Prosedur Proses Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Langkah Prosedur pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan yang terstruktur, strategis, dan representatif sebagai berikut.
a) Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan berkonsepkan deep knowledge dan constructed knowledge. Pada tingkat menengah pertama, pengembangan materi hendaknya dengan “Menunjukkan perilaku menghargai dengan dasar moral, norma, prinsip, dan spirit Kewarganegaraan”. Untuk tingkat menengah ke atas, pengembangan materi dilakukan dengan “Mengamalkan dengan kesadaran nilai, moral, norma, prinsip, spirit dan tanggung jawab, makna kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia yang berkeadaban” (Lampiran Permendikbud Nomor 21 Tahun 2016 tentang Standar Isi pendidikan Dasar dan Menengah).
b) Menerapkan nilai-nilai dengan memberi keteladanan (ing ngarso sung tuladha), membangun kemauan (ing madya mangun karsa), dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran (tut wuri handayani) (Konsep Pendidikan Ki Hadjar Dewantara).
c) Berlandaskan nilai-nilai Pancasila, antara lain dengan menyusun perangkat pembelajaran yang membentuk peserta didik yang cakap kompetensinya dan menjadi lulusan yang kompeten dengan merujuk pada indikator kompetensi sikap, keterampilan dan pengetahuan seperti yang tertuang pada Lampiran Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah berikut ini.
Gradasi Indikator Sikap, Pengetahuan, dan Keterampilan
Sikap
Menerima
Menjalankan
Menghargai
Menghayati
Mengamalkan
Pengetahuan
Mengingat
Memahami
Menerapkan
Menganalisis
Mengevaluasi
Keterampilan
Mengamati
Menanya
Mencoba
Menalar
Menyaji
Mencipta
d) Memiliki misi pengokohan kebangsaan dan penggerak pendidikan karakter yang bersumberkan nilai dan moral Pancasila sebagaimana diamanahkan oleh Peraturan Pemerintah yakni Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan sebagai mata pelajaran yang mengusung misi pengembangan kepribadian.
Bagikan Artikel
Komentar
Posting Komentar