuk  analisis  lebih lanjut.
3.   Analisis Data. Analisis data dapat dilakukan setelah penyetoran data selesai. Secara garis besar, analisis dilakukan dengan dua cara, secara kelompok dan secara individu.





sumber :

Isrofin, Binti. 2019. Modul 1 Asesmen Kebutuhan Peserta Didik dan Sekolah. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 

jangan lupa menyelipkan link web ini juga :)

Baca Juga

Bagikan Artikel



Komentar