Postingan

Menampilkan postingan dengan label budaya

Download Contoh Undangan Salama Loko Aqiqah file Ms. Word

Acara tujuh bulan kehamilan, juga dikenal sebagai acara tradisi tujuh bulanan kehamilan adalah momen istimewa untuk merayakan tahap pertengahan kehamilan dan menyambut kedatangan bayi yang akan segera lahir. Acara ini biasanya diadakan ketika ibu hamil mencapai usia kehamilan tujuh bulan atau sekitar 28 minggu. Tradisi tujuh bulanan bisa ditemui di berbagai daerah di Indonesia dengan beragam cara dan adat kebiasaan masing masing, tak terkecuali dengan Suku Mbojo, di Bima dan Dompu. Tradisi tujuh bulanan khas Suku Mbojo yang dikenal dengan nama Salama Loko atau nujuh bulan masih tetap dilaksanakan hingga saat ini. acara salama loko atau kiri loko digelar saat kandungan seorang ibu yang baru pertama kali mengalami kehamilan memasuki usia tujuh bulan. Upacara ini penuh dengan simbol dan makna. Upacara ini dihajatkan untuk menjaga agar sang ibu bersama calon bayi berada dalam keadaan sehat baik jasmani maupun rohani, dengan harapan apabila sang bayi sudah lahir dengan selamat akan menjadi ...

Gambar Kerangka Lingkaran Kebudayaan Menurut Koentjaraningrat

Gambar
  Unsur-unsur kebudayaan adalah salah satu cara untuk memahami budaya atau kebudayaan. Karena dengan mengetahui unsur-unsurnya, paling tidak kita akan mendapatkan gambaran tentang kebudayaan secara lebih baik. Unsur-unsur kebudayaan meliputi semua kebudayaan mana pun di dunia, baik yang kecil, bersahaja dan terisolasi maupun yang besar, kompleks dan dengan jaringan hubungan yang luas. Menurut Koentjaraningrat dalam S. Belen (1991) kebudayaan di dunia mempunyai tujuh unsur yang universal, yaitu:  (1) Bahasa;  (2) Sistem teknologi;  (3) Sistem mata pencaharian;  (4) Organisasi sosial;  (5) Sistem pengetahuan;  (6) Religi; dan  (7) Kesenian.  Koentjaraningrat (1985) dalam Soelaeman (2005:23) melontarkan gagasan tentang kerangka kebudayaan sebagaimana terlihat pada gambar di bawah ini: Kerangka kebudayaan seperti yang digambarkan di atas merupakan dimensi analisis dari konsep kebudayaan yang dikombinasikan menjadi suatu bagan lingkara...

Dusun Sade, Dusun Tradisional Khas Lombok

Gambar
Sade termasuk salah satu dusun tradisional yang masih asli. Jumlah penduduknya tidak pernah berubah karena keluarga yang baru menikah harus membangun rumah di tempat lain, kecuali apabila mewarisi rumah orang tuanya. Dusun Sade terletak di Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Warga Dusun Sade secara umum bermata pencaharian sebagai petani, pengrajin tenun kain ikat (khususnya para wanita), menganut agama Islam, serta terkenal dengan konsep 3 waktu/pokok (wetu telu) yang masih hidup dalam kesadaran budayanya, yaitu lahir, tumbuh, dan mati, seperti tercermin dalam konsep bangunan tangga rumah dan praktik salat tiga waktu (ajaran Islam wetu telu). Seiring perkembangan zaman konsep wetu telu telah tergantikan oleh konsep wetu lima, yang dibawa oleh ajaran agama mayoritas, yaitu Islam. Dusun Sade bisa dikatakan sebagai sisa-sisa kebudayaan Sasak Lama yang mencoba bertahan sejak zaman Kerajaan Penjanggik di Praya, Lombok Tengah, apabila dilihat dari wilayah yang masih mem...

Pacoa Jara, Hiburan dan Kebudayaan Masyarakat Dompu

Gambar
  Pacoa Jara   Pacoa Jara Pacuan kuda demikianlah artinya, merupakan suatu keramaian anak negeri dan menjadi hiburan yang paling digemari. Kegemaran ini didorong oleh lingkungan hidupnya sebagai petani dan peternak, karena manfaatnya untuk mendukung usaha pertanian seperti kerbau untuk membajak sawah dan mengangkut padi, untuk kendaraan, untuk tunggangan dan juga untuk beban. Karena itu dahulu negeri ini dikenal menghasilkan kuda dan kerbau. yang juga diperdagangkan antarpulau seperti ke Pasuruan, Bondowoso Situbondo, Probolinggo dan lain-lain. Sedangkan kerbau untuk dalam negeri ke Palembang, Jambi, Surabaya dan Jakarta, untuk luar negeri ke Hongkong dan Singapura. Pengangkutan hewan yang diperdagangkan antarpulau dari Dompu dahulu sebelum Pelabuhan Bima dibuat ialah melalui Pelabuhan Soro Kilo di Kecamatan Kilo sekarang, juga melalui Pelabuhan Kempo. Kegemaran pacuan kuda ini berkembang sampai jadi kegemaran raja-raja atau pembesar-pembesar negeri, maka dengan demikian hibur...

Kebudayaan dan Hiburan Masyarakat Dompu, Karai Sampa

Gambar
  Karai sampa Semacam lagi hiburan rakyat yang tidak kurang asyiknya adalah lomba sampan. Lomba sampan ini ada dua macam caranya, yaitu: a. Lomba mendayung b. Lomba layar. Keramaian ini adalah kesenangan penduduk yang berdiam di pesisir pantai seperti di Soro dan Hu'u. Wujud keramaian ini menampilkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena curahan nikmat-Nya. Lomba sampan ini biasanya dilakukan pada musim kemarau. Israil M. Saleh,2020, Sekitar Kerajaan Dompu, buku litera, Yogyakarta h.  . . . . .326

Festival Bau Nyale Lombok NTB

Gambar
  Festival Bau Nyale Lombok NTB Setiap tanggal dua puluh kesepuluh dalam penanggalan Sasak atau lima hari setelah bulan purnama menjelang fajar di Pantai Seger selalu berlangsung acara menari dan dipadati wisatawan yang ingin menyaksikan acara tersebut. Festival ini dinamakan bau nyale, yang dalam bahasa Sasak berarti menangkap nyale. Nyale adalah sejenis cacing laut yang biasa hidup di dasar laut, seperti lubang-lubang batu karang, sedangkan bau artinya menangkap  Acara inti dalam festival ini adalah menangkap nyale yang hanya muncul setahun sekali di beberapa lokasi tertentu pantai selatan Pulau Lombok. Nyale akan muncul pada pertengahan malam sampai menjelang subuh. Sebelum acara di mulai, ditampilkan dahulu kesenian dan acara tradisional yang dipentaskan masyarakat sekitar. Acara-acara yang ditampilkan, di antaranya berbalas pantun (betandak), pesiar dengan perahu (belancaran), dan pemberian cendera mata kepada orang yang dicintai (Bejambik). Bukan hanya acara itu saja, te...

Budaya dan Hiburan Masyarakat Dompu Lao Ngaha Caru

Gambar
  Ngaha caru  Di bawah ini diterangkan bentuk-bentuk ngaha caru yang dimaksud dengan berbagai variasinya, yaitu: a. Ngaha Caru di Musim Buah Ngaha caru pada musim buah, maka tersebutlah di sini tempat tempat buah tumbuh secara alami, maka di sanalah orang pergi beramai ramai. Ada yang langsung pulang jika tempatnya dekat dan ada yang menginap jika tempatnya jauh. Dicatatlah di sini beberapa tempat yang ditumbuhi buah-buahan secara alami, yaitu: - Hodo dan sekitarnya. - Dinggotabe dan sekitarnya. - Doro Ncanga dan sekitarnya. - Ndano Duwe Doro Nae Lamumbu. - Saneo, Karamabura, dan sekitarnya. - Sera Nae dan Sera Lua (Soriutu). - Di Woko dan sekitarnya. Buah-buahan yang tumbuh secara alami di situ adalah duwe, jambu, loka, bidara, dan lain-lain serta sangatlah banyaknya. b. Ngaha Caru Musim Panen Ngaha caru, lao ngepe uta, lao karingu diwu, Cara oi duwa, begitulah sebutannya yaitu di tepi pantai, di palung-palung sungai (diwu), atau di pantai disebut nanga (muara) atau cara oi (...

Beberapa Budaya dan Hiburan Masyarakat Dompu

Gambar
Budaya khas Dompu Masyarakat Dompu memiliki ragam khazanah budaya serta hiburan yang sendiri dengan keunikan daerah dengan wilayah nusantara lain. Keragaman khas budaya dan hiburan masyarakat harus selalu tetap terjaga. pentingnya menjaga keberlangsungan ciri khas budaya dan hiburan masyarakat oleh karena itu kesempatan ini kita akan mengulas beberapa kebudayaan dan hiburan masyarakat daerah Dompu Pacoa Jara Pacuan kuda demikianlah artinya, merupakan suatu keramaian anak negeri dan menjadi hiburan yang paling digemari. Kegemaran ini didorong oleh lingkungan hidupnya sebagai petani dan peternak, karena manfaatnya untuk mendukung usaha pertanian seperti kerbau untuk membajak sawah dan mengangkut padi, untuk kendaraan, untuk tunggangan dan juga untuk beban. Karena itu dahulu negeri ini dikenal menghasilkan kuda dan kerbau. yang juga diperdagangkan antarpulau seperti ke Pasuruan, Bondowoso Situbondo, Probolinggo dan lain-lain. Sedangkan kerbau untuk dalam negeri ke Palembang, Jambi, Suraba...

Kebudayaan Hiburan Lao Nggalo Masyarakat Dompu

Gambar
Berburu src: Wikipedia Menangkap binatang liar seperti babi, rusa, kerbau liar, dan kambing liar, itulah yang disebut nggalo. Kegiatan ini termasuk salah satu yang menjadi hiburan baik bagi rakyat maupun raja. Kegiatan nggalo ini terdiri dari: - Nggalo ndai, ialah mencari binatang liar yang dilakukan secara perorangan atau sekelompok kecil orang di tempat umum yang tidak terlarang - Nggalo ndiha, ialah mencari binatang liar yang dilakukan oleh raja bersama pembesar-pembesar negeri dengan rakyatnya, sebagai salah satu kesenangan dan rekreasi dari raja dan pembesar-pembesar negeri lainnya pada kala itu. Tempat-tempat untuk raja melakukan kegiatan nggalo ndiha itu adalah tertentu pula dan tempat itu biasanya disebut Ruhu Ruma atau tempat raja berburu dan tersebutlah di sini beberapa tempat, seperti: 1. Ranggo, di ujung utara so Ranggo-Doro Ruhu-sebelah selatan jalan menuju Jambu. 2. Tonda, di muka Potu ra Mata-Lampalisu. 3. Kempo, di sebelah barat Kampung Soro yang disebut Doro Kola. ...

Hiburan dan Kebudayaan masyarakat Dompu, Karai Jara

Gambar
Jara / kuda Karai Jara adalah hiburan yang diadakan dalam rangka upacara upacara seperti Hari Raya Idul Fitri, Hari Raya Idul Adha dan Maulid Nabi Muhammad SAW. Setelah kembali dari masjid menunaikan sembahyang maka sangat ramailah kaum lelaki bersiap-siap, tua-muda, terutama remaja-remaja, dengan kudanya masing-masing yang sejak kemarin telah diikat di rumah. Karai Jara dimaksud dilakukan di jalan raya pulang pergi dalam suatu alur atau berkeliling kampung. Para penonton berjejal-jejal di pinggir jalan untuk mengelu-elukan kemahiran mereka. Ada juga yang menonton dari atas lotengnya yaitu gadis-gadis pingitan, dan kalau kebetulan remaja-remaja penunggang kuda itu kebetulan baginya. Hiburan semacam ini diadakan pada pagi hari dan sore hari, dan akanlah sangat mengasikkan lagi apabila para pengendara kuda tadi ikut ditonton oleh pacarnya di atas loteng tempat ia bertenun atau tempat ia dipingit. Kuda yang dipakai untuk hiburan ini dicari dan dilatih dari kuda yang bagus, dan larinya aka...

Kebudayaan dan Hiburan Masyarakat Dompu, Nente Jara Kapa Na'e

Gambar
Naik kuda src Wikipedia Ada pula suatu hiburan yang sangat terkesan kala itu, semacam rekreasi seperti sekarang, yaitu pada musim-musim buah pada setiap tahun atau pada upacara-upacara kepercayaan, seperti lao bunga rade, lao cola naja, lao toho ra dore, diadakanlah semacam kegiatan rekreasi atau hiburan yang biasanya disebut Lao Ngaha Caru, Lao Cola Naja, Lao Raho ra Pamao, dan dilakukan pada saat tertentu pula yaitu pada saat:  +Musim buah, setelah musim panen selesai, dan + Pada saat melakukan upacara kepercayaan atau keagamaan Nente Jara Kapa Nae artinya naik kuda berpelana besar yang dinaiki berdua antara wanita dan pria atau berpasangan. Walapun dikatakan naik kuda berdua berpasangan, menurut adat istiadatnya biasanya yang menjadi pasangan duduk berdua di atas kuda adalah suami istri, atau pria remaja dan ibunya atau saudara perempuannnya. Berpasangan antara pria dan wanita yang bukan mahramnya tidak dibolehkan oleh adat. Salah satu yang menarik di sini adalah kebolehan seora...