Postingan

Menampilkan postingan dengan label ptk 1

Model Pemecahan Berbasis Masalah (PROBLEM BASED LEARNING)

Gambar
  Definisi/Konsep Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) Model pembelajaran berbasis masalah merupakan sebuah model pembelajaran yang menyajikan masalah kontekstual sehingga merangsang peserta didik untuk belajar. Dalam kelas yang menerapkan pembelajaran berbasis masalah, peserta didik bekerja dalam tim untuk memecahkan masalah dunia nyata (real world). KELEBIHAN PROBLEM BASED LEARNING (MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH) Dengan PBL akan terjadi pembelajaran bermakna. Peserta didik/mahapeserta didik yang belajar memecahkan suatu masalah maka mereka akan menerapkan pengetahuan yang dimilikinya atau berusaha mengetahui pengetahuan yang diperlukan. Belajar dapat semakin bermakna dan dapat diperluas ketika peserta didik/mahapeserta didik berhadapan dengan situasi di mana konsep diterapkan Dalam situasi PBL, peserta didik/mahapeserta didik mengintegrasikan pengetahuan dan ketrampilan secara simultan dan mengaplikasikannya dalam konteks yang relevan PBL dapat ...

KESALAHAN YANG SERING DITEMUKAN DALAM PENULISAN SURAT DINAS

Gambar
 beberapa kesalahan yang sering ditemukan secara umum terletak pada kebenaran dan ketaatasasan penggunaan bagian-bagian surat. Karena surat merupakan bentuk komunikasi secara tulis yang telah dipersiapkan secara saksama, sangat sedikit kesalahan yang disebabkan kerancuan pesan yang disampaikan. Dalam hal pengalimatan, kesalahan yang sering ditemukan adalah pemborosan kalimat, pemenggalan kata, penggunaan tanda baca (koma dan titik), dan pemilihan kata yang maknanya terlalu berlebihan. Jika merujuk pada kebenaran penulisan bagian-bagian surat, maka inilah yang harus menjadi titik perhatian. Dalam hal pencantuman kepala surat, contoh surat tersebut telah memenuhi persyaratan. Meskipun tanpa disertai logo. pemilihan ukuran huruf yang berbeda-beda telah menunjukkan adanya bagian yang lebih dipentingkan Kesimetrisan dan kelengkapan alamat si pengirim surat juga telah dipenuhi. Namun, jika pembahasan dimulai ke bagian selanjutnya kita mesti teliti secermat mungkin penggunaan bagian-bagia...

Tips Memanajemen Pembelajaran Berbasis Proyek

Gambar
  Kali ini yang dikupas adalah beberapa tips praktis untuk manajemen pembelajaran berbasis proyek. Berikut ini adalah beberapa tips yang dapat anda gunakan saat memanajemen pelaksanaan model pembelajaran berbasis proyek di dalam kelas anda. Gunakan sosial media. Sebagai guru anda tentu harus dapat memonitor setiap perkembangan proyek yang dilakukan anak-anak. Teknologi jaman sekarang telah dapat digunakan bahkan sampai ke pelosok. Karena itu pemanfaatan internet dalam hal ini sosial media seperti facebook dan bahkan google drive dapat membantu anda dan siswa saling terhubung satu sama lain. Anda sebagai guru dapat memberikan masukan-masukan atau saran-saran dan umpan balik saat siswa mengupload berita perkembangan terbaru mengenai proyek mereka. Anda juga dapat mengoreksi draft dokumen seperti laporan proyek yang sedang mereka garap. Gunakan bahasa yang menarik Saat anda sebagai guru membuat pengumuman atau arahan kepada siswa saat berada di dalam kelas, hindari penggunaan kata-kat...

Manajemen Kelas dan Guru

Gambar
  Guru adalah manajer bagi kelasnya. Oleh karena itu guru harus mempunyai pengetahuan dan keterampilan yang baik tentang bagaimana membuat kondisi kelas menjadi kondusif untuk belajar siswa. Kelas yang baik dan memiliki manajemen kelas yang bagus akan membuat siapapun merasa nyaman berada di sana, entah itu murid, guru, ataupun orang lain yang mungkin sesekali hadir di dalam kelas tersebut. Banyak hal (unsur) yang membangun dan menunjang penciptaan kondisi kelas yang baik. Dan, ini tentu saja memerlukan manajemen yang efektif dari guru yang bersangkutan (guru yang mengajar di kelas tersebut atau guru wali kelas). Jika kita mencermati komponen-komponen yang membangun sebuah kelas, maka kita akan mendapati puluhan siswa dengan beragam potensi, latar belakang, dan kemampuan yang berbeda (semuanya unik). Selain itu tentu juga ada sang guru itu sendiri yang berperan sebagai manajer kelasnya, serangkaian metode mengajar, lingkungan fisik kelas, hingga atmosfer yang karena proses pembelaj...

Pengertian Manajemen Kelas (Pengelolaan Kelas) menurut para ahli

Gambar
  Pengertian Manajemen Kelas (Pengelolaan Kelas) menurut para ahli Manajemen kelas adalah sinonim dengan pengelolaan kelas. Dilihat dari kata penyusunnya, manajemen kelas terdiri dari dua kata, yaitu manajemen dan kelas. Sebelum kita masuk kepada pengertian utuh tentang manajemen kelas, ada baiknya kita perhatikan terlebih dahulu apa itu manajemen dan apa itu kelas. Pengertian Manajemen Menurut wikipedia, Mary Parker Follet mendefinisikan manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Dari pengertian tentang manajemen oleh Mary Parker Follet ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi. Manajemen dalam pelaksanaannya dilakukan sesuai proses. Paling tidak ada 4 proses yang dilakukan untuk melakukan suatu manajemen, yaitu: perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian. Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan p...

Tujuan Manajemen Kelas (pengelolaan kelas)

Gambar
  Setiap guru yang melakukan fungsi manajemen di dalam kelasnya tentu mempunyai tujuan-tujuan khusus yang bermuara pada terciptanya kondisi belajar yang ideal selama proses pembelajaran berlangsung. Secara khusus tujuan-tujuan manajemen kelas antara lain: Membuat siswa belajar semaksimal mungkin sesuai potensi yang dipunyainya Setiap guru harus menyadari bahwa semua siswa memiliki potensi belajar yang berbeda-beda. Tugas guru adalah mengoptimalkan potensi yang mereka miliki sehingga dengan pembelajaran yang siswa lakukan, mereka dapat belajar sebaik-baiknya. Manajemen kelas yang baik dan efektif memungkin proses pembelajaran berjalan dengan lancar dan memungkinkan siswa menggunakan semaksimal mungkin potensi yang mereka miliki. Adalah sebuah kerugian yang besar jika dalam pelaksanaan pengajaran, siswa tidak belajar secara maksimal karena adanya hambatan-hambatan belajar yang diakibatkan karena lemahnya manajemen kelas yang dilakukan oleh guru. Menghilangkan atau mereduksi hambatan-...

komponen keterampilan pengelolaan kelas

Gambar
  Pada dasarnya, terdapat banyak sekali komponen-komponen keterampilan pengelolaan kelas yang harus diperhatikan oleh seorang guru dalam memanajemen kelasnya. Akan tetapi untuk mempermudah pemahaman kita, maka komponen-komponen keterampilan pengelolaan kelas itu dapat digolongkan ke dalam 2 kelompok besar. Kedua kelompok besar komponen-komponen keterampilan pengelolaan kelas itu adalah: 1. Keterampilan yang berkaitan dengan penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar yang optimal 2. Keterampilan yang berkaitan dengan pengembangan kondisi belajar yang optimal. Sekarang marilah kita bahas lebih lanjut satu persatu tentang kedua kelompok komponen keterampilan pengelolaan kelas ini. Keterampilan yang berkaitan dengan penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar Karena keterampilan yang berhubungan dengan penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar yang optimal terdiri ini adalah kelompok besar, maka di dalamnya terdapat sub-sub keterampilan pengelolaan kelas lainnya seperti Keteramp...

Pendekatan-Pendekatan dalam Pengelolaan Kelas

Gambar
Jika kita mengamati bagaimana cara guru mengelola kelas atau memanajemen kelasnya, maka kita dapat menggolongkan jenis pendekatan yang digunakan oleh guru yang bersangkutan. Pendekatan-pendekatan ini memiliki ciri khasnya masing-masing yang saling membedakannya satu sama lain. Nah, mari anda pahami, kira-kira, termasuk pendekatan apakah yang anda gunakan di dalam kelas anda? Pendekatan Kekuasaan Beberapa guru menggunakan pendekatan kekuasaan dalam mengelola atau memanajemen kelasnya. Dalam pendekatan kekuasaan, guru adalah pemegang kuasa. Karakteristik yang paling menonjol pada pendekatan kekuasaan dalam mengelola kelas adalah tampak adanya suatu ketaatan siswa pada aturan yang telah dibuat oleh guru. Dalam melaksanakan pengelolaan kelasnya, guru mengontrol siswa dengan ancaman, sanksi, hukuman dan bentuk disiplin yang ketat dan kaku.  Pendekatan Kebebasan Jangan salah kira dengan sebutan untuk pendekatan kebebasan. Pendekatan kebebasan tidak sama dengan pembiaran. Pengelolaan ...

Prinsip-Prinsip Pengelolaan Kelas (Manajemen Kelas)

Gambar
Sebagai kelanjutan dari tulisan-tulisan sebelumnya tentang manajemen kelas, maka kali ini blog penelitian tindakan kelas akan menyajikan tulisan tentang prinsip-prinsip yang dapat dipergunakan untuk pengelolaan kelas. Djamarah, Syaiful Bahri (2002) dalam buku Strategi Belajar Mengajar yang diterbitkan oleh  Rineka Cipta, Jakarta menyebutkan bahwa untuk mereduksi permasalahan atau gangguan dalam pengelolaan kelas manajemen kelas guru dapat dipergunakan beberapa prinsip-prinsip pengelolaan kelas. Beberapa prinsip pengelolaan kelas itu adalah sebagai berikut. 1. Kehangatan dan antusiasme 2. Tantangan 3. Variasi 4. Luwes 5. Penekanan pada hal-hal positif 6. Penanaman disiplin Baiklah, untuk lebih jelasnya apa saja yang dimaksud sebagai prinsip-prinsip di atas, marilah kita baca uraiannya berikut ini. Kehangatan dan antusiasme Bagaimana rasanya jika suatu ketika anda sendiri bertemu dengan seseorang yang dalam berkomunikasi dengan anda terasa demikian hangatnya? Ia tersenyum, dengan waj...

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengelolaan Kelas

Gambar
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengelolaan Kelas Saat melakukan manajemen kelas (pengelolaan kelas), guru harus memperhatikan faktor-faktor yang berpengaruh. Kedua faktor ini amat menentukan keberhasilan guru dalam melakukan manajemen kelas. Secara umum faktor-faktor yang mempengaruhi proses manajemen kelas (pengelolaan kelas) yang dilakukan guru dapat dibedakan ke dalam 2 golongan yaitu: 1. Faktor internal siswa 2. Faktor eksternal siswa Faktor internal siswa Faktor internal siswa adalah faktor-faktor yang berhubungan dengan masalah emosi, pikiran, dan perilaku yang ada di dalam diri masing-masing siswa yang ada di kelas yang bersangkutan. 1. Setiap siswa mempunyai keadaan emosi yang berbeda-beda, bahkan pada setiap diri siswa pada waktu-waktu yang berbeda. Berbagai faktor lain dapat mempengaruhi bagaimana emosi siswa saat pembelajaran berlangsung. Penting sekali untuk memelihara emosi positif setiap siswa saat pembelajaran berlangsung.  2. Pikiran setiap siswa pun demikian. Pada...

Hal Yang Harus Diperhatikan Guru dalam Menerapkan pendekatan kontekstual

Pendekatan kontekstual (contextual approach) yang seringkali disebut juga sebagai pembelajaran kontekstual (contextual teaching and learning : CTL) adalah pendekatan pembelajaran yang memandang pembelajaran di kelas harusnya selalu mengupayakan dan memfasilitasi siswa untuk menghubungkan pembelajaran dengan kehidupan nyata (real life situation). Karena itu, seorang guru yang mengajar dengan pendekatan ini harus dapat menyajikan pembelajaran di mana di dalamnya ia berperan sebagai fasilitator dan membawa anak kepada pemecahan masalah nyata melalui pengetahuan yang baru diperolehnya. Pendekatan ini tentunya menghendaki semua komponen kelas aktif dalam belajar. Jika seorang guru ingin menerapkan pendekatan kontekstual di dalam kelas dan pembelajarannya maka ia harus memperhatikan pemikiran-pemikiran berikut Belajar tidak hanya sekedar menghafal Ujian merupakan salah satu bagian yang tak terpisahkan dari dunia persekolahan kita. Sedemikian dianggap pentingnya ujian yang notabene lebih bany...

Tujuan, Manfaat, dan Sasaran Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB)

Tujuan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) Tujuan umum pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) adalah untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan di sekolah/madrasah dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan. Sedangkan secara khusus tujuan pengembangan keprofesian berkelanjutan adalah sebagai berikut;  Meningkatkan kompetensi guru untuk mencapai standar kompetensi yang ditetapkan dalam peraturan perundangan yang berlaku. Memutakhirkan kompetensi guru untuk memenuhi kebutuhan guru dalam perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni untuk memfasilitasi proses pembelajaran peserta didik.  Meningkatkan komitmen guru dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai tenaga profesional. Menumbuhkan rasa cinta dan bangga sebagai penyandang profesi guru. Meningkatkan citra, harkat, dan martabat profesi guru di   masyarakat. Menunjang pengembangan karir guru Manfaat Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) Manfaat pengembangan keprofesian berkelanj...

Dasar Hukum Pelaksanaan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB)

berdasarkan Buku 1 Pedoman Pengelolaan PKB (pengembangan keprofesian berkelanjutan) tahun 2012 yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan melisting dasar hukum pelaksanaan PKB. Berikut dasar hukum (perundangan) yang dimaksud: 1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional; 2. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen; 3. Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil; 4. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan; 5. Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru; 6. Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun l999 tentang  Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil; 7. Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya; 8. Peraturan Bersama Menteri Pendidikan Nasional dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor Nomor 14 Tahun 2010 dan...

Karakteristik Penelitian Pengembangan (Research and Development)

Salah satu bidang penelitian yang kini banyak dilakukan oleh mahasiswa calon guru, dan praktisi pendidikan adalah penelitian pengembangan (research and development atau disingkat R&D). penelitian ini dilakukan untuk menghasilkan sebuah produk yang akan digunakan dalam dunia pendidikan melalu proses yang ilmiah yang diakhiri dengan tahapan validasi. Perlu dicatat bahwa produk-produk yang dihasilkan melalui penelitian pengembangan tidak hanya berupa buku, film, atau bahan pembelajaran lainnya tetapi juga sampai kepada proses, model pembelajaran atau metode mengajar. Biasanya prosedur penelitian pengembangan juga berbentuk siklus agar produk pendidikan yang dihasilkan benar-benar bermanfaat dan sesuai dengan kebutuhan. Perbaikan-perbaikan produk pendidikan akan dilakukan di dalam tahapan-tahapan penelitian pengembangan sehingga dapat dihasilkan produk yang paling tidak mendekati ideal. Jadi kita bisa dengan mudah membedakan penelitian pengembangan ini dari jenis penelitian pendidikan ...

Karakteristik peneliti dalam penelitian tindakan kelas

 Lincoln dan Guba, 1985, menyebutkan bahwa sebagai bagian penting dari sebuah penelitian tindakan kelas, maka peneliti seharusnya memiliki beberapa karakteristik berikut ini : Responsif Memiliki sifat responsif. Peneliti harus bersikap responsif terhadap segala macam petunjuk yang muncul saat melaksanakan penelitiannya, baik yang hanya bersifat individualistik pada diri siswa maupun yang berasal dari lingkungannya. Adaftif Memiliki sifat adaptif. Dalam kaitan dengan sifat adaptif ini, seorang peneliti yang melaksanakan penelitian tindakan kelas (ptk) mesti dapat mengumpulkan sebanyak-banyaknya informasi  mengenai banyak faktor pada tahap yang berbeda-beda secara simultan. Holistik Selalu berpegang pada prinsip holistik, dimana karakteristik ini dimaksudkan  sebagai bentuk perwujudan bahwa manusia mampu dengan segera menempatkan dan menyimpulkan kejadian (yang mungkin membingungkan) ke dalam posisinya sebagai peneliti dan guru, bukan instrumen penelitian lainnya. Berbasis ...

Ciri khas pembelajaran tematik

 Pembelajaran tematik dimaknai sebagai pembelajaran yang dirancang berdasarkan tema-tema tertentu. Dalam pembahasannya tema itu ditinjau dari berbagai mata pelajaran. Sebagai contoh, tema "Air dapat ditinjau dari mata pelajaran fisika, biologi, kimia, dan matematika. Lebih luas lagi, tema itu dapat ditinjau dari bidang studi lain, seperti IPS, bahasa, dan seni. Pembelajaran tematik menyediakan keluasan dan kedalaman implementasi kurikulum, menawarkan kesempatan yang sangat banyak pada siswa untuk memunculkan dinamika dalam pendidikan. Unit yang tematik adalah epitome dari seluruh bahasa pembelajaran yang memfasilitasi siswa untuk secara produktif menjawab pertanyaan yang dimunculkan sendiri dan memuaskan rasa ingin tahu dengan penghayatan secara alamiah tentang dunia di sekitar mereka         Pembelajaran tematik sebagai model pembelajaran termasuk salah satu tipe/ jenis daripada model pembelajaran terpadu. Istilah pembelajaran tematik pada dasarnya adalah model...

Keuntungan Menerapkan Pembelajaran Tematik Di SD

Pembelajaran tematik sebagai salah satu model pembelajaran terpadu. Istilah Pembelajaran tematik pada dasarnya pembelajaran terpadu yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga memberikan pengalaman bermakna kepada siswa. Model pembelajaran ini di terapkan di sekolah dasar atau SD.  Pembelajaran tematik merupakan strategi pembelajaran yang memadukan beberapa mata pelajaran secara terpadu dengan memberikan pengalaman belajar yang bermakna kepada siswa. Keterpaduan dalam pembelajaran tematik meliputi aspek proses dan waktu, aspek kurikulum maupun aspek pembelajaran itu sendiri. Pembelajaran tematik dilakukan pada pendidikan pra sekolah formal (taman Kanak-kanak)dan sekolah Dasar pada kelas-kelas rendah (kelas 1 dan kelas 2). Pembelajaran tematik diberikan di Taman Kanak-kanak dan di Sekolah Dasar dengan alasan bahwa: 1) siswa Taman Kanak-kanak dan siswa Sekolah Dasar di kelas rendah masih memandang sesuatu secara holistik sebagai satu kesatuan, 2) perkemban...

Model Pembelajaran Penemuan (Discovery learning) Dalam implementasi kurikulum 2013

MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN (DISCOVERY LEARNING) Model Discovery Learning mengacu kepada teori belajar yang didefinisikan sebagai proses pembelajaran yang terjadi bila pelajar tidak disajikan dengan pelajaran dalam bentuk finalnya, tetapi diharapkan siswa mengorganisasi sendiri. Sebagai model pembelajaran, Discovery Learning mempunyai prinsip yang sama dengan inkuiri (inquiry) dan Problem Solving. Tidak ada perbedaan yang prinsipil pada ketiga istilah ini. Pada Discovery Learning lebih menekankan pada ditemukannya konsep atau prinsip yang sebelumnya tidak diketahui. Perbedaan inkuiri dan problem solving dengan Discovery Learning ialah bahwa pada discovery learning masalah yang diperhadapkan kepada siswa semacam masalah yang direkayasa oleh guru. Dalam mengaplikasikan model pembelajaran Discovery Learning guru berperan sebagai pembimbing dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar secara aktif, sebagaimana pendapat guru harus dapat membimbing dan mengarahkan kegiatan belaja...

Konsep Pembelajaran Tematik Terpadu Menurut Kurikulum 2013

  Pada pembelajaran di SD untuk kelas rendah, model pembelajaran tematik terpadu (PTP) atau integrated thematic instruction (ITI) menjadi model pembelajaran utama yang harus dikembangkan guru untuk mengimplementasikan Kurikulum 2013. Model pembelajaran ini sebenarnya telah lama ada. Model pembelajaran tematik terpadu (integrated) pertama kali dikembangkan pada awal tahun 1970-an. PTP diyakini para ahli pendidikan sebagai salah satu model pengajaran yang efektif (highly effective teaching model). Kehandalannya didasari kenyataan bahwa Pembelajaran Tematik Terpadu mampu mewadahi dan menyentuh secara terpadu dimensi emosi, fisik, dan akademik siswa kelas rendah di SD. Pembelajaran Tematik secara empirik (hasil penelitian) menunjukkan keberhasilannya dalam memacu percepatan dan meningkatkan kapasitas memori peserta didik (enhance learning and increase long-term memory capabilities of learners) untuk waktu yang panjang. Pembelajaran Tematik Integratif Dalam sejarah pengembangannya di er...