Bentuk penataan Tari Kontemporer


 

Bentuk penataan Tari Kontemporer


Tari kontemporer merupakan jenis tarian yang terpengaruh dampak modernisasi serta bersifat bebas dan tak terikat oleh ketentuan gerak sebagaimana   pada tarian tradisional.   Salah satu    contoh tari kontemporer seperti tari Cak Rina karya Sardono W. Kusumo.Tari kontemporer merupakan inovasi dari berbagai macam tarian yang mendapatkan sentuhan modernisasi. Inovasi yang lazim dilakukan pada jenis tari ini terdapat pada musik pengiring, gerakan, dan properti yang digunakan oleh para penari. Tari kontemporer kembangan dikenal karena adanya pengaruh dampak modernisasi. Tarian ini digunakan sebagai istilah umum sejak istilah Contemporary Art berkembang di Barat sebagai produk seni yang dibuat sejak Perang Dunia II.

•    Bentuk penataan gerak tari kontemporer

Gerak sebagai elemen pokok tari, dalam tari kontemporer perubahan gerak ekuivalen dengan kebutuhan waktu, cepat-lambat, panjang-pendek, dan banyak-sedikit gerakan dilakukan butuh waktu. Apabila diamati dari sisi tempo gerakan merupakan panjang-pendek, cepat-lambat gerakan dilakukan. Waktu dalam tari merupakan dimensi dari tempo gerak. Tempo gerak dapat membangun image tari secara keseluruhan dalam bentuk garapan tari atau koreografi tari kontemporer.

Pola lantai adalah arah atau garis langkah yang dilalui oleh penari. Pola lantai terbagi menjadi dua, lurus dan lengkung. Ada pula pola lantai yang merupakan perpaduan dari beberapa pola lantai sehingga membentuk sebuah pola lantai baru Penyusunan pola lantai pada tarian bergantung pada kreativitas koreografer atau pencipta tarian. Dalam penyusunan pola lantai harus memperhatikan unsur ruang, arah, fokus, level, kepadatan, keleluasaan, dan desain. Arah hadap merupakan arah posisi tubuh penari. Penari bisa menghadap ke depan, ke arah samping kanan atau kiri atau ke belakang menunduk, dan sebagainya. Level adalah tingkatan posisi tubuh penari. terbagi menjadi tiga, yaitu bawah, tengah, dan atas.

Ekspresi atau penjiwaan merupakan bentuk dari mimik wajah dan gerakan tubuh penari yang dihayati dengan perasaan supaya hasil tarian indah dilihat. Dengan memahami dan membuat komposisi tari gaya kontemporer, berarti kita menata bagian-bagian yang saling berhubungan menjadi bentuk kesatuan yang utuh.

•    Bentuk penataan rias dan busana tari kontemporer

Tata rias dan tata busana dalam sebuah karya tari memiliki fungsi yang amat penting, kehadiran tata rias dan tata busana dalam tampilan tari kontemporer merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan arena keduanya saling mendukung penampilan. Tata rias tari untuk membentuk penataan wajah penari sehingga sesuai dengan tema tari yang akan dibawakan. Beberapa macam penerapan tata rias misalnya, pembentukan alis wajah, pemoles wajah dan pembentuk karakter wajah. Begitu pula hasil tata rias akan nampak lebih menawan di atas pentas sesuai dengan kebutuhan penampilan tarianya. Tata busana tari merupakan penataan baju penari yang sesuai dengan tuntutan suatu tarian. Tata busana terdiri atas baju, celana, kain, ikat pinggang, sclcndang, tutup kepala, dan aksesoris lainnya. Tata busana tari berfungsi sebagai kelengkapan pakaian yang dikenakan penari ketika menari di atas pentas guna mendukung dan membantu si penari dalam melakonkan peran yang dibawakannya.

•    Bentuk penataan iringan tari kontemporer

Dalam tari Kontemporer musik pengiring tari atau disebut dengan musik iringan tari merupakan pendukung tari yang erat kaitannya dengan kebutuhan tari. Musik iringan tari digunakan untuk mengiringi tarian, baik secara visual (tampak pada gerakan-gerakan) maupun secara audio yang digunakan sebagai pendukung suasana adegan-adegan tertentu.

Peralatan musik iringan tari terdiri atas dua jenis, yaitu : 

1. Musik iringan dapat menggunakan alat musik tradisional yang diesuaikan dengan kebutuhan dan nuansa gerakan dan tempo yang ada pada tari kontemporer. Contohnya sebagian peralatan gamelan dan arumba. 

2. Musik iringan tari nontradisi, biasanya yang menggunakan alat musik modern dan cenderung memiliki suara untuk mendukung gerakan dan tempo yang relative bervariasi lebih seperti tarian kontemporer contohnya drum, gitar, piano, dan bentuk bentuk musik ilustrasi lainya.

•    Bentuk tata teknik pentas tari kontemporer

Tata teknik pentas adalah cara bagaimana membuat menyusun pentas atau tempat pertunjukan / cara menata panggung atau tempat pertunjukan tari. Jadi tata teknik pentas adalah cara menata panggung untuk sebuah pertunjukan. Seorang yang melakukan tata teknik pentas atau penataan sebuah panggung disebut sebagai seorang kreator. Sebelum melakukan sebuah penataan alangkah lebih tepatnya bila seorang kreator mempunyai konsep untuk melandasi penataan yang akan dilakukan pada sebuah pertunjukan,dimana konsep merupakan sebuah konsep yang mampu memberikan suatu petunjuk dan gambaran bagi seorang penata panggung. Suatu konsep dapat kita buat dengan merancang atau membahas tentang pertunjukan apa yang akan dipertujukan atau dipentaskan. Misal katakan saja kita akan mementaskan sebuah pertujukan tari, tari yang dimaksud disini adalah tari kontenporer kemudian setelah itu kita akan menentukan tema yang akan diangkat, misal temanya tentang sebuah modernisasi kehidupan masyarakat.

Terlebih dahulu merancang / membuat konsep setelahnya mengarah pada teknik perencanaan apa yang akan dibuat sehingga menjadi sebuah tempat pertunjukan yang baru atau kekinian.
Tata Panggung, beberapa jenis panggung yang sering digunakan untuk pertunjukan tari, seperti karya tari tradisional, kreasi baru, tari modern dan tari kontemporer. Jenis panggung yang dimaksud terbagi pada tiga macam bentuk jenis panggung, yaitu 

1 bentuk arena, 

2 bentuk prosenium, dan 

3 bentuk campuran. 

Ketiga jenis panggung tersebut memiliki karakteristik berbeda yang mampu menciptakan suasana pertunjukan yang berbeda juga bergantung pada fungsi dan tujuan pertunjukannya. Bentuk panggung dari ketiga tersebut diciptakan untuk menghadirkan pertunjukan seni tari yang memiliki konteks dan karakteristik sajian yang berbeda-beda. Salah satu contohnya, di Bali pertunjukan tari biasa dilakukan di halaman depan sebuah pure atau di depan candi bentar, yaitu sebuah puri yang sekaligus menjadi latar belakang yang menyatu dengan penonton. Meskipun dalam perkembangan saat ini telah banyak jenis-jenis tarian dari berbagai daerah di Indonesia yang sering menggunakan jenis panggung prosenium sebagai tempat pertunjukannya. Untuk pertunjukan tari kontemporer panggung bisa dikatagorikan bebas dalam mengiterpretasikanya, sebab panggung kontemporer dipahami sebagai tempat pentas. Contohnya ada yang menggunakan lumpur, sungai dan alam sekitar sebagai media pentas menuangkan ide pentas kontemporer.

Tata Cahaya, pada jenis pertunjukan tari tradisional persoalan tata lampu tidak menjadi persoalan utama, karena fungsinya hanya sebagai penerang cahaya saja. Akan tetapi dalam peradaban perkembangan seni dewasa ini, tata lampu menjadi bagian yang penting diperhatikan, karena keberadaannya mampu memiliki nilai estetis tertentu yang mampu memperkuat maksud dari penyajian gerak yang disampaikan pada penonton. Persoalan tata lampu akan berkaitan erat dengan masalah jenis dan warna lampu yang dipergunakan dalam pertunjukan. Pada perkembangan tari tradisional zaman dahulu, tata cahaya pertunjukan hanya cukup dengan menggunakan oncor atau obor yang terbuat dari bambu. 

Dewasa ini tata cahaya pertunjukan sudah ditunjang dengan kecanggihan teknologi modern. Berbagai jenis lampu sering dipergunakan dalam pertunjukan tari. Permainan jenis dan warna lampu ternyata mampu memperkuat dan menghidupkan suasana yang dibangun melalui gerak. Berbagai dimensi ruang pentas mampu didukung dengan tata cahaya, seperti permaianan cahaya dari posisi depan fronlight, samping side light, belakang back light dan bawah depan foot light. Dalam menata pencahayaan sebuah pertunjukan tari, tiga objek yang mesti diperhatikan adalah penari, area pentas, dan latar belakang pertunjukan. Fokus pencahayaan penari sangat kompleks masalahnya, seperti penggunaan warna dan desain busana, tata rias, dan lintasan gerak yang perlu diperkuat oleh warna tata lampu.

Tata suara, tata suara adalah suatu teknik pengaturan peralatan suara atau bunyi pada suatu acara pertunjukan, pertemuan, rapat dan lain lain. Tata Suara memainkan peranan penting dalam suatu pertunjukan langsung dan menjadi satu bagian tak terpisahkan dari tata panggung dan bahkan acara pertunjukan itu sendiri. Tata Suara erat kaitannya dengan pengaturan penguatan suara agar bisa terdengar kencang tanpa mengabaikan kualitas dari suara-suara yang dikuatkan. Pengaturan tersebut meliputi pengaturan mikropon-mikropon,kabel- kabel,prosesor dan efek suara, pengaturan konsul mixer, kabel-kabel, dan juga Audio Power amplifier dan Speaker-speakernya. Pada sebuah pertunjukan tari kontemporer tata suara dapat menggunakan musik internal yang muncul dari suara penari baik dari gerakan maupun vokal atau nyanyian penari. Juga dapat menggunakan ilustrasi musik kombinasi yang memberikan gaya atau ciri khasnya.



source modul PPPK Seni Budaya Aspek Seni Tari

Baca Juga

Bagikan Artikel



Komentar