Teks Anekdot : Pengertian, Ciri, Struktur, dan contoh Teks Anekdot


 

Teks Anekdot : Pengertian, Ciri, Struktur, dan contoh Teks Anekdot

Pengertian Teks Anekdot

Teks anekdot merupakan salah satu jenis teks yang dipakai untuk membuat teks cerita dari pengalaman seseorang, dimana teks tersebut berisikan cerita singkat dan juga menghibur. Selain berisi cerita yang menghibur, terdapat juga cerita peristiwa- peristiwa   menarik,   ataupun   ungkapan   tentang   kebenaran. Jika seseorang mempunyai pengalaman pribadi yang lucu dan ingin menulis cerita singkatnya, maka ia harus menggunakan teks anekdot dalam pembuatan cerita tersebut.

Teks anekdot biasanya dimanfaatkan untuk menyindir, seperti menyindir terhadap pelayanan yang kurang baik, lingkungan yang kurang sehat. Sindiran tersebut dijadikan sebuah kemasan cerita yang menghibur. Teks anekdot seperti ini bisa kita temukan di surat kabar seperti majalah ataupun koran. Penggunaan kata pada teks anekdot yaitu dengan menggunakan kata-kata kias, pengandaian, perbandingan, antonim, ungkapan, konjungsi, serta pertanyaan retoris.

Ciri Teks Anekdot

Teks anekdot memiliki ciri yang khas, ciri-ciri tersebut diantaranya, 
pertama teks anekdot hampir serupa dengan dongeng, namun tak sama karena tek anekdot memiliki tujuan sendiri.

 Kedua partisipannya biasanya orang terkenal, atau orang yang memiliki kepentingan. Ketiga teks yang disuguhkan penuh humor, sindiran, serta lelucon yang realistis.

Struktur Anekdot

Struktur  teks  sangat  penting  sekali  dalam  penyusunan teks,  seperti  halnya menyusun teks anekdot maka harus diketahui terlebih dahulu struktir teksnya. Struktur teks anekdot berbeda dengan teks eksposisi ataupun jenis teks lainnya, struktur teks anekdot yaitu abstraksi, orientasi, krisis, reaksi, dan koda. Struktur teks tersebut berfungsi sebagai kerangka dalam penyusunan teks anekdot. Untuk lebih jelas bisa simak teks anekdot dan penjelasan bagian-bagian srtuktur teks
anekdot dibawah ini:

Anak Saya Kerja Bersama Negara!

Pada suatu hari, Seorang Presiden Negara I tertarik dengan dagangan kue dipinggir jalan. Lalu kemudian dia membelinya. 

Semacam ada rasa ketertarikan yang besar pada penjual kue tersebut. Hal itu membuat
Sang Presiden bertanya.
Presiden: “Sudah berapa lamakan ibu menjual kue unik ini?”
Penjual kue: “Alhamdulillah, pak, sekitar 30 tahun lebih saya berjualan kue ini.” Presiden: “Sendirian?”
Penjual kue: “Iya, pak.”
Presiden: “Lho, anak ibu tidak ikut membantu?”
Penjual kue: “Tidak, pak, mereka sibuk semua. Saya punya anak 4; yang pertama bekerja di KPK, kedua di POLDA, ketiga di Kejaksaan Negeri, dan yang terakhir di DPR, pak.” Sang Presiden menggelengkan kepala tidak percaya. Mungkin dia berpikir kok bisa anak- anaknya sukses tapi ibunya sendiri jualan kue di pinggir jalan.
Pengawal presiden dari belakang nyeletuk, “Hebat, meskipun hanya berjualan kue, ibu bisa
menjadikan anak-anaknya sukses dan tetap rendah hati.”
Mendengar itu Sang Presiden melanjutkan pertanyaannya.
Presiden: “Hebat ibu! Kalau boleh saya tahu, apa jabatan anak ibu di KPK, POLDA,
Kejaksaan Negeri, dan DPR?”
Penjual kue: “Ya … sama, pak, jualan kue.”
Sang Presiden kemudian tercengang mendengar jawaban penjual kue tadi. Sambil sedikit menahan tawa, presiden membeli kue dan melanjutkan perjalanannya

Struktur Teks Anekdot Layanan Publik

1) Abstraksi: Pada suatu hari, Seorang Presiden Negara I tertarik dengan dagangan kue dipinggir jalan. Lalu kemudian dia membelinya.
2)  Orientasi: Jawaban penjual kue, “Alhamdulillah, pak, sekitar 30 tahun lebih saya berjualan kue ini.
3)  Krisis:  Penjelasan penjual  kue  mengenai keempat anaknya, ““Tidak, pak, mereka sibuk semua. Saya punya anak 4; yang pertama bekerja di KPK, kedua di POLDA, ketiga di Kejaksaan Negeri, dan yang terakhir di DPR, pak.”
4)  Reaksi: Sang Presiden menggelengkan kepala tidak percaya. Mungkin dia berpikir kok bisa anak-anaknya sukses tapi ibunya sendiri jualan kue di pinggir jalan.
5)  Koda: Sang Presiden kemudian tercengang mendengar jawaban penjual kue tadi. Sambil sedikit menahan tawa, presiden membeli kue dan melanjutkan perjalanannya.





Sumber: Lestyarini, Beniati. 2019. Pendalaman Materi Bahasa Indonesia Modul 6 Genre Teks dalam Bahasa Indonesia. Kemdikbud.


Baca Juga

Bagikan Artikel



Komentar