Fabel : Pengertian, Struktur, Unsur, Dan Contoh Cerita Fabel


 

Fabel : Pengertian, Struktur, Unsur, Dan Contoh Cerita Fabel
Cerita Fabel

Pengertian Fabel

Fabel adalah cerita yang menggambarkan kehidupan hewan yang memiliki perilaku layaknya manusia (Rubin, 1993). Cerita tersebut tidak mungkin kisah nyata. Fabel adalah cerita fiksi, maksudnya khayalan belaka (fantasi). Kadang fabel memasukkan karakter minoritas berupa manusia. Cerita fabel juga sering disebut cerita moral karena pesan yang berkaitan dengan moral.

Struktur Pembangun Fabel

Teks fabel ini memiliki struktur pembangun layaknya teks-teks lain. Berikut ini empat struktur teks fabel beserta penjelasannya. 
(1) Orientasi, adalah bagian yang terdapat pada awal cerita. Pada bagian ini dijelaskan tentang para tokoh-tokoh yang ada, suasana, tempat dan waktu, serta pengenalan background kepada pembaca atau pendengar.
(2) Komplikasi, adalah bagian yang dimana tokoh-tokoh yang ada (biasanya tokoh utama) menemui suatu permasalahan yang kompleks dan menjadi puncak masalah dalam cerita tersebut. Bagian ini juga bisa disebut inti dari cerita. 
(3) Resolusi, adalah bagian yang dimana tokoh yang ada mampu menyelesaikan atau memiliki solusi atas masalah yang dihadapinya. Bisa juga tokoh utama mengalami suatu masalah dimana ia  tidak bisa menyelesaikan masalahnya tersebut. 
(4) Koda, adalah bagian akhir yang umumnya sering diselipkan nilai-nilai moral atau amanat yang bisa diambil dari cerita tersebut.

Unsur Kebahasaan Fabel

Unsur Kebahasaan Teks Fabel. Seperti layaknya teks-teks lain, teks cerita fabel juga memuat unsur kebahasaan yang perlu diperhatikan. Berikut ini beberapa kaidah kebahasaan teks fabel yang harus sobat perhatikan.

(1) Kata Kerja (Verba). Di dalam teks ini terdapat kata kerja atau verba. Kata kerja ini menunjukkan adanya suatu kegiatan atau pekerjaan yang sedang dilakukan. Pada umumnya, terdapat 2 jenis kata kerja yang sering digunakan yaitu kata kerja aktif transitif dan kata kerja aktif intransitif. Berikut penjelasannya. 

(2) Kata Kerja Aktif Transitif adalah kata kerja yang membutuhkan objek didalam kalimatnya. Contohnya adalah memegang. Jadi kata memegang itu harus diikuti oleh objek, yaitu apa yang dipegang. Misalnya “Dia memegang ekor buaya“. Jadi tidak bisa hanya dengan “Dia memegang”. 

(3) Kata Kerja Aktif Intransitif adalah kata kerja yang tidak membutuhkan objek dalam kalimatnya. Contoh kalimatnya misalnya “Singa itu tidur”. Hanya dengan kalimat seperti itu saja tanpa melihat objeknya orang sudah tahu kalau Singa sedang tidur. 

(4) Penggunaan Kata Sandang Si dan Sang. Pada teks fabel banyak ditemukan berbagai kata Si dan Sang, seperti Si Kancil, Sang Kacil, Si Kepompong, Sang Harimau. Ini adalah ciri khas teks fabel. Ada pula teks fabel yang tidak memakai kata sandang ini, bergantung pada gaya penceritaan yang digunakan. 

(5) Penggunaan Keterangan Tempat dan Waktu. Dalam teks ini ada banyak kalimat yang menunjukkan lokasi dan waktu yang sedang terjadi di dalam cerita tersebut, misalnya: Keterangan Tempat: Di dalam hutan yang paling rimbun tersebut, hiduplah Sang Raja Hutan yang gagah dan perkasa.Keterangan Waktu: Di pagi hari yang cerah tersebut, si Kancil telah berhasil meloloskan diri dari kejaran Harimau yang mau memakannya.

(6) Penggunaan Konjungsi Seperti pada teks-teks lainnya, terdapat konjungi atau kata hubung yang menghubungkan dua kalimat atau lebih, misalnya: Setelah mengendap-endap beberapa menit, akhirnya kancil mengetahui bahwa Si Gajah akan melakukan rencana pertamanya untuk menyerang penduduk. Oleh karena itu, Kancil juga mencari ide untuk menghentikan rencana si Gajah.

Contoh Cerita Fabel

Kancil dan Buaya

Hari ini begitu cerah. Tetapi, musim kemarau membuat hutan menjadi kering sehingga banyak penghuni hutan yang meninggalkan hutan. Sementara Kancil masih bertahan di hutan.
"Ke mana lagi aku harus mencari makanan?" keluh Kancil. Sementara matahari terasa semakin terik.
Kancil ingat sesuatu. Ia akan pergi ke seberang sungai. Disana ada banyak makanan. Tetapi selama ini memang tak ada yang berani ke sana, sebab untuk pergi ke sana, siapa pun harus menyeberang sungai yang banyak buayanya. Kancil tak peduli. Ia bergegas pergi ke sungai. Tak butuh waktu lama, sampailah ia di sungai.
"Hai Kancil, baguslah kau datang kemari! Aku sedang sangat lapar," kata salah satu Buaya.
"Wah, kau rupanya. Aku datang ke sini untuk menyampaikan pesan dari raja hutan, jadi janganlah kau makan aku dulu," jawab kancil.
"Ayo cepat sampaikan pesanmu itu. Aku sudah sangat lapar," ujar buaya.
"Baiklah. Raja hutan memintaku untuk menghitung jumlah buaya yang ada di sini. Raja hutan hendak memberikan hadiah untuk kalian," terang kancil. "Jadi sekarang, panggillah semua temanmu," lanjutnya.
Buaya sangat senang mendengar pesan dari kancil. Lantas ia pun langsung memanggil semua temannya. Mereka banyak sekali, berjejer-jejer di permukaan sungai.
"Nah, sekarang aku akan menghitung jumlah kalian,"seru si kancil. Kemudian ia langsung melompati buaya-buaya itu satu per satu, seraya menghitungnya. Akhirnya ia pun bisa menyeberang sungai tersebut dengan cara melompati para buaya.
“Terima kasih buaya, kau telah membantuku menyebranq. Akan aku sampaikan cerita tentang kebaikan kalian kepada raja hutan," ucap Kancil.
Para buaya Baru sadar bahwa kancil telah membohongi mereka. Mereka pun marah.Tetapi, mereka tak bisa berbuat apa-apa. Kancil sudah berlari ke dalam hutan yang penuh dengan makanan.
Pesan moral dari Cerita Dongeng Kancil Dan Buaya adalah Jika kita punya masalah, selesaikanlah dengan cara yang cerdik. Tetapi jangan seperti Kancil yang suka berbohong, ya.

Harimau, Monyet dan Rusa

Harimau sangat senang, hari ini ia berhasil menangkap seekor monyet. Harimau berniat langsung melahap monyet itu. Si monyet pun terlihat ketakutan.

“Jika kau memakanku, kasihan anak-anakku, harimau. Tidak ada yang mengurus mereka lagi," isak monyet, mengiba. Tapi, harimau tak memedulikan hal itu. Dia sudah sangat lapar. Monyet terus saja mencari ide agar harimau tak memakannya.

"Jangan kau makan aku, harimau. Aku kurus dan dagingku sedikit. Lebih baik kau kutunjukkan binatang yang gemuk dan banyak dagingnya," ucap monyet. Mata harimau langsung berbinar. Ia rnembayangkan binatang yang bertubuh besar dan banyak dagingnya. Pastilah itu akan mernbuatnya kenyang, begitu pikir harimau.

“Baiklah, sekarang kau tunjukkan di mana binatang itu berada. Aku sudah sangat lapar," dengus harimau.

"Binatang itu ada di seberang sungai. Kita harus melewati sungai untuk ke sana," ujar monyet. Kemudian mereka berdua pergi ke sungai itu. Sesampainya di sana, harimau kebingungan karena tidak ada jembatan yang bisa digunakan untuk melewati sungai. Namun, kebingungannya sirna ketika ia melihat sebuah batang pohon besar yang tumbang. Batang pohon itu bisa digunakan untuk melewati sungai.

Monyet segera menyeberangi sungai rnelalui batang pohon itu. Harimau berjalan di belakangnya. Rupanya di ujung sungai sudah berdiri seekor rusa jantan yang bertubuh besar. Tak disangka-sangka, begitu melihat si monyet dan si harimau, si rusa jantan langsung membentak si monyet.

"Hai monyet, kenapa kau hanya membawa satu harimau?! Kau kan janji akan membawakan aku seratus kulit harimau!" bentak rusa jantan.

Mendengar hal itu, harimau jadi gentar. Ia langsung berbalik arah dan berlari. Karena ketakutan dan terburu-buru, harimau terpeleset dan jatuh ke sungai. Begitu berhasil naik ke daratan, ia langsung lari terbirit-birit.

Sementara itu, monyet dan rusa yang pemberani selamat dari ancaman harimau. Monyet berterima kasih kepada rusa karena rusa telah membantunya. Kemudian mereka pulang ke rumah masing-masing dengan riang gembira.

Pesan moral dari Fabel Cerita Dongeng Cina : Harimau, Monyet, Dan Rusa dari adalah Apa pun masalahnya, kita harus berani menghadapinya. Gunakanlah akal dan pikiran kita untuk mengatasi masalah apa pun yang menghadang,



Sumber: Lestyarini, Beniati. 2019. Pendalaman Materi Bahasa Indonesia Modul 6 Genre Teks dalam Bahasa Indonesia. Kemdikbud.


Baca Juga

Bagikan Artikel



Komentar